
.
.
.
. selamat membaca π€ jangan lupa tinggalkan jejak π
27 ` hidup baru`
Malam Panjang telah berlalu , kini gelap nya malam tergantikan dengan cahaya minim pertanda pagi akan datang , jam sekarang menunjukkan pukul 6 dini hari .
Dua orang gadis yang sedang tidur pun , salah satu di antara mareka ada yang terusik karena sudah menjadi kebiasaan nya bangun pagi . Dia adalah Alana.
Alana mengercap kan mata nya berkali β kali untuk menyesuaikan cahaya yang di terima oleh mata nya . setelah cukup ia segera bangun dan saat bangun dia Kembali teringat dengan hal apa yang dia lalui semalam .
βaku sudah terbiasa` batin nya berusaha kuat , Naura sudah terbiasa dengan lika liku kehidupan ini tidak membuat nya untuk menyerah .
Menurut nya kehidupan yang Alana jalani tidak seberat yang ia pikirkan hanya saja dalam setiap Tindakan selalu mengambil jalan yang egois , itu lah yang membuat Alana asli menyerah pada hidup nya , dia bertingkah tidak terkendali .
Melihat orang sebelah nya yang masih setia dengan tidur nya . Alana terseyum dia berniat menajaili Dinda tapi dia mengurungkan niat nya .
β Din β¦ bangun β ucap Alana pada Dinda . tanpa menunggu jawaban Dinda Alana segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Alana berjalan masih dengan pincang karena kaki nya yang belum sembuh .
Tidak butuh waktu lama Alana selesai dengan ritual mandi nya , Saat Alana keluar dari kamar mandi ia melihat Dinda yang sudah bangun .
β sana mandi β perintah Alana
β ini sebenar nya yang tuan rumah siapa ?β tanya Dinda memoloti Alana
β bukan nya kau kenal dengan pemilik nya saat bayar sewa ?β jawab Alana seada nya .
β hais ,, dasar β umpat Dinda , kemudian dia ke kamar mandi . Alana hanya cuek saja dengan umpatan Dinda , ia mengambil koper yang berisi pakaian nya . mengeluarkan pakaian yang perlu ia pakai .
β kau gak pernah beli bahan makanan ?β tanya Alana melihat isi kulkas dan juga dapur yang begitu kosong .
β gak , lagian tidak ada waktu untuk memasak β jawab Dinda
β serah lo dah β
Kemudian mareka berangkat sekolah dengan berjalan kaki , karena sekolah yang letak nya tidak jauh dan juga ini masih ada waktu jadi berjalan tidak masalah .
β kau yakin kita jalan kaki ?β tanya Dinda tidak yakin karena Alana saja jalan tidak normal apa dia bisa sampai dengan selamat nanti jika berjalan terlalu jauh , walaupun tidak jauh β jauh amat .
β hey , aku tidak selemah itu oke β kesal Alana , mareka melanjut kan jalan nya saat melihat beberapa pedagang kaki lima yang khusus menjual untuk sarapan memang , Alana berinisuatif untuk beli saja dulu , nanti mareka bisa beli bahan agar bisa masak sendiri biar lebih hemat .
__ADS_1
β beli sarapan dulu , yok . β ajak Alana
β nanti aja di kantin β tolak Dinda , ia tidak setuju dengan ajakan Alana karena menurut nya mareka harus berhemat sekarang .
β ayo lah , jangan khawatir kan soal uang . β kata Alana
β heyy β¦ sekarang kau bukan putri kaya lagi . yakin aku kartu mu pasti di block nanti β ujar Dinda
Alana tersenyum dengan penuturan Dinda .
β itu lah sebabnya semalam aku sudah mengambil semua isi yang ada dalam kartu itu , jadi aku tidak membutuh kan kartu sial itu sudah β jawab Alana enteng .
β astagaa .. dasar kau ini yah β
β jangan memegang kepala berharga ku β tahan Alana melihat , Dinda ingin memukul kepala nya .
Dinda tertawa dengan tingkah Alana , β kau sudah bersiap dari dulu untuk kabur β
β tentu saja β¦ tidak β
β ahahahahaβ tawa Alana , Dinda pun ikut tertawa . terkadang orang memandang mareka aneh tapi ada juga yang melihat nya merasa mareka begitu Bahagia .
Alana tidak munafik dengan tawa nya , ia benar β benar merasa Bahagia sekarang karena rasa nya beban nya berkurang sedikit . tapi dia tidak tahu jika ia juga menciptakan bencana untuk keluarga nya .
β ini pertama kali nya aku makan seperti ini β ucap Dinda
β kenapa ?β tanya Alana
β karena dulu , makanan ku selalu di control . tidak bisa makan makanan yang tidak sehat , harus makan ini lah , harus itu lah . ribet . β jelas Dinda , Alana tersenyum kemudian dia menjawab
β bukan kah hidup sederhana seperti ini menyenangkan β
β hmm β Dinda mengangguk cepat .
Dan tidak terasa mareka sudah sampai di sekolah , banyak orang yang sudah berdatangan .rumor yang beredar tentang Alana belum sepenuh nya hilang tapi dia tidak begitu peduli , menurut nya cepat atau lambat jika mareka kehabisan topik akan diam sendiri nya .
β okey , aku duluan yah . sampai jumpa nanti . ba bayeee β ucap Bulan saat sampai di simpang karena arah kelas mareka yang berbeda maka nya mareka berpisah disini .
β daa β¦ β balas Dinda melambai kan tangan nya .
Alana mengikuti pelajaran seperti biasa sedangkan di rumah nya Agus kalang kabut karena tidak menemukan adik nya , hanya ada sebuah surat dalam kamar nya . barang β barang Alana yang hampr semua kosong .
Ia membaca isi surat membuat nya mengepalkan tinju nya .
βkak Alana pergi , aku sudah mengatakan agar perjodohan ini tidak berlanjut tapi seperti nya pendapat ku tidak di butuh kan . tapi ini adalah hidup ku , aku akan menentukan pilihan ku sendiri . aku gak masalah di cap sebagai pemberontak dari pada menuruti keinginan ayah dan ibu . memang ia jadi penurut adalah anak berbakti tapi tidak semua nya bis akita terima dengan hati yang terbuka .
__ADS_1
Hati ku kecil , tidak sebesar gambaran yang kalian tahu . kali ini biar lah aku memilih jalan ku sendiri . dan terimah kasih karena begitu peduli dengan ku , jangan mencari ku kak
Selamat tinggal ,
Adik mu Alana , aku menulis ini untuk mu kak karena aku tahu hanya kau yang akan mencari ku dan hanya kau yang sadar jika aku tidak ada dalam rumah penjara ini . `
Agus meneteskan air mata nya meremas surat dari Alana βkenapa jadi kacau begini ` batin nya frustasi .
Agus turun tergesa- gesa dan tujuan nya sekarang adalah kantor , jika ia lebih lama lagi di rumah ini dia akan melampias kan marah nya pada orang tua nya nanti karena menurut nya Alana pergi itu karena salah ayah , ibu nya .
Agus langsung ke kantor nya mengemudi sendiri , ia tidak sadar sehingga melajukan mobil nya di atas rata β rata , banyak pengendara lain yang mengumpat nya . tapi Agus mengabaikan itu sesampai nya di kantor ia hanya memfokus kan untuk bekerja walau fikiran nya kacau bawahan nya lah yang jadi sasaran nya .
β aku rasa bos ada masalah dengan adik nya β ucap salah satu karyawan melihat teman nya yang baru saja kena semprot itu .
β biasa orang seperti itu jika punya masalah dengan pacar nya . tapi , bos aneh itu .. β ucap nya mengeluh .
β berhenti begosip , apa kalian di bayar untuk ini β teriak Agus
Kerumunan itu pun dalam beberapa detik bubur , Agus frustasi dengan keadaan yang ia hadapi .
β tidak ada yang beres hari ini ` batin nya Kembali ke ruangannya .
Sedangkan si penyebab dari keadaan Agus saat ini sedang tertawa dan mengobrol dengan teman nya di kantin .
β kompetisi sebentar lagi , lo mau daftar Al β ucap Tika di sela obrolan mareka
β kau mau aku di permalukan oleh nenek sihir itu β ujar Alana tentu saja mareka tahu siapa yang Alana bilang nenek sihir .
β kali ini ada tes nya untuk mendaftar , jadi aman lah lo β kata Tika menjelaskan .
β lihat lah nanti gimana keadaan nya β ucap Alana . ia memang dulu mau ikut kompetisi ini tapi sekarang situasi nya berbeda .
β ada uang saku nya kah ?β tanya Alana tiba β tiba
β tentu saja ,β jawab Tika dan Dinda serempak .
Alana tersenyum misterius kemudian dia berkata
β baik lah , kita akan menembus sesuatu yang tidak dapat di lakukan oleh orang lain β yakin Alana
To be continue β¦β¦β¦β¦.
Oke sampai sini dulu yah readers ku .
Terima kasih untuk yang terus dukung author , jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalin . hehehe β¦β¦
__ADS_1