
.
.
.
.jangan lupa sebelum lanjut yang belum like , like dulu yah guys ..
Selamat membaca dan semoga semua selalu dalam lindungan yang maha esa .
.
.././././.
28 ‘hidup hemat`
“ baik lah , kita akan menembus sesuatu yang tidak dapat di lakukan oleh orang lain “ yakin Alana
Dulu Alana tidak ingin terlalu terekspos maka nya ia tidak ingin terlalu menonjol , tapi dengan keadaan nya seperti ini ia harus mengandalkan diri nya sendiri dan juga ia tidak mau menyesal seperti kehidupan nya yang dulu yang tidak dapat melanjutkan Pendidikan nya .
“ Al “ panggil Tika karena Alana melamun
“ iya “ jawab nya cepat
“ ada apa ?” tanya Tika
“ nggak “ jawab Alana tersenyum
“ oh yah , tes nya kapan ?” tanya Alana
“ nanti di umumkan juga oleh masing – masing wali kelas “ jawab Tika
“ terus kau dapat info nya dari mana ?” tanya Dinda mewakili Alana , Dinda dan Alana menatap Tika dengan pandangan yany sulit membuat Tika gugup
“ kemarin saat di kantor aku gak sengaja dengar “
“ gak sengaja , apa nguping .?” tanya Alana
“ eheheh “ Tika memamerkan deretan gigi putih nya .
“ dasar “ umpat Alana geleng – geleng kepala dengan tingkah teman nya satu ini .
“ kan gak sengaja nguping aja “ tawa Tika , Dinda dan Alana pun ikut tertawa .
Brak ….
“ astagaaa “ ucap Alana kaget
“ yahhh “ ucap Tika
“ monyet “ ucap Dinda , mareka berucap hampir bersamaan karena karena kaget .
Alana mengalihkan pandangan nya kea rah orang yang menggebrak meja nya , dia sedikit kaget karena orang itu adalah Fani .
“ Fani “ gumam Alana bingung .
“ heyyy . apa maksud mu ?” teriak Tika kesal .
“ urusan ku bukan sama kau “ ucap Fani sinis , kemudian dia beralih menatap Alana .
“ kau pergi dari rumah mu ?” tanya Fani dengan suara sedikit di keras kan .
“ atau kau di usir ?” sambung nya tertawa sinis sedangkan Alana jadi bingung dengan tingkah teman kelas nya yang satu ini .
‘ apa dia mulai menunjukkan taringnya ‘ batin Alana masih dengan wajah bingung nya tapi dalam hati dia tersenyum jahat menghadapi satu orang ini .
Banyak bisik – bisik mulai terdengar , banyak yang beranggapan Alana pasti di usir bukan dia yang keluar sendiri karena Alana yang selalu membuat onar pasti orang tua nya tidak tahan sudah dengan nya .
“ dari mana kau tahu ?” tanya Alana dengan santai tanpa peduli orang yang bergosip tentang dia .
“ hmm , rahasia “ jawab nya dengan wajah puas karena tujuan nya adalah untuk menciptakan gossip walaupun dia kurang puas dengan reaksi Alana tapi menurut Fani itu sudah cukup karena banyak dari siswa berfikir negative tentang Alana .
“ ada apa dengan nya tu ?” tanya Tika dan Dinda hampr bersamaan dengan wajah kaget mareka sedangkan Alana hanya mengangkat bahu nya acuh dan duduk Kembali .
__ADS_1
“apa dia gila “ umpat Tika
“ sudah lah lupakan “ ucap Alana karena mendengar Tika terus mengumpat
“ apa coba maksud nya , di usir haa “ Tika masih di puas hati
“ bukan di usir tapi aku kabur semalam “ jawab Alana menjelaskan
“ Haa “ kaget Tika karena suara nya yang keras mengundang perhatian orang tapi ia tidak peduli
“ duduk “ Dinda menarik tangan Tika karena tanpa sadar Tika berdiri ia kaget dengan penuturan Alana .
Tika refleks duduk Kembali saat merasa tekanan dari tarikan Dinda , ia termenung sementara waktu karena belum bisa mencerna semua hal ini .
“ kenapa ?” tanya nya setelah beberapa saat
“ masalah keluarga “ jawab Alana , Tika jelas saja tidak puas dengan jawaban Alana . jadi ia beralih menatap Dinda berharap dapat jawaban memuaskan tapi hanya anggukan bahu saja yang ia dapat .
“ aku juga gak tahu “ ucap Dinda
Huff …. Tika menghembuskan nafas nya kasar .
“ kehidupan orang kaya emang ribet yah , untung aku miskin .” ujar Tika lemah .
“ sudah lah miskin , untung lagi “ ucap Alana bercanda .
“ Al lo serius gak sih pasal tadi ?” tanya Tika lagi karena dengan Tindakan Alana yang biasa saja membuat nya ragu , ia tidak bisa melihat jika ada kesedihan dalam mata Alana .
“ nanti aku certain , kalau ada mood “ jawab Alana
“ cerita pakai mood juga kah ?”
“tentu saja “ jawab Alana dan Dinda bersamaan
“ serah deh “ pasrah Dinda
Dan tidak lama bel masuk pun berbunyi , Alana dan teman – teman nya segera ke kelas nya masing – masing begitu juga dengan yang lain nya .
‘ bertambah satu lagi musuh , siapa sebenar nya penulis novel ini . akan ku robek – robek dia jika ketemu . ‘ umpat Alana dalam hati nya .
Jam pelajaran di mulai dengan keheningan , karena sekarang ulangan harian jadi semua senyap , suara jarum jam di dinding pun bisa di dengar . waktu terasa begitu cepat berlalu tapi itu bukan masalah untuk Alana karena ia dapat menyelesaikan tepat waktu .
“ AL aku antar pulang ?” tawar Alan pada Alana
“ gak usah , aku pulang bareng Dinda aja “ tolak halus Alana
“ jalan kaki , dengan kaki mu kayak gini “ tunjuk Alan pada kaki nya Alana yang masih sibuk dengan mengemas buku – buku nya .
“ kau tahu ?” tanya Alana memicingkan mata nya
“iya , kak Agus yang kasi tahu pagi tadi “ jelas Alan tanpa menutupi nya
“ dan .. “
“ aku melihat tadi pagi kau berangkat jalan kaki “ sambung Alan
“ kenapa kau bisa tahu ?” tanya Alan , padahal ia sudah berusaha agar tidak ketahuan saat ia mengikuti Alana pagi tadi saat kesekolah .
"tahu lah " jawab Alana becanda
“ jadi mau kan bareng ?” tawar Alan lagi
“ sama Dinda juga yah “
“ iya bawel “Alana tersenyum dengan jawaban Alan , karena ia tidak mungkin meninggalkan Dinda sendirian .
Kemudian mareka keluar kelas , Alana jalan lambat karena kaki nya yang belum sembuh . Alan melihat itu menawarkan bantuan tapi tentu saja Alana menolak dengan halus .
“ aku baik – baik saja “ ucap nya
“ yakin ?” Alan menyakinkan jawaban Alana .
Alana hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban nya . saat sampai di parkiran ada Dinda yang menunggu Alana tapi saat melihat Alan yang jalan beriringan dengan Alana ia menyeritkan dahi nya .
__ADS_1
“ siapa ?” tanya nya saat mareka sudah sampai
“ ohh ini , kenalin Alan “ ucap Alana pada Dinda kemudian beralih pada Alan
“Lan ini Dinda yang aku maksud tadi “
“ ohh , hai “ sapa Alan pada Dinda dengan posisi tetap sama tanpa berniat untuk brsalaman , karena memang seperti itu kepribadian Alan .
ia tidak mudah menerima orang baru tapi karena itu teman nya Alana maka nya ia fine fine aja .
“ hai “ sapa Dinda Kembali
“ Din pulang bareng Alan , kau tidak keberatan kan ?” tanya Alana
“ hmm .. “ Dinda berfikir sebentar
“ aku pulang sendiri aja deh “ putus nya
“ kok gitu “
“ kau langsung aja pergi belanja , aku harus istirahat sebentar sebelum masuk kerja . jadi kalian jalan aja duluan “ jelas Dinda padahal dia tidak mau jadi obat nyamuk mareka .
“ yakin ?” tanya Alana
“ iya . sana “ Dinda mendorong pelan Alana sehingga Alana menghempet kea rah Alan , Alan refleks memegang bahu Alana .
“ sudah , yok lah “ ucap Alan menuntun Alana ke mobil nya tanpa melepas tangan nya dari bahu Alana .
Alan membuka pintu mobil untuk Alana dan menuntun nya masuk dengan pelan takut nya kaki Alana cedera lagi jika ia ceroboh .
“ makasih “ ucap Alana tersenyum
“ sama – sama “ jawab Alan membalas senyum tulus Alana kemudian ia menutup pintu mobil dan berlari kecil memutari mobil dari depan menuju ke samping .
Alana menikmati perjalan nya dengan memandang keluar jendela .
‘ perbedaan nya tidak terlalu jauh , apa aku akan terus terperangkap disini ` batin Naura .
Selama menjadi Alana banyak hal yang ia alami yang tidak pernah dia alami sebelum nya , jika dulu kehidupan nya yang menurut nya baik – baik saja , sekarang Naura sadar jika hidup nya begitu hambar dulu .
Hidup sebagai Alana memang banyak masalah yang dia hadapi tapi dia bisa belajar bagaimana rasa nya menghadapi masalah dan juga yang paling penting adalah ia tersenyum dengan tulus tanpa paksaan , terkadang ia merasa ini bukan diri nya . dulu ia akan tersenyum dengan dingin pada orang – orang tanpa perasaan tapi sekarang ia benar – benar tersenyum , dan juga menangis hal yang dia lupa kapan terakhir ia menagis . karena dulu saat sudah beranjak remaja menjumpai banyak orang -orang munafik ia mulai menutup diri dan juga berhenti berharap , berhenti mengeluh .
Sekarang Naura merasa ia benar – benar hidup , ada teman dan juga keluarga , dia jadi merindukan orang satu – satu nya yang menganggap nya ada walaupun Agus menganggap nya sebagai Alana tapi itu cukup membuat hati nya menghangat .
‘kakak ngapain yah ` batin Naura
“ Naaa … “ panggil Alan
Alan memerhatikan Alana yang melamun . ‘ apa ada dengan nya ?’ batin Alan
“ Alana ..” panggil nya lagi dengan menaikkan volume suara nya .
“ bukan kah hidup sederhana Bahagia “ ucap Alana memangdang Alan dengan tersenyum
Alan di buat begong oleh Alana , dia bertanya – tanya dalam hati karena tidak dapat menjelaskan langsung , melihat senyum Alana seakan mengalihkan dunia nya .
“ aku mau ketemu sama orang tua kamu . bisa kan ?” tanya Alana
“ bisa dong .kapan ?” walaupun Alan tidak tahu apa tujuan Alana tapi dia percaya dengan Alana tidak mungkin ia akan membuat sesuatu yang membayakan hubungan mareka karena dia dapat merasakan ketulusan Alana pada diri nya .
“ sekarang juga bisa, jika mareka ada waktu “ jawan Alana
“ gimana entar malam aku jemput , sekalian makan malam ?” tawar Alan
“ karena sekarang pasti mareka masih di kantor “ sambung Alan
“ baiklah “ Alana menyetujui saja , Alana sudah memutuskan untuk menjelaskan langsung pada keluarga Alan agar mareka tidak salah paham pada keluarga nya . cukup lah dengn ini kakak nya jadi kacau ia tidak mau semua keadaan tanpa kacau .
To be continue …………………
boleh aku curhat , jaringan hari ini menguji ku 😭😭😭 lama kali dah ini gak mau te up 😔.......
help me please.......
__ADS_1