
tidak semua hal selalu berjalan dengan apa yang diinginkan terkadang ada sesuatu yang harus di lalui tanpa rencana .
sama hal nya dengan Alana saat ini . hidup di dunia orang lain , dengan hidup sebagai orang lain .
" aku harus apa jika semua ny tambah kacau " gumam Alana . melihat diri nya di depan cermin .
Alana sedang mempersiapkan diri untuk ke rumah orang tuanya Alan .
dengan memakai baju kaos lengan panjang warnah navy di padukan dengan celana kain warnah hitam ,rambut yang di ikat ekor kuda .
kebiasaan sebagai orang yang sudah terbiasa hidup sederhana tidak membuat nya berubah saat melihat harta yang bisa menjanjikan nya untuk hidup tanpa bekerja .
" sudah mau jalan ?" tanya Dinda yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
Alana menoleh ke arah sumber suara menatap nya dengan lamah .
' dia adalah sumber masalah didalam novel ini tapi saat aku datang semuanya berubah. atau ini hanya mirip novel tapi sebenarnya kehidupan nyata.' batin Naura .
" ada apa ?" tanya Dinda lagi melihat Alana yang hanya bengong saja tanpa menjawab nya .
" bukan apa-apa" jawab Alana tersenyum ke arah Dinda.
" gimana penampilan ku ?" tanya Alana mencoba mencairkan suasana nya .
" beda " jawaban singkat itu tapi membuat Alana menyeritkan dahinya .
" beda ! maksud nya ?" tanya Alana
" lo beda tahu Na , dari cara berpakaian bahkan gaya hidup " jelas Dinda tentang penilaian nya terhadap Alana selama ini .
" ahhh .... masa " canda Alana , di balas dengan muka malas oleh Dinda .
"aku pergi yah " pamit Alana
" Alan belum datang lho !" ucap Dinda sedikit teriak karena Alana sudah menjauh.
" Bentar lagi juga nyampe " balas Alana teriak
saat Alana sudah berada di depan rumah kontrakan mareka , mobil Alan pun datang dari arah depan .
" lama yah nunggu nya ?" ucap Alan menurunkan kaca mobilnya .
Alana menggeleng kan kepalanya kemudian membuka pintu mobil dan masuk .
__ADS_1
" baru kok " jawab nya saat sudah duduk .
" kok tahu aku akan sampai saat kamu keluar?" tanya Alan basa basih tapi juga penasaran
" karena kamu orang nya selalu tepat waktu " jawab Alana santai
" yok , berangkat" pintah Alana . hanya di balas anggukkan oleh Alan dan mareka pun segera membelah jalan yang masih ramai orang maupun kendaraan yang hilir mudik .
" kenapa nggak dandan?" tanya Alan .
" malas " jawab Alana dengan seadanya saja . karena memang ia tidak suka berdandan karena dia adalah Naura bukan Alana yang asli .
Alan menoleh sebentar kemudian dia tersenyum saja tanpa membahas nya lagi .
mareka menempuh perjalanan hampir 30 menit kemudian baru lah Alan memarkirkan mobil nya di pekarangan rumah elit yang terlihat di hadapan Alana .
" ini rumahnya ?" tanya Alana saat mareka sudah keluar dari mobil .
" iya , ayok masuk " ajak Alan menarik tangan Alana
" bagus " ucap Alana tulus dengan senyuman.
" kamu suka ?" tanya Alan
" kalau suka tinggal disini aja " ucap Alan brutal
" emang rumah kamu lagi butuh pembantu?" tanya Alana becanda.
" nggak sih ... cuma lagi butuh menantu " balas Alan tertawa .
" dasar ..." umpat Alana .
mareka asik mengobrol sampai berada di depan pintu, karena pintu masuknya yang tebuka jadi mareka langsung masuk .
karena tidak menemukan orang tuanya dimana , Alan meminta Alana menunggu di ruang tamu .
" tunggu disini sebentar yah " pinta Alan menuntun Alana ke sofa
" oke " balas Alana menurut.
mendengar Jawa Alana , Alan segera menuju ke arah berlawanan dari tadi mareka masuk . sedangkan Alana hanya diam saja melihat punggung Alan yang sudah tidak terlihat.
tidak lama setelah nya ada seseorang yang masuk mengejutkan Alana .
__ADS_1
" TANTE .... I' AM COMING" suara teriakan itu menggelegar begitu saja .
" tidak punya sopan santun" umpat Alana tanpa melihat siapa yang datang dan tiba-tibe berteriak begitu saja di rumah orang.
saat Alana mendongak kan kepalanya karena dia merasa ada yang mengharinya . Alana membesarkan bola matanya melihat siapa yang ada di hadapannya.
" FANIII ..." kaget Alana .
" loh ngapain disini ?" tanya Fani sinis dengan ekspresi sulit untuk di jelaskan.
" aku kesini unt ..." belum sempat Alana menyelesaikan jawaban nya , ada suara yang menghentikan nya .
" Fani , kamu disini sayang" suara itu begitu lembut dn tenang .
dati arah belakang ada Alan , dan juga pria paruh baya berserta wanita paruh baya yang masih terlihat sehat dan muda walaupun sudah berumur .
Alana menebak jika itu orang tua ny Alan . tapi kenapa ada Fani disini .
Ini sulit untuk di jelaskan karena ini benar benar membingungkan .
' mareka seperti nya akrab ' batin Alana melihat interaksi Fani dengan keluarga Alan dia tiba-tiba merasa insiciure.
" ada apa dengan ku" gumam Alana sambil menggelengkan kepalanya .
" Na ... sini " panggil Alan pelan .
saat mendengar suara Alan baru lah orang tuanya Alan perasan jika ada orang lain selain Fani .
" hallo tante , om " sapa Alana sopan .
" kamu disini juga " ucap Mamanya Alan , dapat Alana simpulkan jika cranya membalasnya ada sesuatu yang tidak beres .
" ada apa Alana ?" tanya papanya Alan dengan lembut , di banding kan dengan mamanya papa nya Alan lebih bersahabat kedengaran nya .
" ituu om..." Alana mau menjelaskan situasi dan kondisi ny tapi tidak memungkinkan untuk saat ini .
" cuma mampir doang kok " sambung Alana tersenyum tidak nyaman .
melihat situasi yang tidak memungkinkan membuat Alana tidak mengutarakan niatnya datang kesini .
" Lan kamu sudah kenal kam dengan Fani , mama rencana nya mau jodohkan kalian , karena yang sebelumnya juga gagal karena perempuan nya memlih kabur dari pada kamu ?" ucap mama nya Alan , membuat Alana kaget ....
bukan Alana saja tapi juga Alan hanya saja Alana tidak menyangka mamanya Alan akan mengatakan di depannya saat ini juga .
__ADS_1
to be continue .......