
Part 11 `Alana sakit `
dengan perasaan yang begitu kawatir Agus langsung saja membawa Alana ke mobil tanpa memperdulikan orang lain , bahkan orang tua nya pun Agus abaikan . seakan – akan dunia nya akan runtuh melihat adiknya tidak sadarkan diri , dan juga badan Alana terasa begitu panas , Agus dapat merasakannya walaupun masih di balik baju .
“ pak langsung ke rumah sakit “ ucap Agus saat sudah dalam mobil tanpa menunggu orang tua nya . sedangkan sopirnya langsung jalan tanpa bertanya .karena percuma bertanya jika keadaan Alana seperti ini berarti ada yang gawat jika bertanya .
Beberapa menit berlalu mareka sampai di rumah sakit terdekat , Agus langsung membawa lari Alana masuk ke dalam Rumah sakit itu .
````````````````````````````````````````
Saat Alana di tangani oleh dokter Agus menunggu di luar dengan cemas , dia terus mondar mandir dan sesekali mengusap wajah nya kasar , sampai yang lain datang pun dia abaikan .
Orang tua nya datang dengan pak Aleksa , walaupun dia orang terpandang tetap saja Agus tidak menyapa nya karena menurut nya ini semua salah mareka , jika saja mareka tidak mengajak Alana dan juga pembicaraan konyol apa tadi sehingga dia tidak tahu ,menahu jika adiknya sakit .
Saat di rumah Agus sudah merasa jika Alana sedikit pucat tapi ini salah nya tidak bertanya dan tidak mengecek keadaan nya .
“ bagaimana dengan Alana ?” tanya pak Aleksa , bisa dilihat jika di wajah nya ada sedikit kekawatiran .
“ jangan kawatir pak , dia baik- baik saja “ kata Arman dia sebagai Ayah Alana bahkan tidak ada rasa cemas nya sedikit pun pada anaknya .
“ bagaiaman Ayah tahu kalau Alana baik-baik saja “ kata Agus dengan suara yang tidak bersahabat
“ bukan kah dia Cuma pingsan “ ucapan itu keluar begitu saja tanpa di saring nya lebih dulu .
“ Cuma pingsan . “ Agus bergumam kemudian dia tertawa sinis , bagaiamana mungkin orang tua semakin tidak memiliki perasaan seperti ini .
" terus kenapa kalian kesini jika Alana cuma pingsan " kata Agus tunduk secara tidak langsung dia mengatakan jika mareka tidak perlu untuk datang kesini .
Sedangkan pak Aleksa dan Alan anak nya hanya jadi pendengar mareka bukan orang bodoh jika tidak dapat mengerti denga napa yang terjadi saat ini , mareka paham betul
“ sepertinya romur yang beredar ada benarnya “ kata Alan dalam hati nya .
“ jaga ucapan kamu Agus , dia ayah mu “ sela Nita , dia sedikit tidak terima . kenapa anak nya jadi pembangkang hanya karena satu orang yang tidak pernah mareka anggap.
“ dan yang dalam ruangan itu anak kalian juga “ Agus menekan setiap kata nya , seandainya ini bukan rumah sakit mau nya dia berteriak sekarang tapi dia masih bisa mengontrol diri ,karena adiknya juga masih di tangani dokter
Saat Nita mau menjawab ruangan dimana Alana berada pintu nya terbuka dan ada dokter yang keluar serta disusul brangkar dorong Alana di keluar kan masih dengan mata terpejam dan ada selang infus di tangan nya .
Agus langsung menghampiri adiknya tanpa menunda lagi , dia harus memastikan jika adaiknya baik-baik saja .
“ bagaimana keadaannya dokter ?” yang bertanya bukan Agus melainkan Alan , karena dokter tidak bicara dan juga Agus hanya menggenggam tangan Alana dan dia menangis , ini pertama kalinya dia melihat adiknya begitu damai saat tidur walaupun dia tidak yakin apa kah adiknya tidur saat ini atau masih belum sadarkan diri dari tadi .
“ selama ini dia begitu keliahatan kuat “
Ucap Agus dalam hati , beberapa gambaran Alana yang selalu memberontak dan tidak pernah mau mendengarkan apa yang dia katakana berputar di kepala nya , dan perasaan itu membuat Agus lagi – lagi air mata nya mengalir sendiri . setelah mendengar suara Alan dia mengusap pipinya sendiri , mata nya masih merah .
“ bagaimana keadaan adik saya dok?” tanya Agus juga
Dokter tersenyum kemudian menjawab
“ tidak ada yang perlu di kawatirkan , dia hanya terlalu memaksakan diri sedangkan seumuran dia tidak seharus nya menanggung nya , sehingga tubuh nya drop .tapi saya sudah kasih obat dan setelah dia sadar akan ditindak lanjuti “ kata dokter menjelaskan keadaan Alana
“ bapak boleh mengurus administrasi nya dulu “ sambung dokter
“ baiklah , terimakasih dokter “ ucap Agus tidak lupa dia juga mengucapkan terima kasih .
Setelah itu Alana di antar keruang rawat inap dan tentu saja Agus akan ikut mengantar adiknya lebih dulu kemudian baru pergi mengurus biaya nya .
“ Ayah sama Ibu ada urusan “ kata Arman saat mareka mau sampai di kamar rawat Alana bahkan pintu belum di buka mareka sudah mau pergi .
__ADS_1
Sedangkan Agus tidak menjawab , kali ini dia benar – benar kecewa dengan orang tua nya . dia pikir ini tidak akan bertahan lama , dan suatu hari nanti orang tua nya akan membuka hati mareka untuk menerima Alana .
Bahkan mareka pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Agus .
“ Alan kamu disini temani Agus untuk menjaga Alana , papa akan Kembali “ kata pak Aleksa pamait tapi dia menyuruh anak nya untuk tinggal .
“ tidak masalah pa” jawab Alan .
Waktu pertama ketemu dengan Alana dia mulai penasaran dengan Alana karena dia termasuk pria idaman dan tidak pernah ada seorang pun yang mengabaikan pesona Alan , ini pertama kalinya apa lagi dia seorang gadis . membuat Alan seakan tertarik dan tertantang dengan Alana .
Alan tahu jika perlakuan Alana bukan lah sengaja tapi murni karena dia tidak tertarik dengan nya karena pandangan mata nya yang hanya menatap lurus dan seakan tidak ada orang di depan nya itu menandakan jika dia orang yang tidak mau menerima orang lain dalam hidup nya tapi jika dia berhasil mendapat hati nyam aka dia akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini .
“ tolong jaga sebentar , aku akan Kembali secepatnya “ ucap Agus melangkah keluar dari kamar Alana setelah memastikan keadaan Alana dan posisinya pas Agus keluar untuk mengurus biaya administrasi biaya rawat nya Alana .
Sedangkan duduk di kursih sambil menatap Alana , saat ini Alana masih terus menutup mata nya .
Karena masih dalam pengaruh obat mungkin besok dia akan segera sadar .
“ kenapa orang tua mu begitu mengabaikan mu “ tanya Alan pada Alana seandainya ada yang melihat di kirain dia gila karena bicara dengan orang tidur.
“ aku yakin kalau kamu tu sebenar nya anak emas , bukan anak yang tidak berguna “ kta nya lagi tanpa dia sadar jika kata-kata nya didengar oleh Agus yang baru akan membuka pintu ,
Sekarang Agus merubah pandangan nya terhadap Alan , karena selama ini orang menilai Alana macam- macam sedangkan Alan hanya dengan sekali pandang dia meninggalkan kesan positif .
Tok .. tok…tok
Suara ketukan pintu terdengar dan Alan mengalihkan tatapannya dari Alana . dia tidak mau di anggap tidak sopan .
“Boleh bicara sebentar?” tanya Agus dengan pandangan nya lurus menatap Alana tapi jelas bukan Alana yang dia ajak bicara .
“ hmm silahkan “ jawab Alan
Yang di ikuti oleh Alan .
Mareka bicara banyak Agus sengaja basa basih kemudian langsung pada intinya dia tidak lagi berbelit belit dan langsung mengatakan keinginan nya dan maksudnya .
“ kau bisa jaga dia , dan aku akan pulang dulu . besok pagi aku kesini lagi “ kata Agus mengakhiri obrolan mareka
“ baik lah “ jawab Alan singkat , kemudian dia berdiri dan Kembali masuk ke dalam kamar nya Alana . dan dia pun duduk di sofa ruangan itu untuk mengistirahatkan tubuh nya , sebelum itu dia melihat telepon nya dan banyak pesan dari teman – teman nya , dia hanya melihat tanpa ada niatan untuk membalas nya .
``````````````````````````````````
Hari berganti malam yang gelap telah berganti dengan siang yang diterangi oleh cahaya matahari , Alan terbangun dan setelah mengumpulkan kesadarannya dia menatap ke tempat dimana orang yang dia jaga berbaring tapi dia langsung kaget karena tempat itu kosong .
Dia langsung berdiri dan saat dia mau keluar mencari , terdengar suara air dari dalam WC .
“Huffffff …..” Alan menghembuskan nafas nya kasar kemudian Kembali duduk .
“ aku gak panik kan tadi “ kata nya sendiri dalam hati , begitu sadar dengan Tindakan nya berusan yang seidkit berlebihan menurutnya . tidak seperti diri nya yang biasa nya .
Krekkkk …
Pintu kamar terbuka dan disana terlihat Agus dengan pakaian santai nya , dia berjalan masuk sambil meneteng beberapa paper bag .
“ Alana sudah bangun , kemana dia ?” tanya Agus tenang , melihat tempat tidur adiknya kosong karena memang Alana masih di kamar mandi .
“tu “ kata Alan sambil pandangan kekamar mandi
“ kau boleh pulang , bukannya kau harus sekolah , nanti telat “ kata Agus lagi , menyuruh Alan untuk pulang , karena dia harus sekolah takutnya lambat .
__ADS_1
“ oke “ jawab Alan kemudian dia berdiri dan melangkahkan kaki nya untuk keluar sebelum keluar dia sempatkan diri untuk melihat kearah kamar mandi , Agus sadar dengan Tindakan Alan tapi dia hanya diam saja .
Saat Alan sudah keluar Alana pun keluar dari kamar mandi dan dia melepas jarum infus nya .
“kenapa di lepas dek?” kata Agus melihat jika infus Alana sudah tidak terpasang .
“ susah kak “ jawab Alana singkat kemudian Kembali ke tempat tidurnya dan dia memeriksa apa yang di bawa kakak nya itu .
Tapi ada satu yang dia cri tidak ada disana .
“ seragam ku mana kak ?” tanya Alana terus membolak balikkan barang yang ada disitu
Sedangkan Agus yang dikira nya Alana mencari sesuatu seperti makanan kh , tidak pernah terpikir dalam pikirannya bahwa Alana akan mencari seragam nya walaupun dia sakit .
“kamu kan sakit jadi istirahat saja dlu , gak perlu ke sekolah “ jawab Agus
“ aku sudah sembuh kak , lagian Cuma demam doang “ Alana menjelaskan keadaannya , dia tidak mungkin kan izin hanya karena dia sakit .
“ yoklh pulang , entar telat lagi .” kata Alana
“ dek tunggu “ ucap Agus melihat adiknya mulai melangkah
“ kamu belum sembuh” sambung Agus .
“ aku sudah sembuh kak tadi juga dokter bilang sudah gak ada masalah “ jelas Alana lagi karena tadi pas di abagun memang sudah ada dokter di sampingnya dan dia segera diperiksa jika dia sudh boleh pulang jika mau pulang , lebih tepat nya Alana lah yang tetap bersih keras mau pulang .
Sempat terjadi perdebatan antara Agus dan Alana sebelum mareka pulang dan pada akhir nya Agus menemui dokter Alana dulu sebelum mengiyakan jika Alana pulang hari ini .
Walaupun Alana diizinkan pulang tapi dia masih butuh istirahat . sampai rumah Alana langsung masuk dan dia duduk di ruang tamu sebentar karena tidak di izinkan untuk sekolah maka nya dia santai-santai saja .
“ kakak sudah kasih tahu wali kelas kamu jika kamu tidak dapat masuk hari ini “ kata Agus ikut duduk dengan adiknya .
“hmm oke “ jawab Alana
“ aku baik-baik saja kak , mungkin hanya kecapean karena banyak tugas yang nunggak dan alhamdulillah sudah selesai “ Alana lagi – lagi mengatakan dia baik-baik saja . dia begitu tidak nyaman jika kakak nya tidak kekantor karena dia nanti pasti aka nada drama lagi dengan orang tua tidak punya hati itu .
`````````````````````````````
Saat hari mulai sore Alana berada dalam kamar nya sambil membaca beberapa buku cerita karena bosan maka nya dia sibukkan dengan membaca saja .
Tokk … tokk … tokk ….
Suara ketukan pintu terdengar belum juga Alana beraksi sudah terdengar suara dan pintu nya di buka sendiri
“ hai “ seru mareka serempak
Disana terdapat teman kelas Alana yang lumayan akrab dengan nya . mareka pun langsung masuk dan ikut duduk dengan Alana yang duduk di lantai sambil ada bebrapa bantal yang berserakan didekat nya .
“ sunyi kelas gak ada elo “ kata Lia
“ lebay “ jawab Alana
“ lo sakit apa Al , kami kaget tahu pas bu Liana bilang kalau lo sakit “ tanya Wandi , dan sudah dapat di simpulkan kalau mareka tahu Alana sakit dari wali kelas nya .
“ Cuma kurang istirahat aja “ jawab Alana jujur karena memang akhir akhir ini dia jarang istirahat dan juga makan tidak teratus , tidak seperti sebelum nya walaupun dia juga tidak punya cukup waktu untuk istirahat tapi Naura selalu menjaga pola makan nya , tapi selama menjadi Alana begitu semua jadi baru maka nya , dia butuh waktu untuk adaptasi .
To be continue ……….
sebelum lanjut jangan lupa tinggalkan jejak 😘
__ADS_1