
sebelum lanjut , jangan lupa bagi dukungan nya yah 🤭
.
.
.
.
Alana terus saja berpikir tentang semua yang dialami , serasa seperti mimpi tapi juga nyata .
'apa kah aku mimpi , karena terlalu terbawa suasana dengan cerita novel tapi ini juga nyata bahkan aku sampi pingsan dan belum kembali ke dunia ku ' pikir Alana dalam hati
tapi tetap saja dia belum mendapatkan jawabannya
"akhhh ..... " teriak Alana frustasi
Walaupun sebenarnya dia memiliki pertanyaan atas semua ini hanya saja jika terlalu banyak dia akan mensingkatkan pertanyaan nya yang penting ada yang menjawab nya tapi ini seperti jalan buntu .
Niat Alana yang tadi mau tidur tidk jadi waktu di rumah sakit dia memimpi kan hubungan antara Alana dan Dinda , mareka begitu akrab satu sama lain dan kelihatan jika mareka saling membantu hanya saja terkadang mareka juga membuli beberapa siswa tapi bukan karena keinginan mareka ,
ia pikir itu adalah bunga tidur tapi sepertinya itu adalah sepenggal ingatan lama Alana asli yang dia tidak dapat waktu pertama kali .
" pantas ad yang berbeda " gumam Alana
" tapi ini memang beda sih dari awal " sambung Alana mengacak rambut nya sambil mengusap wajah nya frustasi.
" hufff" Alana menghembuskan nafas nya kasar
kemudian dia mencob menetralkan perasaan nya dengan menarik nafas berulang-ulang .
" tenang Naura , kau bertahan selama ini pasti bisa . walaupun sulit menjadi Alana tapi kau harus bertahan pasti ada sesuatu yang akan kau temui disini " ucap nya mencoba menyemangati diri sendiri .
Waktu pertama kali datang Naura mengucapkan akan menjadi Alana tapi setelah beberapa hari ini menjadi Alana , dia sadar menjadi orang lain bukan lah pilihan terbaik .
waktu terus berlalu Alana masih saja belum istirahat padahal sudah hampir 3 jam dia di tempat tidur nya itu .
"sudah malam , kak Agus sudah pulang belum yah?" Alana bangun dari tidur nya kemudian keluar kamar nya untuk bertanya apa kakak nya sudah pulang belum .
saat turun tangga dia melihat Bi Ida .
"Bi ....." panggil Alana
Bi Ida yang di panggil segera menoleh ke sumber suara tadi dan langsung menghampiri Alana yang juga menuju ke arah nya .
" ada apa non?" sebelum Alana berbicara Bi Ida lebih dulu bertanya .
" kak Agus dah pulang ? belum?" tanya Alana
" belum non" jawab Bi Ida sambil geleng-geleng kepala.
" ya udah , kalau sudah pulang tolong kasih tahu yah bi " Alana meninggalkan pesan pada asisten rumah tangga nya itu . karena malas lagi dia jika haru turun bertanya .
" iya non, siap " jawab Bi Ida mantap
" non mau langsung makan malam? , makanan nya sudah siap" Bi Ida bertanya langsung kepada Alana
" iya bi " jawab Alana kemudian dia langsung ke meja makan . dia tidak menunggu Agus karena memang di rumah ini orang pada kaum sibuk semua jadi biasa nya jika ada makan malam itu bagaikan suatu betkah ,dan yang selalu terjadi hanya sarapan bersama saja .
' kak Agus jangan di tungguin, nanti dia makan di luar yang ada aku kelaparan ' ucap Alana dalam hati .
dan ia pun melanjutkan makan malam nya walaupun sendiri tapi dia tetap menikmati nya mungkin karena sudah terbiasa .
Alana sudah mengajak semua pelayan rumah nya untuk makan bersama tapi mareka mengatakan takut nanti di marah oleh tuan besar punya rumah ,
Alana tidak mau mempersulit mareka maka nya tidak memaksakan diri , karena jika terjadi masalah dia saja bingung bagaimana melindungi diri nya sendiri , jadi dia tidak sok kuat bis melindungi orang lain , ambil aman nya saja lah itu lah yang dia pikirkan .
Setelah makan Alana segera kembali ke kamar nya tidak lupa mengucapkan terimakasih walaupun itu memang tugas mareka tapi dia mengatakan tugas 'ku juga mengucapkan terimakasih ' Alana suka mengatakan itu dalam kehidupan nya menjadi Naura ,
Alana pun berlalu pergi ke kamar nya .
sekarang Alana sudah berada di kamar nya , Alana segera memeriksa buku pelajaran nya dan benar saja tulisan tangan mareka sama .
yang aneh adalah bukan seperti ini tulisn tangan Naura tapi dia mengikuti tulisan tangan Alana asli .
'bagaimana bisa ' tanya nya dalam hati
Naura bahkan tidak bis menulis seerti tulisan nya waktu di dunia nya .
" lupakan tentang hal yang membingungkan . waktu nya belajar" ucap Alana pada diri nya sendiri .
semakin di pikir , semakain banyak pertanyaan yang tidak ada jawaban nya sama sekali.
__ADS_1
Alana lanjut dengan aktifitas nya sambil menunggu kakaknya pulang tapi karena kelelahab dia tertidur , karena posisi Alana tengkurap maka nya dia langsung tertidur.
tapi karena posisi yang tidak nyaman Alana terbangun dari tidurnya.
"akhh .. leher ku " ucap Alana terbangun sambil memegang lehernya yang terasa sakit .
Alana segera menoleh ke jam yang ada di kamarnya .jam menunjukkan pukul setengah dua
"apa kak Agus pulang ?" tanya Alana dengan bingung karena tidak ada panggilan dari Bi Ida berarti kak Agus belum pulang itu lh yang Alana pikirkan .
"hmm " Alana segera duduk dan membereskan buku-bukunya , dan menyimpan nya kembali ke tempat asal nya .
Alana melangkahkan kki nya ke kamar mandi karena tadi dia belum brus gigi gara - gara ketiduran.
setelah dari kamar mandi Alana melanjutkan tidur nya tapi sebelum baring
" haciuhmmmm" Bersin Alana
" haciuhmmmm" .....
" hmm apa aku belum sembuh , kenapa tubuh ini lemah sekali?" tanya nya kemudian membaringkan tubuh Alana.
batu sebentar tidur di bawah masa Alana langsung masuk angin .
" seperti nya aku harus sering - sering olahraga lagi karena stamina tubuh ku sekarang sepertinya down. " ucap Alana dan segera ia menutup mata untuk melanjutkan mimpi nya yang tertunda .
Alana segera tidur dan memutuskan untuk bertanya kepada Kak Agus besok saja lagian ini sudah tengah malam memang waktunya tidur untuk mengistirahatkan tubuh dan juga otak .
*****@*******@**********@*********@
matahari sudah menampakkan diri nya yang begitu terik pada hari ini yang menandakan bahwa malam yang gelap namun tetap indah dengan di hiasi oleh bintang - bintang langit telah berganti .
saat ini Alana baru kembali dari lari pagi , dan benar saja dia tidak pergi begitu jauh tapi tubuh nya begitu kelelahan.
' lemah sekali tubuh ini ' ucap nya dalam hati .
Alana segera ke kamar nya untuk membersihkan diri karena dia harus berangkat sekolah hari ini .
setelah mandi Alana segera memakai seragam sekolah nya tidak lupa mengecek kembali perlengkapan dan juga alat tulis nya . setelah memastikan lengkap semua nya baru lah dia melanjutkan langkah nya untuk ke meja makan .
dan saat turun tangga Alana menemukan jika meja makan sedang kosong .
" kemana semua orang bi" tanya Alana tidak bersemangat .
" kalau kak Agus ?" tanya Alana . dia hanya butuh kakak nya karena dia ingin menanyakan sesuatu jika seperti ini akan tertunda lagi .
" huff " Alana menghembuskan nafas nya kasar .
" sama non ,tuan Agus semalam tidak pulang dan kata nya akan kembali besok " jawab Bi Ida membuat Alana patah semangat pagi ini .
bagaimana di saat seperti ini kakak nya tidak ada , jika bertanya pada Alan pun percuma karena tidak akan dapat jawaban .
jika Alan ingin memberitahu Alana sudah dia lakukan pas kemarin Alana bertanya . tapi tidak tahu apa yang begitu rahasia .
membuat Alana penasaran dan sekarang dia merasa dongkol dengan diri nya sendiri .
" terus kenapa begitu banyak makanan bi " tanya Alana heran , dia hanya sendiri tapi kenapa begitu banyak di sajikan .
" agar non Alana boleh memilih" Bi Ida selalu seperti ini . dia memanjakan Alana saat kakak dan juga orang tua Alana keluar dalam perjalanan bisnis .
" tapi ini jika tidak habis akan membazir bi" ucap Alana .
" panggil yang lain nya kita sarapan sama- sama " sambung Alana dia mendapatkan ide , lagian orang tu nya tidak ada dan juga kakak nya pun tidak ada , berarti tidak masalah kan .
" tapi non...." ucap Bi Ida tergantung
" jangan kawatir bi , gak masalah lagian kan hanya Alana di sini .
Alana paham apa yang di kawatir kan bi Ida maka nya di mencoba memberi pemahaman jika ini semua bukan masalah .
Alana dan semua pelayan rumah termasuk sopir nya makan di meja makan yang sama , bawahan dengan atasan tidak berlaku di Alana dia memperlakukan mareka semua sama .
karena menurut nya status yang tinggi bukan karena kita memiliki harta banyak tapi dengan menghargai dan juga menyanyangi satu sama lain tanpa membedakan antara miskin dan kaya .
bukan kah soal harta urusan tuhan , manusia cuma bisa berusaha dan berencana tpi bukan manusia yang akan memutuskan , ada sang pencipta yang akan memutuskan.
setelah sarapan Alana segera berangkat ke sekolah takut nya jika di tunda dia akan terlambat .
pas di jalan mobil nya berhenti di tepi jalan .
" ada apa pak?" tanya Alana karena mobil berhenti tanpa di suruh .
" sepertinya ban nya bocor non " jawab Pak Dadang sambil
__ADS_1
" tunggu sebentar , saya cek dulu " smbung nya kemudian turun dari mobil .
beberapa saat Pak Dadang kembali dan mengatakan jika ban nya bocor tapi dia sudah menghubungi bengkel sebentar lagi sampai .
" bapak disini saja biar saya jalan kaki , sudah tidak terlalu jauh juga " ucap Alana keluar dari mobil .
Pak Dadang ikut keluar melihat Alana keluar.
" nona yakin mau jalan kaki?" tanya nya tidak yakin
" iya pak " Alana kemudian melangkah kan kaki nya untuk ke sekolah .
jalan lumayan ramai karena memang sekarang lagi waktu nya orang berangkat kerja .
pas dekat dengan sekolah nya Alana melihat Dinda juga berjalan kaki untuk ke sekolah .
" Dinda..." panggil Alana melihat punggung teman nya itu , tidak tahu kenapa Alana nyaman berteman dengan Dinda dia bisa merasakan ketulusan Dinda .
" tuan putri kita jalan kaki" ledek Dinda pada Alana , sedikit heran kenapa Alana jalan kaki .
" kau ini " Alana memukul pelan dengan Dinda ,ia berlari kecil tadi menuju Dinda maka nya cepat sampai dan juga memang jarak mareka yang tidak terlalu jauh .
" ayo cepat sebelum terlambat " ajak Alana menarik tangan Dinda kemudian mareka jalan beriringan .
dn benar saja mareka terlambat dengan Apel pagi sudah di mulai .
" ayo buat barisan baru " ucap Alana tidak bersemangat .
dulu di kehidupan sebelumnya dia tidak pernah terlambat karena saat terlambat dia merasa malu tapi sekarang dia akan menikmati nya tanpa merasa begitu malu karena ini bukan juga dia sengaja jadi bukan salah nya juga .
salahkan saja ban yang tiba - tiba bocor , ehehehh .
hanya mareka berdua yang terlambat hari ini .
Alexandre sebagai ketua OSIS sering di sapa Andre menghampiri mareka .
" sudah beberapa hari kau tidak terlambat Alana sekarang terlambat lagi ?" ucap Andre yang mengenal Alana dengan kelakuan bad girl nya tapi beberapa hari ini dia tidak terlambat lagi dan tidak buat masalah .
" hmm , hukuman nya apa? " tanya Alana langsung
karena dia malas basa basih apa lagi dengan orang yang tidak di kenal tentu saja Alana tidak mengenal nya karena dia adalah Naura beda dengan Alana yang asli begitu kenal dengan tukang hukum satu ini pembantu guru BK .
" lari keliling lapangan 5 putaran " ucap Andre serius
" 5 saja " tanya Alana dapat senggolan tangan dari Dinda .
" mau tambah ?" tanya Andre
Alana hanya menggeleng kan kepala nya pelan sedangkan Dinda .
" tidak - tidak " jawab nya cepat .
dan mareka pun seger melakukan hukuman nya Alana memimpin jalan dia berlari di depan . menurut ny ini bukan masalah karena dia suka dengan apa pun itu yang berhubungan dengan olah raga .
hanya saja tubuh ini begitu lemah jadi dia berlari sedikit capek .
' baru segini saja aku sudah capek ' ucap Alana dalam hati dia tidak tahu apa kah Alana sebelum nya tidak pernah olahraga atau bagaimana kenapa tubuh nya begitu lemah .
" Al lo cepat banget" ucap Dinda baru sampai
" normal kan dulu nafas mu baru ngomong " Alana hanya menatap malas teman nya satu ini , nafas ngos ngosan masih saja bicara .
" setelah ini kalian bisa kembali ke kelas " ucap Andre menghampiri mareka .
"oke " Jawab Dinda sedangkan Alana lagi malas bicara dia hanya mengangguk kan kepala nya saja .
" oya Din , nanti di rumah ku saja kau bermalam , kak Agus dan orang tua ku tidak ada jadi aman . " ucap Alana
" hmm boleh deh , besok kan minggu kita bisa party , hahahaha " jawab Dinda cepat
" boleh di atur " jawab Alana sambil berdiri , dia menepuk nepuk pantat nya untuk membersihkan bekas duduk nya yang duduk begitu saja tanpa Alas .
Dinda mengikuti langkah Alana dan mareka segera kembali ke kelas .
" gak akan ada masalah kan Na , " ucap Dinda tiba - tiba , menghentikan langkah Alana
" jangan kawatir, " Alana hanya mencoba menghibur Dinda karena dia juga tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah Dinda karena dia tidak berpengalaman dalam hal ini .
salah nya sendiri yang selalu menghindar dari masalah sekarang dia bingung sendiri....
to be continue....
terimakasih pada yang sudah mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak yah 🙏 ba bayeee 😘🤗
__ADS_1