
sebelum lanjut jangan lupa tinggalkan jejak yah 🙏😘
.
.
.
.
.
.
.
part 20
" apa arti seorang anak menurut mu?"
pertanyaan itu tidak memiliki jawaban Karena mareka sama - sama masih seorang anak belum menjadi orang tua maka nya dia hanya berpikir seperti itu .
setelah mengeringkan rambut nya Dinda mareka segera keluar dari kamar Dinda dan melanjutkan perjalanan nya .
" sekarang kita kemana dulu " tanya Dinda
" yok cari makan dulu , aku belum makan dari siang " Alana cemberut mengingat dia belum makan .
" okey , let's go" Dinda begitu semangat dan Alana tersenyum melihat Dinda tidak sedih lagi ini lah yang Alana mau , semua orang bisa tersenyum apa lagi orang yang dekat dengan nya .
mareka hanya berjalan kaki sambil melihat - lihat sekeliling nya .
" Din lihat di situ ada buka lowongan" tunjuk Alana pada sebuah restoran,. tidak besar tapi lumayan
" kita kesana " sambung Alana menarik Dinda
" tunggu Naa.... " Dinda menghentikan langkah Alana
" Ada apa ?" Alana menaikkan salah satu alis
" sebenarnya yang mau kerja aku apa kau , kenapa kau yang begitu antusias, hmmm ?" tanya Dinda
" kita berdua " ucap Alana sambil menunjuk diri nya sendiri kemudian berganti menunjuk Dinda lagi .
" kenapa kau harus kerja juga ?" Dinda di buat semakin bingung dengan Alana
" nanti aku jelaskan" ucap Alana menarik Dinda lagi .
jika Alana bercerita sekarang yang ada sampai malam gak kelar kelar dah .
Dinda hanya mengikuti langkah Alana , mareka segera ke restoran itu dan saat mareka masuk ada yang menyambut mareka .
" selamat datang, silahkan" ucap pelayan itu sambil tersenyum
" terima kasih" jawab Alana dan Dinda bersamaan tidak lupa juga membalas senyuman pelayan tadi .
mareka melihat - lihat sekeliling dan memutuskan untuk bertanya di kasir nya saja .
" kesana " ajak Dinda pada Alana sekarang dia yang memimpin jalan .
" permisi mbak , apa lowongan kerja nya masih ada ?" ucap Dinda sopan .
" maaf mbak sudah ada yang mendaftar, itu kertas nya baru mau di lepas " jawaban nya membuat semangat Dinda hilang
" yah udah , makasih mbak " Bukan Dinda yang menjawab melainkan Alana .
Alana segera menarik tangan Dinda pergi dari sana .
__ADS_1
" ayo lah Din , kit baru masuk sekali kan . kenapa kau langsung hilang semangat" kata Alana langsung pas mareka sudah di luar restoran karena melihat Dinda yang hilang semangat .
" susah yah cari kerja " timpal Dinda pelan
" baru juga pergi satu tempat Dinda Kirana Larasati" ucap Alana menyebutkan nama lengkap nya Dinda
" eheheheh " Dinda hanya terkekeh pelan
" sudh kita harus semangat , sekarang cari tempat untuk makan yok " ajak Alana lagi
" aku lapar " sambung nya , sambil memegang perut nya yang datar itu dan minta di isi .
" Untung tidak bunyi" Dinda tertawa pelan saat membayangkan bagaimana jika tadi perut Alana berbunyi karena dia lapar .
" hais kau ini " Alana memukul pelan lengan Dinda
" oke ... oke ... oke ... " Dinda mengalah dan berhenti mengejek Alana
"kau mau makan dimana ?" tanya Dinda sambil melihat sekeliling nya . ada beberapa pedagang kaki lima yang menjual makanan .
" beli cemilan saja kali yah " Alana melihat ada aa saja yang di jual dan dia membuat keputusan untuk hanya membeli cemilan.
" memang kenyang cuma makan cemilan ?" tanya Dinda karena menurut nya makan cemilan tidak kenyang . dia harus makan nasi jika lapar
" hmm iya " Alana hanya mengangguk meng iya kan .
" terserah kau saja " pasrah Dinda karena memang perut orang tu beda - beda .
" kita beli cilok itu kemudian beli air nya es teh " ajak Alana menunjuk penjual di seberang jalan
" oke " jawab Dinda
Dan mareka segera menyebrang jalan untuk ketempat dimana penjual cilok itu .
tidak lupa melihat kanan kiri agar aman menyebrang.
" tunggu sebentar yah neng " kata si penjual cilok .
Alana hanya mengangguk kepala sambil tersenyum sebagai jawaban nya .
tidak lama mareka menunggu pesanan nya siap dan tidak lupa pula Alana memesan es teh nya .
sekarang mareka melanjutkan jalan nya sambil memakan cemilan nya .
" Na , gak papa kah kita makan sambil jalan begini ?" ucap Dinda tiba - tiba
" kenapa memangnya?" tanya Alana santai
" gak sopan tahu " timpal Dinda
" ayok lah , ini suka tidak sering" Alana mengatakan jika tidak apa lah karena bukan nya sering.
" tapi apa kata orang nanti " jelas Dinda khawatir
" kenapa harus memikir kan apa kata orang , Din kita punya kehidupan kita sendiri dan ini waktu nya gak pas kalau kita mau makan smbil duduk , kita harus menghemat waktu jangan pikir kan apa yang orang pikir kan karena mareka hanya tahu mencari salah kuta saja tidk bakalan bantu masalah kita " oceh Alana panjang lebar,
menjelaskan pada Dinda lebih sulit dari pada rumus fisika , dia seperti matematika yang terkadang soal nya harus di selesaikan tanpa rumus .
" kau tahu dulu aku pernah memikirkan tentang orang lain bagaimana mareka menanggapi ku tapi setelah sekian lama aku perpikir tidak ada untung nya buat ku " lanjut Alana
" kau tidak perlu terlalu khawatir tentang pandangan orang pada mu , lakukan saja yang menurut mu benar , tidak perlu membuat orang suka pada kita karena bagaimanapun usaha mu jika mareka memang membenci kita, pasti salah dimata mareka apa pun yang kita lakukan " jelas Alana ,
orang yang pada dasar nya membenci akan terus melihat kita salah tidak peduli apa yang kita lakukan.
tapi memang itu lah Manusia kebanyakan suka mencari kesalahan orang lain tanpa melihat diri nya sendiri.
" aku paham hanya saja , kau tahu kan pasti ada yang membenci ku maka nya aku jadi seperti ini ." ucap Dinda mendongak kan pandangan nya karena mata nya rasa perih , dia takut akan menangis lagi .
__ADS_1
" aku tahu apa yang kau khawatir kan Din , tapi biar lah semua berjalan bagaimana seharus , kita lakukan apa yang harus kita lakukan. oke ..." Alana mencoba menguatkan Dinda tanpa terlalu memikirkan masalah nya yang begitu membuat nya sedih .
' aku tahu ini egois Din , sebagai teman aku harus nya memberi tahu mu solusi yang tepat , tapi aku bingung harus mengatakan nya seperti apa . hufff
posisi ku juga lagi di ujung tanduk , bagaimana aku bisa menolong mu sedangkan diri ku sendiri tidak tertolong '
Batin Alana melihat Dinda , Alana tahu ini keputusan yang egois tapi apa ada pilihan lain .
jika ada maka dia tidak dapat melihat pilihan lain sekarang mungkin karena lelah dengan kehidupan dimana memikirkan perasaan orang tapi perasaan sendiri di abaikan begitu saja.
" sekarang kita lanjut , sudah mulai senja ni" ucap Alana dan dia pun melangkah kembali kaki nya yang di ikuti Dinda .
suasana segera kembali normal seperti semula , mareka bercanda sambil terus jalan dan juga memakan makanan mareka .
tidak terasa waktu menunjukkan pukul tujuh malam dan sekarang mareka sudah perjalanan pulang .
" syukur kita dapat kerja yang ini , walaupun pun tidak seberapa tapi lumayan dan tidak jauh dari sekolah" kata Dinda
mareka mendapat pekerjaan di toko minimarket dan mareka mengambil shiff malam .
" iya setelah gagal dua kali akhir nya " Alana juga senang karena hari ini mareka membuah kan hasil .
yang kedua kali mareka juga mendaftar di restoran tapi lowongan yang di cari tinggal kali - laki sedangkan bagian perempuan sudah ada yang isi .
tapi mareka terus mencari tanpa menyerah Dinda tidak seperti pertama di tolak karena dia yang membutuhkan maka nya butuh perjuangan.
" Din gimana kalau kau pindah kos saja , dekat minimarket tadi ada rumah yang di sewakan , " ucap Alana
" tapi Na , tabungan ku sudah tidak cukup" kata Dinda memang tabungan nya sudah terkuras
" aku punya , " Alana mencoba membantu
" gak " tolak Dinda cepat .
" aku mau kau pindah karena , itu dekat dengan sekolah dan juga tempat kerja kita Din " jelas Alana
" dan .. " Alana menjeda sedikit ucapan nya
" dan " ulang Dinda penasaran
" mungkin ku akan tinggal bersama mu nanti " kata Alana mencoba santai
" hmm . ini ada hubungannya dengan kau mencari kerja " tebak Dinda dan di anggukkan kepala oleh Alana .
" kau tidak mau mengatakan pada ku ?" tanya Dinda sambil menggoyang goyangkan Tangan Alana .
" aku di jodohkan tapi kau tahu kan aku tidak mungkin menjalin hubungan tanpa cinta , hubungan tanpa cinta bagaikan makan tanpa garam ,ada tapi tak terasa " jelas Alana
hufff , Alana menghembuskan nafas nya kasar
" biasa lah Na , orang tua kita yang penting mareka dapat untung tidak memikirkan perasaan kita , haaaaa" ucap Dinda dramatis.
" lebay, aaaa.." Alana mentoer jidat Dinda
" yok pulang" Alana menarik tangan Dinda dan mareka segera kembali ke tempat masing-masing.
Alana dan Dinda naik angkutan umum sampai di kos nya Dinda kemudian dia naik ojek untuk pulang ke rumah orang tua nya.
sampai di rumah Alana melihat rumah yang hening dia menyimpulkan orang tua nya belum pulang lagi dari perjalanan bisnis .
" baru pulang......" satu kalimat itu membuat Alana menghentikan langkah nya dan menatap siapa yang berbicara dan ......
to be continue .....
assalamualaikum readers tercinta disini dulu yah , InsyaAllah nanti sambung kalau cukup waktu 🤩😘😘
jangan lupa tinggalkan jejak yah zeyeng , eheheheheh🙏😅
__ADS_1