
Part 7 “ aku apa kau yang cari perhatian”
Alana tidak dapat mengontrol emosi runtuh sudah pertahanannya , bagaimana pun juga sekarang ini dia lapar , kenapa mareka terus mencari cara be rurusan dengan nya .
setelah melihat keadaan nya seperti itu , Alana memutuskan untuk pergi dan dia buru bur uke kelas sebelum dia malah membuat keadaan lebih kacau karena juga te bawa emosi , Alana paling benci dengan orang yang berani ,meneriaki nya . memang nya dia siapa , hufffff
saat sampai di kelas sudah banyak teman kelas nya yang datang , Alana langsung duduk di bangkunya dan kemudian mengeluarkan air mineral dan sebungkus roti yang kemarin dia beli
“sial … sial… sial… “ gerutu Alana pada dirinya sendiri dia seakan melampias kan kesal nya pada makanan , Alana memakan dengan perasaan jengkel . dan itu di perhatikan dengan teman sebangku nya , orang yang melihat Alana merasa heran .
“ apa kah kau dendam dengan roti itu ?” kata orang di sebelah Alana
“ hmm .” hanya deheman yang bisa keluar dari mulut Alana
Alana berulang kali untuk menarik nafas Panjang dan menghembuskannya untuk menetralkan perasaan nya dia seakan mau membanting orang sekarang , beraninya ada yang membuat mood nya rusak pagi – pagi buta macam begini .
Tidak terasa bel sudah berbunyi yang bertanda pelajaran akan di mulai , sebelum itu akan di adakan apel pagi dulu seperti sebelumnya .
Kring .. kring .. kring …
Suara bel terdengar begitu nyaring terasa di telingah Alana . kemudian semua siswa siswi keluar untuk mengikuti apel pagi tidak semua juga yang pergi karena ada beberapa anak yang nakal pasti suka membuat onar .
Setelah apel pelajaran pun di mulai dan sekarang adalah jam fisika dan gurunya adalah Bu Liana
“ pagi semua “ sapa Bu Liana saat sudah duduk di kursi yang ada di depan yang khusus memang untuk guru yang mengajar .
“ pagi juga bu “ jawab murid semua serentak tak terkecuali Alana dan sekarang waktu nya belajar agar kesal nya hilang .
“ ayo kita mulai “ ucap Alana pada dirinya sendiri
“ oke baiklah kita lanjut materi kita yang minggu lalu , sepertinya ini pertemuan terakhir untuk bab ini jadi minggu depan kita ujian yah , dan yang tugas nya belum lengkap agar segera di lengkapi . “ kata bu liana Panjang kali lebar sama dengan luas .
Setelah itu pelajaran pun berlanjut dan kali ini Alana serius dalam memerhatikan walaupun dia sudah tautentang materi ini tapi dia perlu mereviewu Kembali , mana lah tau ada yang hilang kan . ahahahah
Saat pelajaran berlangsung Alana menyadari sesuatu kalua ada yang salah dengan hitungan di papan tulis .
“bu maaf , itu” kata Alana sambil tunjuk tangan
“ iya kenapa Alana “ kata Bu Liana
“ bu dari rumus kan sudah kita tahu dan seharus nya hasil nya itu bukan seperti itu , ibu tadi tidak mengalikannya dengan volumenya bu .” kata Alana menjelaskan
Dan hal itu sukses membuat teman kelas nya bengong bahkan rata – rata dari mareka menganga , mebetulkan sungguh mareka tidak percaya dengan yang berusan mareka dengar Alana mengomentari kerjaan guru fisika , haaa
“ ohh iyah ibu lupa “ kata bu liana setelah memerhatikan Kembali papan tulis yang ada di depannya
“ kalua begitu boleh tolong ibu betulkan Alana “ kata Bu Liana , dia melakukan itu untuk mengetes Alana ,,
karena dari tugas yang dia kumpul hampir semua mendapat nilai sempurna kecuali Bahasa inggris dia sedikit lemah di situ dengan Bahasa Indonesia , dari pengamatan bu Liana bahwa dia lemah di Analisa .
“ tidak masalah bu” kata Alana kemudian naik maju kedepan dan mengerjakan soal tidak lebih tepat nya memperbaikinya , bahkan dia menghitung hanya dengan menggerak gerak kan jari nya tanpa mengcakar , teman – teman nya sulit mempercayai itu .
Tidak butuh waktu lama dia menyelesaikan nya .
“ sudah bu “ kata Alana sambil menyerahkan spidol itu kenbali ke bu Liana
__ADS_1
“ terimah kasih Alana “ ucap bu Liana dia bangga dengan Alana walaupun juga heran
“kamu bisa Kembali ke tempat duduk kamu” kata Bu Liana mempersilahkan Alana Kembali ke tempat duduk nya . Alana mengucapkan terimakasih dan Kembali ketempat duduknya
“ terimah kasih bu”
Alana mengabaikan teman nya yang menatap tidak percaya dengannya , sekarang dia hanya perlu belajar tanpa mempedulikan sekelilingnya karena dia butuh sesuatu yang bisa meredakan kesal nya tadi , dan satu satu nya cara yaitu belajar .
dari dulu jika dia ada masalah pasti dia akan belajar , menjadikan belajar adalah pelariannya dia maka jangan heran dia begitu pintar .
Setelah pelajaran usai sekarang waktunya istirahat ,dan banyak dari mareka berkumpul di tempat Alana tapi tidak ada yang mulai bicara , mareka hanya mengamati Alana . Alana menyadari akan hal itu tapi dia seakan bodo amat ,
“ kau tidak mau menjelaskan sesuatu Alana “ kata salah satu dari mareka yang Bernama Wandi dia adalah ketua kelas mareka .
“kalian butuh penjelasan apa , bukannya tadi ibu sudah menjelaskan nya kenapa kalian tidak bertanya saja sebelum ibu keluar .” jawab Alana , Alana paham dengan arah pembicaraan mareka hanya saja dia sengaja . Alana lihat semua reaksi teman teman nya dan menurutnya itu lucu . ahahahha dia tertawa dalam hati . sebelum dia telepas tawa Alana mengubah topik
“kalian tidak ma uke kantin ?” tanya Alana dan teman – teman nya hanya diam
“ oke ,… oke … oke , sekarang kita ke kantin aku yang ,traktir . kalian akan paham dengan sendirinya nanti yang jelas sekarang kalian harus menyiapkan mental sebab sekarang aku tidak akan memberikan kalian peluang untuk menjadi juara kelas bahkan juara umum ,akan aku rebut “ kata Alana menjelas kan dan dia tersenyum miring
Kemudian Alana bergerak keluar kelas tapi teman nya bahkan belum bergerak karena merasa bahwa ini pasti mimpi .
“apa kah aku mimpi” kata mareka hampr serempak, kemudian mareka Kembali mendengar suara Alana
“ jika kalian tidak bergerak makanan di kantin akan habis “ kata Alana sebelum dia benar benar keluar dari kelas , kemudian mareka semua menyusul
Saat mareka sudah sampai dengan Alana , Alana mengucapkan sesuatu yang membuat mareka berlari untuk menentukan siapa yang paling duluan sampai .
“ siapa yang duluan sampai di kantin , aku akan memberikan contekan tugas fisika yang tadi “ kata Alana dan dia berlari lebih dulu .
kemudian semua nya mengikuti nya . mareka berlari sambil tertawa dan itu pandangan Langkah , semua siswa melihat ke mareka dan Alana lah yang menjadi pemimpin nya karena biar pun dia perempuan belum ada yang pernah mengalahkan nya dalam berlari .
“ aku yang sampai duluan” kata Alana bangga
“ kau culas Al , kami belum siap kau sudah lari di luan “ kata Fandi tidak terima
“ iyah , bahkan dia lari paling kencang , seharusnya kan dia tidak lari “ kata sintia
Mareka berkomentar sedangkan yang lain sibuk mengatur nafas , bagaimana pun mareka langsung lari kencang sedangkan tidak pemanasan .
“sudah lah kalian saja yang lambat . ahahahaha” kata Alana tertawa lepas dan dia tertawa karena melihat teman nya yang susah menarik nafas tapi tetap saja mengomel . menurut Alana mareka lucu . sedang tidak jauh dari arah mareka ada seseorang yang dari tadi memerhatikan dia dan saat Alana tertawa dia ikut tersenyum seakan tawa Alana adalah magnet bagi nya.
“ dia selalu bertingkah aneh tapi lucu” ucap nya dalam hati . kemudian dia lanjut dengan kegiatan nya
“ sudahlah , kalian satu kan meja lepastu sebagiannya ikut aku kita pesan makanan dan tentunya dengan minuman “ kata Alana beranjak dari tempat duduknya yang di ikuti beberapa dari mareka sedangkan yang tinggal mareka segera menyatukan meja dan kursih sesuai jumlah mareka .
“ oke selamat makan” kata Ayu dial ah yang paling semangat kalua soal makan , di tanggapi dengan anggukan saja dengan teman -teman nya dan mareka pun mulai makan , ada yang makan sambil mengobrol tapi Alana hanya sesekali saja jika mareka menayai nya baru lah dia akan bicara .
Itu sudah menjadi kebiasaan Alana ia tidak terbiasa makan sambil mengobrol .
Meja mareka lah yang paling rebut sehingga menarik perhatian seisi kantin tapi lihat lah mareka seakan tidak peduli , memang tidak peduli si.
Banyak dari kelas lain menatap iri , bagaimana mungkin mareka bisa begitu akrab dan seakan tidak punya beban .
“ Al lo gak mau gitu ajarin kita fisika ?” tanya Wandi , dia lemah di fisika bahkan hampir seleruh kelasnya lemah di fisika itu lah kelebihannya mareka wali kelas guru fisika tapi mareka bahkan tidak ada yang jago di bidang itu .
__ADS_1
tapi tadi setelah melhat cara Alana mengerjakan soal mareka seakan mendapat cahaya keberuntungan .
“ kerumah lah nanti kita kerjakan bareng bareng Jadi semua bisa paham “ kata Alana santai
Tapi temannya berhenti makan dan menatap Alana
“ tapi Al..” kata Sintia tidak dia teruskan dan Alana paham apa yang mareka kawatirkan , karena semua teman kelas nya tahu bagaimana Alana di anggap angin lewat oleh orang tua nya.
“ kalian jangan mengkawatir kan sesuatu yang tidak perlu “
“ semua aman terkendali “kata Alana agar teman – teman tidak kawatir .
Memang kelas mareka adalah yang paling bar bar tapi mareka begitu peduli mareka juga kurang senang waktu Alana bergabung dengan Dinda sekarang Alana tidak lagi bergabung dengan Dinda maka nya mareka juga merasa Bahagia , mareka tidak merasa banyak perubahan Alana karena Alana sebelumnya juga berprilaku baik dengan teman sekelas nya , hanya dengan teman sekelas nya lah dia menunjukkan sikap baik nya bukan myang buruk .
“ bagaimana kalua kita belajar di kafe kek, kalua gak di restoran kah , atau di taman “ usul Kamelia yang sering di panggil Lia.
“setuju” jawab mareka serempak yang entah setuju dimana karena banyak tempat yang Lian sebut tadi.
“ kalian setuju – setuju saja , memang kalian semua sepemikiran , nama yang di sebut dengan Lia banyak dodol” kata Alana cemberut dia kesel dengan teman – teman nya ini .
huffff Alana menghembuskan nafas kasar .
“ yang jelas mareka setuju bukan di rumah lo Al” kata Lia lagi .
“ memang kenapa dengan rumah ku “ tanya Alana .
prank ….. belum sempat mareka jawab , mareka di kagetkan dengan seseorang yang menjatuhkan mangkok bakso nya .
belum juga mareka bereaksi lagi- lagi mareka di kagetkan dengan suara seseorang yang begitu terdengar nyaring .
“ Alana lo apa- apa ‘an haa , belum puas lo tadi pagi dorong Indah “ kata Riki belum sempat dia melanjutkan ucapannya Alana memotong nya
“ tunggu “ ucap Alana dengan ekpresi bingung dan tidak percaya
“ ini maksudnya apa?”
“ jangan sok tidak tau lo “ kata Riki jengkel
“ kau bilang , aku melakukannya segala sesuatu untuk menarik perhatian mu tadi kan “ Alana menjeda ucapan nya dan melihat semua reaksi orang semua perhatian tertuju padanya
“ kenapa sekarang aku merasa kalian lah yang selalu berusaha menarik perhatian ku . disini lebih dulu aku , yang menjatuhkan mangkok nya dia , aku Cuma duduk sambil ngobrol dengan teman- teman ku , apa karena kejadiannya di samping ku maka aku lah penyebab nya , iya ?” kata Alana Panjang lebar , dia begitu percaya diri satu kata untuk diri hanya keren .
dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang di depannya ini , bukannya dia pintar tapi kenapa Alana merasa mareka ini begitu bodoh .
“ kalua dengan kejadian ini orang di sebelah nya penyebab nya seharus nya antara aku dan dia “ tunjuk Alana dengan seorang siswa yang ada di sebelah meja mareka .
“ jangan ngeles lo , bilang aja lo gak puas kan nindas Indah pagi tadi “ ucap Riki lagi
“ terserah , kenapa kau tidak bertanya dengan pacar mu itu ,kenapa dia bisa jatuh dan tiap kali dia jatuh pasti di dekat ku” ucap Alana santai dan dia Kembali duduk seakan tidak ada yang pernah terjadi.
Membuat mareka yang mendengar nya berperang dengan pikiranya sendiri . kenapa?, itu lah yang menjadi pertanyaan .
continued...
terimakasih pada yang sudah mampir , jangan lupa tinggalkan jejak ba bayeee 😘🤣
__ADS_1
#komen-like-favorite
sampai jumpa besok #InsyaAllah