Siapa Kau

Siapa Kau
29 ' hidup hemat 2 '


__ADS_3

saat ini hanya ada keheningan dalam mobil Alan , baik itu Alan maupun Alana tidak ad yang membuka pembicaraan .


beberapa menit berlalu Alan memarkirkan mobilnya di supermarket, Alana yang melihat itu membuka suara .


" kenapa berhenti disini?" tanya nya


" kata nya mau belanja" jawab Alan dengan bingung


" di pasar tradisional aja , jangan di sini ." ucap Alana


" yakin ?" tanya Alan meyakinkan


" hmm ... iya ." jawab Alana santai .


karena menurut nya kualitas nya sama saja yang penting kita pintar dalam memilih bahan bukan asal ambil saja , dan selesai begitu saja .


" oke ..." kemudian Alan kembali menjalan kan mobil nya kini tujuan mareka adalah pasar tradisional.


karena letaknya tidak jauh jadi tidak butuh waktu lama mareka sudah sampai.


" mau ikut atau tunggu di sini ?" tanya Alana saat mau keluar dari mobil .


" ikut " jawab Alan melepas safety belt nya .


lalu mareka keluar dari mobil dan berjalan dengan beriringan .


" kenapa gak di supermarket aja Na ?" tanya Alan , ini pertama kali nya ke pasar tradisional .


" aku bukan putri lagi kayak dulu , yang bisa belanja suka hati . sekarang, aku harus hemat untuk kelangsungan hidup" ucap Alana becanda .


jelas saja ia becanda karena sebenarnya Alana sudah terbiasa dengan hidup seperti ini . yang dia tidak biasa adalah hidup di lingkungan orang kaya yang ribet .


" kan ada aku " jawab Alan .


" memang kamu siapa nya aku ?" tanya Alana


Alan diam sebentar sebelum menjawab .


" walaupun kamu nolak perjodohan kit tapi , tetap aja kita teman kan ?" jelas Alan yang di angguki kepala oleh Alana .


" sesama teman gak ada salah nya kan saling membantu?" ucap Alan dengan menaikkan bahu nya tanda itu hanya masalah kecil menurut nya.


" tidak segampang itu juga kali Lan . " ucap Alana , dia terus berjalan dan memilih beberapa sayuran yang ingin dia beli .


" gak semua hal bisa kamu kait kan dengan uang , dan tidak semua orang berpikir sesederhana itu , kayak kamu !" sambung Alana .


" bu ini yah , sama yang ini " tunjuk Alana pada penjual sayur itu .


" makasih bu " ucap Alana tersenyum saat sudah membayar. kemudian mareka melanjutkan langkah nya menelusuri pasar itu .


" kenapa harus pikir apa yang orang kata kan ?" tanya Alan , di hanya ingin membantu Alana bukan ada hal lain .


" karena baik , buruk , nya kita . bukan diri kita yang nilai , itu dari sudut pandang orang lain . tapi tentu saja bukan pemikiran orang lah yang kita jadikan pedoman. kita hanya perlu lakukan hal baik tentang tanggapan orang itu masalah dari diri mareka masing - masing . " jela Alana panjang .


Dia tidak begitu pikir tentang orang lain tapi yang dia tahu setiap orang punya penilaian nya tersendiri hanya saja terkadang di satu sisi kita kena jaga nama baik kita di hadapan orang .


" dan juga aku mau hidup sendiri, karena aku ingin mandiri. berani membuat keputusan harus berani dengan konsekuensinya" sambung Alana .


mareka terus berbicara sambil membeli belanja an Alana , tidak terasa semua nya sudah selesai. dan mareka ke mobil tentu saja barang di bawa oleh Alan karena Alan tidak membiarkan Alana membawa barang dengan kaki yang belum sembuh itu .


Alan menyimpan barang di bagasi sedang kan Alana langsung masuk ke dalam mobil karena itu adalah permintaan Alan sendiri, Alana hanya menurut malas berdebat . lagian ini bukan sesuatu yang harus di debatkan .


takk ...


suara pintu mobil tertutup .


" sekarang makan dulu yok ?" ajak Alan .


" mau makan apa ?" tanya Alana .


" makan apa aja " jawab Alan .


" aku pemakan segalanya ." sambung Alan .

__ADS_1


" kayu dan batu pun , kamu makan juga ?" canda Alana menahan senyum.


" yah , kali . orang ganteng kek gue ini makan batu dan kayu " balas Alan .


" narsis " ucap Alana dengan ekspresi sulit untuk di jelaskan .


" ahahahahha" tawa Alan melihat ekspresi nya Alana .


" dah lah , yok " ucap Alana memasang sabuk pengaman nya di ikuti oleh Alan .


kemudian Alan menyalakan mesin mobil ny dn mareka pun meningkalkan pakarangan pasar tersebut .


" situ aja " tunjuk Alana


" depan situ ?" tanya Alan melihat ke mana arah tunjuk Alana .


" iya , yang tidak terlalu ramai " ucap Alana .


" oke " jawab Alan , tapi sebenarnya dia sedikit bingung dengan Alana .


Beberapa informasi yang dia dapat tentang Alana , tidak ada yang benar. karena memang rencana perjodohan ini sudah lama hanya saja Alana baru di kasih tahu .


sebelum ketemu dengan Alana , Alan menyempatkan diri untuk mencari informasi tentang Alana gadis yang ingin di jodohkan dengan dia tapi hanya wajah saja yang sama tapi dari kepribadian dan kebiasaan nya berbeda .


sama hal nya saat ini , Alana mau belanja sendiri di pasar tradisional yang terkesan menurut orang - orang tidak higienis . tapi Alana santai saja dalam memilih dan kelihatan seperti sudah terbiasa dengan hal ini .


tidak mungkin jika Alana berakting hanya demi mencapai tujuan nya , karena Alan dapat merasakan ketulusan tanpa paksaan dalam tindakan Alana .


sekarang pun begitu, Alana mau makan di warung kecil pinggir jalan . yang jauh dari restoran yang sering ia datangi sebelum nya .


' benar kata kak Agus , Alana beda dan aneh ' batin Alan .


" kenapa melamun" tanya Alana melihat Alan hanya memandang nya tapi jika di lihat dengan benar Alan melamun .


" nggak , ayok turun " jawab Alan , ia membuka sabuk pengaman nya dan turun dari mobil .


Alana menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Alan yang sedikit aneh menurut nya tapi tetap saja ia ikut turun juga .


mareka beriringan masuk ke warung kecil itu , karena tidak terlalu ramai , jadi banyak meja yang kosong . mareka memilih meja yang di pinggir agar nyaman .


" samain aja " ucap Alana meletak menu nya .


" yakin ni "


" iya "


Alana tidak memilih dalam makanan yang penting bisa di makan karena dia lahir dengan keberuntungan, tidak memiliki alergi jadi menurut nya aman saja .


" mbak .. makan nya ini dan minum nya ini , kasih dua porsi yah " tunjuk Alan pada menu yang ada di tangan nya .


" oke , di tunggu yah " ucap Pelayan warung itu kemudian dia berbalik pergi .


" Na .. bisa aku bertanya?" ucap Alan sepeninggalan pelayan tadi .


" tanya aja , kenapa harus minta izin . kayak sama siapa aja " ujar Alana santai


" ini sedikit pribadi soalnya" ucap Alan menjelaskan .


Alana hanya tersenyum dan dia mengangguk kan kepala mempersilakan Alan untuk bicara .


" kenapa kamu jadi beda ?" tanya Alan membuat Alana menampilkan ekspresi bingung tapi sebenarnya jantung nya berdetak kencang .


deg...


deg ...


deg ...


' karena jiwa nya yang beda Lan .' batin Alana miris


" kamu kenal aku mulai kapan?" tanya Alana kembali menetralkan perasaan nya .


" sebenarnya sebelum kita ketemu waktu itu , aku sudah dapat informasi tentang kamu . tapi , semua nya salah . gak ada yang benar , dan juga kita pernah ketemu sekali beberapa Bulan yang lalu . kamu berbeda dari yang dulu dan yang sekarang ini " jelas Alan .

__ADS_1


" bukan aku yang beda , tapi kamu nya yang gak kenal aku seperti apa " jawab Alana .


" sudah lah jangan di bahas lgi ." ucap Alana .


" kenal orang itu dari orang nya sendiri, karena yang di lihat oleh mata , yang di dengar oleh telinga belum tentu kenyataan. " sambung Alana .


" oke , sorry " ucap Alan tulus . kini dia merasa melakukan kesalahan.


" gakpapa, itu normal kok " jawab Alana .


dan pesanan mareka pun datang , Mareka makan dalam keheningan tidak ada yang mulai pembicaraan hanya ada suara dentingan sendok saja .


selesai makan , Alan membayar di kasir dan setelah itu dia langsung mengantar Alana pulang .


" oke sampai " ucap Alana saat sudah sampai ia turun dari mobil .


Alan membuka bagasi nya kemudian ikut turun juga .


" mau mampir dulu ?" tanya Alana .


" entar aja , nanti malam jangan lupa . aku jemput jam 7 . oke ..." ucap Alan .


" kalau gitu , terima kasih untuk hari ini . " ucap Alana mengambil barang-barang nya .


" gak mau di bantuin bawa ni ?" tawar Alan .


Alana menggeleng kan kepala nya.


" gak perlu , lagian sudah sampai juga "


" kalau begitu aku pergi yah , sampai jumpa malam nanti " pamit Alan masuk ke mobil nya .


Alana tersenyum sambil mengangguk dan melambaikan tangan nya.


" hati - hati " ucap nya melihat mobil Alan sudah menjauh , Alana masuk ke dalam rumah kontrakan yang ia dan Dinda sewa hanya saja ini atas nama Dinda .


Alana melangkah kan kaki nya dengan barang bawaan nya yang tidak terlalu banyak tapi lumayan.


saat buka pintu Alana di kaget kan dengan Dinda yang berdiri di depan nya dengan posisi tangan di lipat depan dada .


" gimana kencan nya ?" tanya Dinda menugubah ekpresi jadi menyebal kan menurut Alana .


" ni kencan " ucap Alana memberi kan barang bawaan nya pada Dinda .


" heyy .." panggil Dinda melihat Alana langsung ke kamar saja .


" jangan lupa di susun dengan rapi " teriak Alana sebelum ia benar-benar masuk ke dalam kamar nya . kamar sebelum nya tempat Dinda kini ia mengklaim jika itu kamar nya .


" dasar anak satu itu " umpat Dinda , dia berharap dapat cerita dari teman nya itu malah dapat kerjaan tapi Dinda mengerjakan nya juga walaupun dengan perasaan tidak terima .


" coba lah dia berbagi cerita dengan ku " gumam nya . sambil terus menata barang yang ada di tangan nya.


sedangkan di posisi Alana ia mengganti pakaian nya dan merebahkan diri nya di atas kasur .


" kapan aku bisa kembali " gumam nya .


to be continue .....


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


selamat membaca ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜๐Ÿค—๐Ÿ™


jangan lupa tinggalkan jejak yah readers tercinta ๐Ÿ˜œ


__ADS_2