
Part 12 ` aku melakukan karena aku ingin `
Teman adalah dia yang akan merasa kesepian bila diri mu tidak ada di sisi nya , perasaan itu akan muncul jika kau benar benar tulus berteman dengan dia .
Saat ini Alana dan teman – teman nya terus mengobrol , ada saja yang mareka cerita dengan ditemani cemilan sehat karena itu perintah langsung dari Agus menurut nya adiknya masih dalam masa pemulihan , padahal Alana sudah sembuh .
“ Al tadi ada tugas matematika , nanti gue kirim ke elo soal nya “ ucap Tika tiba – tiba
“ tugas ?” ulang Alana
“ iya “ jawab mareka hampir serempak
“ berarti kalian sudah ?” Alana bertanya lagi .
“ belum “ jawab mareka lagi kompak sambil geleng kepala . dan di tanggapi geleng – geleng kepala oleh Alana juga dan Alana tersenyum melihat teman – teman nya ini .
“ tadi waktunya keburu habis jadi di jadikan tugas rumah saja kau pak Sahar .” terang Fandi.
“ ohh ….oke “ paham Alana memang matematika butuh waktu untuk menyelesaikan nya , apalagi jika soalnya lumayan rumit dan juga banyak soal yang mau di selesaikan dalam waktu singkat .
“ kalau begitu , yok lah kita bisa kerjakan sekarang . “ ucap Alana berdiri untuk mengambil alat tulis nya .
Setelah engambil buku dan juga pena nya Alana Kembali duduk di tempat nya sebelum nya .
“ Al , kenapa lo suka duduk di lantai ?” tanya Fani karena tiap ke sini pasti Alana duduk nya di lantai , padahal kan sofanya muat buat mareka duduk semua .
“ biar lebih nyaman bergerak “ jawab Alana tetap dengan terus membuka buku nya .
“ soalnya mana ?” tanya Alana pada mareka .
“ ini “ Wandi memberikan buku nya pada Alana karena memang Cuma dia yang langsung membuka tas nya saat Alana sudah mulai membuka bukunya .
“ Al tidak biasa nya lo suka duduk di lantai ,apa lagi ini tanpa alas “ kata Fani lagi , membuat Alana berhenti melakukan aktivitasnya bahkan teman – teman nya pun , mareka langsung menatap Fani .
sedangkan Alana sempat kaget kenapa bisa Fani begitu tahu tentang Alana bahkan tentang kebiasaan Alana .
Alana menatap Fani lama kemudian dia melirik kearah teman – teman nya yang lain , semua mata mengarah pada nya , Alana langsung menaikkan sebelah alis nya , seakan bertanya pada mareka .
“ ada apa ?” kira- kira itu lah maksud tatapan Alana .
__ADS_1
“ aku melakukan nya karena aku ingin .” ucap Alana karena melihat teman nya seakan menunggu jawaban dari diri nya .
“ tapi lo bukan seperti Alana yang gue kenal “ kata Fani lagi , dia seperti mau menyudutkan Alana .
“ sejauh apa kau kenal Alana ?” pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Alana dia bertanya santai tapi ada kesan dingin dalam nya .
Suasana mareka jadi canggung , karena pertanyaan Fani mareka jadi seperti berada pada pertemuan dadakan yang menentukan masa depan mareka .
“ kita lanjut aja belajar nya “ sela Wandi , tidak nyaman sekali berada dalam kondisi seperti ini .
“ hmm “ Alana hanya berdehem kemudian melanjutkan kegiatannya mengerjakan tugas sekolah hari , yang dia tidak hadir maka nya dia melewatkan jam belajar nya .
Tidak butuh waktu lama Alana menyelesaikan semua soal – soal yang ada di situ , dia hanya butuh waktu sebentar sedangkan teman nya belum lagi , kemudian Alana berdiri dan akan kekamar mandi .
“ Al lo sudah ?” tanya Tika melihat buku Alana sudah terisi semua dan tentu saja jawabannya itu tidak ada yang singkat .
“ iya , sebentar yah , akum aku ke WC “ ucap Alana pada teman – teman nya , kemudian dia lanjut ke kamar mandi meninggalkan mareka yang dalam mode heran ,
“ Alana bahkan tidak minta catatan tentang materi tadi , tapi dia lebih dulu selesai di banding kita yang mendengar langsung penjelasan guru . “ sambung Tika tidak percaya . seandainya mareka tidak melihat dengan kepala mata mareka sendiri , mana mungkin mareka percaya .
“ kan gue bilang apa juga , Alana itu beda “ timpal Fani
“ lo gak boleh langsung tuduh begitu juga Fan . “ ucap Wandi , bagaiaman pun yang di butuh adalah fakta tidak boleh langsung menebak begitu saja , jika salah malu sendiri .
“ lo jangan terlalu banyak mikir deh . “ kata Tika lagi
“ terserah kalian “ fani malas berdebat dengan mareka .
“ gue yakin kalau dia pasti bukan Alana yang asli “ ucap Fani dalam hati .
Mareka bukan lagi sibuk mengerjakan tugas saat Alana keluar kamar mandi tapi hanya menyalin tugas Alana , jika ada yang senang untuk apa mau susah susah , itu lah pikir mareka .
“ sudah ?” tanya Alana
“ sedikit lagi Al “ jawab Tika sedangkan yang lain ada yang diam saja dan ada juga yang hanya geleng- geleng kepala .
“ cepatlah , sudah mulai malam , kalian harus pulang . “ kata Alana lagi .
“ lo ngusir kami “ ucap Lia dengan menatap Alana sebentar tapi lanjut lagi dengan kegiatannya .
__ADS_1
“ ini sudah malam , nanti kalian di cari karena belum pulang “ terang maksud Alana
“ hmm “
“ oke sudah “ kata Tika
“ cepat banget lo Tik “ timpal Lia
“ iya dong , menyontek tu harus cepat agar gak ketahuan, hahahaha .” jawab Tika tertawa
Mareka melanjutkan kegiatan nya setelah semua selesai barulah mareka pamit pulang . Alana mengantar mareka sampai luar sampai kendaraan mareka tidak terlihat baru lah Alana masuk .
“ sudah pergi semua “ tanya Agus dari arah samping daan dia menuju ke sofa ruang tamu yang ada di rumah itu .
“ iya kak “ jawab Alana ikut duduk di samping kakak nya kemudian mengambil remote control TV dan memencet tombol merah .
“ ngapain aja tadi “ tanya Agus basa basih
“ hanya kerja tugas dan mengobrol sedikit “ jawab Alana dengan mata masih setia dengan pandangan kea rah depan dimana TV itu di letakkan .
“ ohh “ Agus hanya ber oh ria .
“ besok aku akan mulai kesekolah kak “ kata Alana dia tidak minta izin tapi memberitahu .
“ sudah baikan memang nya ?” tanya Agus lagi
“ sudah , don`t worry “ ucap Alana mantap .
Karena bosan menonton Alana ke pergi kekamar nya sedangkan Agus sudah dari tadi kekamar nya karena kata nya ada kerjaan yang harus dia selesaikan dulu .
Agus tidak masuk kantor hari ini maka nya dia sedikit sibuk di rumah .
Sampai dalam kamar nya Alana baring di tempat tidur nya sebelum itu tentu saja di mengambil beberapa buku yang akan dia baca malam ini .
Kebiasaan Naura saat kehidupan sebelumnya adalah membaca dan belajar di waktu luang , dan sampai saat ini dia menjadi Alana terbawa kebiasaan itu padahal Alana sebelumnya memang tidak suka yang nama nya belajar lebih tepat nya dia hanya malas membuang waktu untuk belajar sibuk dengan mencari cara agar orang tua nya peduli pada nya .
“ benar kenapa bisa , tulisan tangan ku sama dengan Alana .” ucap Naura dia meletakkan buku yang dia pegang , dia teringat dengan kata – kata teman Alana tadi .
Naura yang sekarang menjadi Alana walaupun mareka beda jiwa tulisan nya tetap sama itu membingungkan . saat tadi teman – teman nya membicarakan nya dia dengar semua karena pada saat itu dia ingin keluar dari kamar mandi tapi tidak jadi karena dia penasaran dengan tanggapan mareka terhadap perubahannya , walaupun ada yang curiga tapi tidak banyak menurut nya .
__ADS_1
“ mungkin hari ini akua man tapi belum tentu selanjutnya , hmm “
To be continue ……