Siapa Kau

Siapa Kau
part 24 ' Alana jatuh dari tangga '


__ADS_3

" pulang di antar siapa? "


Alana menoleh begitu mendengar suara seseorang dari arah belakang nya .


" kak Agus " gumam nya sempat kaget tapi segera dia tersenyum


" penasaran yah " ejek Alana pada Agus dia tersenyum menggoda Agus


" gak " cuek Agus kemudian berbalik masuk ke rumah mareka dan Alana mengikuti dari belakang


" yakin kak tidak penasaran?" tanya Alana dengan ekspresi sengaja di buat - buat sambil geleng-geleng kepala.


" hmm " Agus Hanya berdehem saja karena ia tahu jika Alana hanya mengerjai nya saja .


" yah udah " ucap Alana cuek dan mau naik ke kamar nya tapi di tahan oleh Agus


" tunggu" tahan Agus memegang tangan kanan Alana


" siapa suruh naik " sewot Agus , Alana menaikkan sebelah alisnya bertanda ia tak mengerti.


" katakan dulu tadi itu siapa? " tanya Agus


" bukan nya tadi kakak gak mau tahu yah " jawaban Alana membuat Agus kesal .


" katakan saja apa susah nya ,hmm ...." ucap Agus


" Alan " ucap Alana pelan sambil tersenyum melihat ekspresi kakak nya


" serius?" tanya Agus tidak yakin


" iya " jawab Alana menganggukkan kepalanya


" tpi bukan nya kamu gak suka sama dia " tanya Agus pelan sambil memicingkan mata nya , apa lagi yang di rencanakan adik nya ini .


Semenjak hari tu Alana serasa menjadi orang lain , pikir nya dalam hati .


" aku cuma gak mau memiliki hubungan yang tidak memiliki cinta isinya, dan juga Alan bisa kok jadi teman " jelas Alana seperti nya Agus salah paham pada nya


" Alan baik , hanya saja hati manusia itu tidak


ad yang tahu kak" sambung Alana


" itu sama saja kamu mempermainkan dia , Na " tekan Agus


" kenapa begitu?" Alana tidak terima di katakan mempermainkan orang lain .


" pokoknya gak boleh pulang bareng Alan lagi " peringat Agus


" yah udah , kalau begitu Alana kembali lagi ke sekolah baru jalan kaki pulang " Alana cemberut dan jalan melewati Agus tapi beberapa langkah dia berhenti


" kok gak di tahan sih kak ?" tanya Alana tidak terima masa iya kakak nya hanya melihat nya saja bilang mau pergi lagi ke sekolah.


" kan itu mau kamu " ucap Agus enteng.


" KAKAK ........ " teriak Alana kemudian dia melangkah mendekati Agus berdiri depan nya menatap Agus nyalang kemudian,


pukk ... pukkk ....


Alana memukul Agus menggunakan tas nya dua kali sebelum Agus sempat beraksi dia berlari lebih dulu .


" rasain " ejek Alana dan dia pun lari dari sana , Agus mengejar nya , mareka seperti anak kecil saj yang sedang berlarian.


" Alana , awas kamu yah " teriak Agus melihat Alana lari laju .


Teriakan Agus memebuat para penghuni rumah memerhatikan mareka , para pekerja melihat majikan mareka akur seperti itu membuat mareka ikut tersenyum.


" pandangan yang langkah" gumam Bi Ida


Alana berlari begitu cepat membuat Agus khawatir, ia sebenarnya gak masalah yang dia takut kan jika Alana salah langkah .

__ADS_1


dan benar saja Alana salah menginjak anak tangga,


Alana menginjak ujung anak tangga membuat nya terpeleset dan hampir jatuh .


" Alanaaa ...." teriak Agus Kaget melihat Alana tidak bisa menyeimbangi tubuh nya bukan Agus saja kaget para pembantu yang menyaksikan pun ikut kaget dan tanpa sadar mareka mengangah , jantung mareka berdengup kencang .


" aahhkkk" teriak Alana .


Alana berhasil memegang pegangan tangga tapi pergelangan kaki nya terasa begitu sakit .


Agus menghembuskan nafas nya kasar melihat Alana tidak jatuh dia bersyukur begitu pun dengan yang lain nya .


" kenapa kau begitu ceroboh. " ujar Agus menghampiri Alana .


" kau baik-baik saja ?" tanya Agus dengan raut wajah khawatir ,dia marah tpi tetap saja dia khawatir


" kaki ku sedikit sakit kak " jawab Alana memelas melihat Agus marah jadi dia mencoba mengambil simpati Agus agar tidak di omelin.


" dasar ceroboh" ucap Agus ia langsung menggendong Alana alah bridal style.


Alana hanya cengir cengir Canggung saja .


sampai dalam kamar nya Alana , Agus meletakkan Alana di atas kasur. dan tidak lama kemudian Bi Ida datang membawa kita P3K .


" terimakasih bi " ucap Alana tersenyum pada Bi Ida.


Bi Ida mengambil kotak P3K tanpa di suruh karena dia juga menyaksikan bagaimana tadi Alana hampair saja jatuh .


mareka melihat pemandangan yang membuat nya tersenyum tapi seketika hilang karena kecelakaan itu , bukan kah kebahagiaan hanya sementara saja ?


Agus melihat pergelangan kaki Alana dan sudah mulai sedikit membengkak .


" ini keseleo Na , pergi ke tukang pija saja " ujar Agus melihat kaki Alana yang sudah sedikit membengkak


" gak usah kak , sebentar juga sembuh sendiri nya " kata Alana dengan wajah pucat untung nya Agus tidak melihat karena fokus dengan kaki Alana .


Alana menghembuskan nafas nya kasar , apa jadi nya jika ia ke tukang pijat , dia tidak mau pasti sakit.


" gak bakan sembuh kalau gak di pijat bawel , lihat ini sudah membengkak juga " Agus menjelaskan kondisi kaki Alana , dia tidak tahu bahwa Alana takut di pijat .


" aku bisa pijat sendiri kak jadi jangan khawatir" jelas Lana tersenyum paksa dan menoleh ke arah lain karena Agus memerhatikan diri nya .


" kamu yakin ?" jelas saja Agus tidak yakin dengan ucapan adik nya


" jangan khawatir" yakin Alana .


" kakak tahu kan adik mu ini serba bisa" sambung Alana berharap Agus mengiya kan saja .


" yah udah , kalau misal belum ada perubahan kamu tinggal ngomong ke kakak " kata Agus mengemas barang P3K yang sudah ia bongkar tadi .


" oke bos " jawab Alana senang,


' akhirnya ' batin Alana 'hufffff' ia menghembus kan nafas nya .


Agus setelah selesai ia bertanya lagi pada Alana .


" sudah makan kah Na ?"


" sudah tadi kak di sekolah" jawab Alana


" nanti malam kakak suruh Bi Ida untuk antar makan malam, jadi kamu jangan turun dulu " perintah Agus


" iya kak " Alana hanya mengiyakan saja karena bagaimanapun dengan kondisi seperti ini dia pasti susah jalan .


Agus keluar dari kamar Alana , sebelum keluar tidak berhenti nya mengoceh karena khawatir dengan Alana yang begitu keras kepala .


Sekarang Alana hanya sendiri saja di kamar nya , ia tidak mengunci pintu sesuai intruksi dari Agus .


Alana ke kamar mandi dengan tertatih tatih , sakit memang tapi dia masih bisa jalan .

__ADS_1


Alana membersihkan diri nya kemudian langsung memakai piyama tidur nya saja karena hari juga sudah mulai sore jadi tidak perlu mandi lagi nanti . hanya sisa brush gigi kemudian tidur , itulah yang ia pikir kan .


Alana belajar dalam kamar nya dan juga mengerjakan tugas - tugas sekolah nya , tidak begitu banyak karena ia sudah menyelesaikan tugas yabg Alana Asli tunda .


Alana begitu fokus dengan buku - buku nya dengan keheningan yang terjadi dalam kamar nya bahkan suara detak jam pun terdengar karena begitu hening.


kembaran demi lembaran suara buku terbuka , dan tidak terasa waktu sudah malam .


tok ... tokk .... tokkk ......


sura pintu di ketuk dan beberapa saat kemudian


krietttt ....


pintu di buka dari luar .


Alana menoleh ke sumber suara .


" kakak" gumam Alana .


" kamu ngapain?" tanya Agus masuk membawa nampan berisi makanan untuk Alana .


" kenapa kakak yang ke sini ?"


" Bi Ida mana ?" tanya Alana satu kali .


" karena kakak mau lihat kondisi kamu , Bi Ida ada aja di bawa " jawab Agus


" gimana kaki mu Na " tanya Agus


" oke saja kak " jawab Alana karena memang ia tidak merasa sakit saat ini hanya sakit saat dia berjalan saja .


" ni makan dulu , baru lanjut " ujar Agus , dan Alana pun segera mengemas buku - buku nya .


" kenapa di kemas ?" tanya Agus heran


" sudah semua kak" jawab Alana masih fokus dengan kerja nya . Agus hanya mangut mangut mengerti saja .


selesai dengan buku - buku nya baru lah Alana mulai makan malam nya .


" besok jangan ke sekolah dulu " ucap Agus membuat Alana menghentikan makan nya .


" kenapa?" tanya Alana


" sembuhkan dulu kaki mu " terang Agus


" aku oke lah kak" jawab Alana , dia mana mau jika tidak sekolah yang ada mati bosa di rumah terus .


Alana lanjut makan dengan tidak semangat, setelah selesai Agus membawa kembali piring dan nampan nya ,


Alana berpikir keras bagaimana pun dia harus sekolah dan juga tentang pekerjaan nya .


" Dinda sudah masuk kerja , aku juga harus masuk minggu depan , tapi gimana cara nya yah " gumam Alana .


' pikir kerja nya nanti saja , yang penting ke sekolah gimana cara nya . ' batin Alana .


kemudian dia mengambil handphone nya dan mengetik nomor Tika .


dia menceritakan tentang kejadian yang di alami dan minta saran tapi bukan saran yang dia dapat melainkan pertanyaan, Jadi Alana melempar handphone nya ke kasur nya , kemudian dia berbaring seketika ada ide muncul di benak nya .


" aku bisa pergi sebelum kak Agus bangun" ucap Alana girang .


sedangkan di grop sekolah nya heboh dengan berita*Alana jatuh dari tangga* kerja an nya Tika yang salah paham dengan pesan nya Alana .


bnyak komentar komentar teman sekolah nya ada yang kasihan tapi ada juga yang mengatakan dia pantas mendapatkan nya .


to be continue .......


terimakasih untuk semua nya yah , terus dukung author 😐

__ADS_1


jangan lupa like yah 🙏🤗


__ADS_2