
Part 6 `rubah muka sembilan`
Sekarang Alana hanya focus pada pelajarannya untuk menyelesaikan tugas yang tertinggal sebelumnya dia akan merubah nama Alana yang buruk menjadi lebih baik dan bahkan Alana merencana untuk mengejar kesempurnaan dari segala nilai di sekolah sama seperti saat dia menjadi Naura .
Beberapa jam kemudian Alana sudah menyelesaikan tugas sekolah nya , dia tidak butuh begitu banyak waktu karena memang kemampuannya yang di atas rata – rata ,
“ akhirnya selesai “ ucap Alana sambil meregangkan otot tangan nya yang sedikit kram karena menulis .
“ sekarang waktunya tidur , agar tak lambat bangun “ kata Alana dan kemudian dia segera ke kamar mandi untuk bersih bersih sebelum tidur agar nyaman tidur nya .
`````
Pagi meyapa dunia dengan matahari yang selalu tertip pagi akan muncul dan pada saat waktu senja akan menghilang , sekarang terang bulan telah terganti dengan terang cahaya matahari yang memberikan energi kehidupan pada mahkluk bumi .
Sedangkan di salah satu kamar ada seorang gadis yang baru terusik karena mendengar ketukan di pintu kamar nya .
Tok… tok… tok.. kembalikan ketukan pintu terdengar
“Non sudah bangun , belum . ini sudah pagi” terdengar suara dari luar walaupun gadis itu masih memejamkan mata nya tetapi dia bisa dengar dengan jelas . dan seketika dia terloncat kaget mendengar pagi
“ ohhh … tidakk… , apa kah aku terlambat “ ucap nya kemudian buru bur uke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian memakai seragamnya untuk ke sekolah dan terakhir tak lupa name tag nya yang bertulis Alana , iya gadis itu adalah Alana ia terlambat karena lambat tidur semalam sehingga kesiangan .
“semoga belum terlambat “ ucap Alana cemas , tidurnya begitu nyenyak sehingga kesiangan tidak seperti biasanya yang selalu bangun tepat waktu .
Alana buru buru keluar sebelum itu dia sudah memastikan jika semua peralatan sekolah nya lengkap dan juga buku-buku tugas nya yang akan dia kumpulkan .
saat dia membuka pintu ada bi Ida depan pintu , tapi Alana tidak punya banyak waktu sekarang jadi dia hanya pamit kemudian pergi . dia tidak membiarkan Bi Ida berbicara lebih dulu. padahal Bibi hanya ingin menyampaikan bahwa dia di panggil sarapan
“ Bi Lana duluan yah , buru-buru “ kata Alana sambil berlari kecil turun tangga untuk segerah ke sekolah .
Saat sampai di bawah dia melewati ruang tamu dan dia tidak melirik ke meja makan padahal di sana keluarga nya masih sarapan , sehingga suara kakaknya menyadarkannya bahwa ada orang d sana
“ Na sarapan dulu dek?” ucap Agus sedikit teriiak melihat Alana akan keluar .
Sedangkan Alana tidak menoleh dia hanya focus pada sepatunya dan menjawab kakak nya
“ nanti di jalan kak , masih ada sisa roti Lana yang kemarin , Lana telat ni . duluan yah .” jawab Alana dan sepatu nya selesai dia pasang di kedua kakinya , dia menoleh sebentar kemudian melambai kan tangan nya .
“ pak langsung berangkat “ pinta Alana pada sopirnya
Sedakan dalam rumah ayah dan ibu Alana merasa bahwa Alana mengabaikan mareka dan mareka merasa sedikit tidak nyaman bagaimana pun selama ini adalah selalu manja dengan mareka walaupun berapa banyak mareka menolak Alana .
Dan sejak kapan dia berang begitu awal kesekolah ini baru jam 6:30 tadi dia sudah mengatakan telat , apakah jam di kamar nya salah . jika di pikir mareka seakan tidak percaya dia berubah 180 derajat
Yang dulu begitu tidak semangat sekolah yang hanya ke sekolah buat onar tapi hari kemarin mareka tidak menerima laporan tentang Alana . iyalah bagaimana pun mulai sekarang Alana focus dengan tujuan nya yaitu membuat nama baru untuk Alana .
Saat sampai di sekolah Alana belum terlambat ,dan dia melihat masih banyak waktu maka dari itu dia berencana akan ke ruang guru untuk menghadap dulu , dia akan menyelesaikan tugas -tugas nya dulu .
Dia harus bergerak cepat , dia akan berencana mengikuti olimpiade sains dan juga olah raga tapi untuk olah raga dia harus lebih sering Latihan walaupun dia tahu tubuh nya ini tidak kaku tetapi tetap saja tidak tahu bagaimana kondisi lawannya nanti , Alana tidak akan pernah meremehkan lawannya .
Saat sampai di ruang guru Alana menyerahkan tugas nya dengan guru yang bersangkutan dan terakhir dia ke wali kelasnya yang ke betulan mengajar bidang fisika .
“saya pamit bu , terimakasih atas waktunya “ pamit Alana saat semua urusan telah selesai
__ADS_1
“ baiklah Alana, semangat belajarnya yah” kata Bu Liana yang kerap di paanggil bu Lili.
Saat Alana menuju ke kelasnya banyak pandangan menuju kearahnya , dan dia merasa aneh karena pandangan orang beda beda dengan nya , tapi berusaha tidak peduli , malas banget Alana melayan orang – orang model kayak mareka , tau nya be gossip saja .
“ hey .. cari muka lo yah sama anak – anak ?” kata seseorang dengan gaya nya yang sok sekali jika di pandang ,
“maksudnya ?” Alana sungguh tidak paham dengan orang di depannya ini , dan tunggu jika di perhatikan sepertinya Alana kenal dengan orang ini ,
dari ingatannya yang dalam kepalanya ia adalah Dinda , penjahat dari segala penjahat dalam cerita , dia juga yang memanfaatkan Alana karena begitu bodoh mudah di provikasi .
“sok gak tau dia “ kata seorang yang berada di sebelah kanan Dinda ,nama Yana dia adalah teman Dinda dan Alana dulu , sekarang Alana tidak akan mencari teman dia lebih memilih sendiri .
“biasa lah , kalian macam ndak kenal siapa dia “ orang yang di kiri Dinda juga ikut menimpali yang bername tag Anya .
Mareka salah satu tim tukang bully dan salah satu anak yang nakal , karena pengaruh keluarga mareka sehinggah membuat mareka selalu bertindak semena mena , sesuai dengan keinginan mareka , sunggu jika di pikir bukannya itu perilaku rendahan sama sekali tidak terpuji tapi kenapa mareka memilihara prilaku seperti itu .
“ jika kalian tidak punya kerjaan lain , jangan mengganggu ku . aku butuh kekelas , aku belum sarapan “ kata Alana santai sungguh sekarang dia hanya mau sarapan karena seperti nya Alana ada mag dia takut ini akan kambuh .
“sombong lo sekarang yah “ kata Dinda , dalam lubuk hati nya dia heran bagaimana Alana begitu mengabaikannya padahal kemarin kemarin okey saja , saat dia menyuruh untuk mempermalukan Indah di kantin, dan di situ dia berakhir pingsan karena penyakit mag nya kambuh Cuma dia tahan sampai saat Riki yang merupakan pacar Indah menampar nya karena pacar di permalukan .
“ kau tidak punya kaca di rumah mu?” kata Alana dan dia pergi dari situ tapi belum juga tiga Langkah dia di hentikan lagi oleh nenek sihir Dinda dan antek antek nya itu
“ tunggu “ kata Dinda sedikit keras sehinggah mareka jadi pusat perhatian
“ada apa?” jawab Alana santai dia bahkan tidak berbalik , dia paling malas sebenarnya menjadi pusat perhatian.
Brak …. Tidak sempat Alana menghindar dia dapat mendengar suara kaki berlari tapi dia tidak mengangka kalua si pemilik nya ini buta , besar besar nya kenapa bisa dia tidak melihat Alana.
“ ma.. maaf Alana , aku tidak sengaja .” kata nya minta maaf dan sedikit ada perasaan takut , dan Alana menoleh dia mengamati orang yang menabraknya dia cukup cantik tapi dia tidak boleh menipu Alana dengan penampilan dan pandangan seperti itu , setiap orang yang melihat nya akan merasa mengasihani dia dan akan serasa mau melindungi nya dan disini kelihatannya Alana adalah penjahat dengan tatapan datar nya . “ sungguh sial aku pagi ini , sudah telat , belum srapan , sekarang harus hadapi parah rubah muka Sembilan ini “
“ jangan drama depan ku “ kata telak Alana
Dan para murid baru sampai beranggapan bahwa lagi lagi Alana membuli padahal mareka tidak lihat kejadian yang sebenarnya .
“ ku kira dia sudah berubah “
“ iya dari video yaan tersebar , aku juga mengira begitu “
“ masih sama saja , suka membuli “
“ padahal kemari naman aman saja “
“ hanya tobat sehari”
Begitulah komentar mareka yang tahu bagaimana Alana suka menindas orang – orang , citra begitu terkenal buruk , tapi dia tidak mau menjelaskan apapun walaupun dia mendengar semua kata teman teman sekolah nya yang mengatakan tidak benar tentang nya .
Setelah itu dia langsung pergi tapi Indah tidak puas dengan reaksi Alana menahan nya dengan memegang tangannya kemudian Kembali berkata maaf .
“ ma..maaf kan .. a.. aku tidak sengaja “ kata nya sedikit ada rasa takut sehinggah siapapun yang melihat akan percaya kalua Alana menindas Indah .
“lepaskan tangan ku , anggap saja hal ini tidak pernah terjadi .” kata Alana sambil menarik tangannya
Dan kemudian Indah terjatuh kelihatan nya dia seakan di dorong oleh Alana padahal Alana hanya menarik tangan saja dan itu pun tidak kuat , bagaimana dia bisa jatuh .
__ADS_1
Milihat hal itu orang sudah dapat menebak tidak mungkin kan Alana akan melepas orang yang telah mengganggunya . sedangkan Alana tertawa mengejek
Dan dari kejauhan ada yang melihat itu menjadi naik pitam , “ ALANAAA” teriaknya memanggil Alana
Dan sekejap mata dia sampai di dekat mareka sebelum itu dia membantu Indah dulu .
"Ada lagi sok pahlawan" kata Alana dalam hati , hari ini dia benar benar sial
“kenapa kau tidak puas mempermalukan diri mu sendiri “ itu lah yang dia katakana pada Alana
“ kau bahkan terus melakukan hal rendahan seperti ini , demi dapat perhatian ku , iyah ..?” katanya dengan nada membentak dan dalam kata ini ada yang membuat Alana bingung ,
“ mendapatkan perhatiannya “ kata Alana dalam hati
“ apakah aku melewatkan sesuatu “ Alana berperang dengan pikiran nya tetapi dia tidak menemukan ingatan bahwa Alana sebelumnya tertarik dengan pemeran novel ini , iya dia adalah Riki pemeran pria dalam novel . tapi dalam novel tidak pernah di katakan bahwa Alana tertarik dengannya bahkan dalam memori nya pun tidak ada .
Kerumunana mulai kacau saat melihat Alana terdiam di marahi oleh Riki mareka beranggapan bahwa Alana kecewa karena Riki bahkan tidak membela nya . mareka saja tidak tau kalua Alana sedang berpikir dan dia merasa konyol dengan situasi ini .
Saat itu juga dia di keget kan dengan seseorang memegang lengannya dia refleks menghempaskan tangan yang menyentuh nya , Alana sekarang adalah Naura yang tidak suka di sentuh sesuka hati kalian .
“beraninya kau ? “ kata Alana , dia menatap tajam mata Riki yang telah berani menyentuhnya . dan pandangan mata nya ada beberapa siswa yang lhat dan itu membuat mareka takjub , Alana yang begitu membuat mareka terpesona dan bahkan Riki sedikit terpengaruh .
“ini terakhir kali aku mengatakannya jangan sembarangan menyentuh ku” kata Alana memperingati dengan penuh peneknan , kemudian dia berlalu pergi tapi lagi lagi dia di hentikan
“ kau akan pergi begitu saja tanpa meminta maaf “ itu adalah perkataan Riki
“ pasangan ini benar benar mencari masalah dengan ku “ kata Alana dalam hati dan terdengar dia menghembuskan nafas kasar .
Alana berbalik dan berkata “ katakana diamana salah ku sehinggah aku harus meminta maaf ?” kata nya santai , orang -orang banyak tidak percaya dia bahkan begitu santai tidak seperti biasa yang selalu meluap luap .
“kau mendorong Indah , dan kau mengatakan itu tidak salah “ kata Riki jengkel
“kapan aku mendorong nya “ tanya Alana karena memang dia hanya menarik tangannya dianya saja yang lemah langsung jatuh , bukan lemah lebih tepatnya pura -pura lemah .Alana tersenyum sinis sepertinya dunia ini tidak sesederhana dalam cerita novelnya .
“minta maaf , sebelum aku memaksamu “ kata Riki deakan tidak boleh di bantah , tapi siapa dia yang akan memerintah Alana .
“ paksa aku kalua kau bisa “ tantang Alana
“ tapi sebelum itu ceritakan pada ku bagaimana aku mendorong nya , sedangkan yang aku sadar aku lakukan itu hanya menarik tangan ku , karena akum au ke kelas dan dia jatuh sendirinya “ kata Alana cuek .
“ JANGAN TERUS BUAT ALASAN , ALANA ..” teriak Riki , dia begitu marah dengan sikap Alana yang bahkan tidak takut pada nya tidak seperti biasanya yang akan tunduk pada nya .
“ aku tidak buat ALASAN “ kata Alana menekan kata Alasan . Alana menjeda ucapannya dan mengambil nafas untuk mengontrol emosinya , dia gampang emosi kalua lapar. dan orang di depan nya ini beraninya membentaknya. apa dia mau mati
“aku hanya ingin cepat sampai kelas dan sarapan tapi kenapa kalian selalu saja menghalangi ku , “ lanjut Alana
“ KENAPAA , HAA?” teriak Alana yang membuat mareka kaget ,
ini hal baru yang mareka lihat , mareka tidak pernah melihat Alana yang seperti ini . bukan saja Dinda dan teman teman nya tapi juga Riki tidak percaya dengan hal itu , mareka hanya melihat punggung Alana berlalu tidak ada lagi yang menghentikan dia .
continued.....
assalamualaikum Alhamdulillah hari ini bisa up , dan terima kasih untuk yang sudi mampir , eheheheh .
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak , ba bayeee 😂😘
#komen-like 🤗