
Masalah silih berganti datang tapi belum satu pun yang punya solusi, Alana yang jiwa nya Naura dari kehidupan sebelumnya yang selalu menghindar dari masalah.
membuat nya hidup Anti sosial, sekarang di hadap kan dengan masalah begini ia jadi pusing karena bingung harus apa tapi yang jelas dia akan mengikuti apa kata hati nya mulai sekarang, yang di butuh kan adalah ketenangan saat mengambil keputusan.
" Na maaf yah gara - gara aku kamu juga jadi ikutan kena imbas nya " Dinda merasa begitu bersalah pada Alana karena masalah nya banyak teman ny yang menjauhi nya .
seberapa besar usaha Dinda menjelaskan mareka tetap saja tidak percaya pada nya hanya percaya pada gosip yang menyebar luas itu sekarang.
" sudah lah Din , jangan terlalu di pikir kan begitu. ku tahu sulit tapi coba lah untuk berpikir dengan tenang" Alana mencoba memberi Dinda pengertian tidak perlu menyalah kan diri sendiri sekarang.
" cari solusi nya , aku gakpapa kok " sambung Alana berbicara pada Dinda seperti ini membuat nya ikut merasa bagaimana perasaan Dinda sekarang, teman maupun keluarga nya tidak ada yang percaya pada nya .
Jika masalah begini apalagi tanpa dukungan orang yang selama ini Dinda pikir peduli pada nya tapi saat - saat waktu dia butuh mareka semua pergi begitu saja.
" hiks ... hikss ...... hiksss " Dinda tiba - tiba terisak membuat Alana menoleh pada nya . walaupun Suara nya tidak membuat perhatian seisi kantin terahlikan tapi Alana cukup dekat dengan nya .
Alana hanya diam saja tanpa berbicara takut nya jika dia bicara malah tambah membuat Dinda tambah sedih .
" di saat aku jatuh semua orang meninggal kan ku , teman yang selama ini aku bela - belain ternyata palsu " ucap Dinda pelan .
karena ia selalu membela dua teman nya yang juga membuat Dinda dan Alana berselisih paham, orang yang dia anggap tulus ternyata hanya mau saat dia di atas saja . saat dia jatuh mareka pun pergi .
" terkadang hati manusia sulit di tebak " timpal Dinda
" jangan terlalu larut dalam omongan orang karena orang tulus tahu bagaimana membuat kita merasa nyaman bukan terancam ," peringat Alana pada Dinda omongan bisa saja bukan itu yang sebenarnya yang membenci bisa mengatakan suka .
" dan hati yang tulus akan kita rasa menggunakan hati juga " sambung Alana .
Beberapa saat hanya ada keheningan di Antara mareka , kantin mulai sepi karena kebanyakan dari mareka langsung ke kelas selesai dengan makan nya .
" sebentar lagi bel masuk , ke kelas aja yok " Ajak Alana ada Dinda.
" tapi ..." Dinda ragu untuk ke kelas, biarpun dia sudah menguatkan hati nya tapi dengan teman nya yang begitu terang terangan mengatai nya dan menghina nya tetap saja ia sakit hati .
" kau hanya perlu percaya pada diri mu saja Din , tutup telinga mu fokus dengan diri mu saja " ucap Alana menguatkan Dinda memang cara nya sedikit egois tapi terkadang itu lah yang membuat hati kacau menjadi tenang .
" ayok " Alana menarik tangan Dinda untuk berdiri. mareka pun jalan beriringan, sebelum ke kelas Alana mareka lebih dulu ke kelas Dinda .
Alana sengaja mengantarkan Dinda dan mareka jalan perlahan di depan pintu masuk pas bel berbunyi dan pertanda guru tidak lama masuk jadi Alana bisa dengan tenang meninggalkan Dinda sendirian di sini .
" aku ke kelas yah , ingat apa yang ku katakan tadi " ucap Alana sambil menepuk nepuk pelan pundak Dinda berharap memberi sedikit kekuatan pada Dinda .
Alana berbalik segera langsung ke kelas nya, karena bel sudah berbunyi Alana mempercepat langkahnya. ia harus sampai lebih dulu dari pada guru nya .
Sesampai nya di kelas semua kursi sudah berpenghuni semua kecuali kursi nya saja dan juga guru yang belum datang.
baru saja Alana duduk , guru mata pelajaran pun masuk .
__ADS_1
" Al gimana ?" tanya Tika dengan memelankan suara nya .
" semua akan baik - baik saja , don't worry" Alana tersenyum dia paham kekhawatiran Tika .
" kau tahu kan aku bukan nya mau meninggalkan kalian, tapi jika aku terkena masalah bisa - bisa aku langsung di keluar kan dari sekolah" jelas Tika jika ia bukan lah keluarga yang berpengaruh untuk di pertimbangkan jika ingin di keluar kan . dia harus memikirkan keluarga nya yang bergantung harapan tinggi pada nya .
" aku ngerti posisi mu " ucap Alana tersenyum yang di balas dengan seyuman tulus dari Tika , Tika merasa bersalah dan egois tapi dia tidak mau menyesal juga di kemudian hari jika masalah tambah rumit .
Pelajaran berganti dan tidak terasa waktu berlalu begitu saja , bel pulang pun berbunyi pertanda siswa siswi bisa segera pulang ke rumah masing-masing.
di parkiran Alana bertemu dengan Alan karena Alana keluar nya lambat jadi area parkiran sudah mulai sepi .
" ada apa ?" tanya Alana
" aku mau ngomong " ucap Alana
" silahkan" Alana mempersilahkan karena tidak ada aturan di larang bicara kan.
" tidak di sini " Alan melihat sekeliling nya walaupun sepi tapi tetap saja ini bukan tempat yang pas .
Alan segera ke mobil nya di ikuti oleh Alana , saat Alan ingin membuka pintu untuk Alana
" tidak perlu , aku bisa sendiri" tolak Alana halus dia bukan anak di bawa umur yang buka pintu pun tidak bisa .
" hmm " Alan hanya tersenyum simpul saja .
Di dalam mobil perjalanan mareka di isi dengan keheningan saja .
" ada urusan " jawab Alan masih dengan fokus ke jalanan .
" oh " Alana hanya ber o ria karena dia paham setiap orang punya privasi nya sendiri maka nya ia tidak bertanya lagi .
mareka sampai di kafe yang tidak jauh harak nya dengan sekolah.
Alan memimpin jalan ,Alana hanya mengekor saja .
" mau pesan ?" tanya Alan pada Alana saat mareka sudah duduk di pojok dekat jendela
" air saja , masih kenyang" jawab Alana
" oke " Alan segera memesan air untuk mareka , tidak lama minuman nya pun datang
" terus apa yang mau di omongin?" tanya Alana melihat Alan diam saja tanpa mau memulai lebih dulu .
" kenapa kau mau membatalkan pertunangan kita ?" Alan langsung ke poin pembahasan yang ingin dia bahas dengan Alana .
" karena aku tidak mau menjalani hubungan tanpa cinta" jawab Alana jujur
__ADS_1
" tapi kan kita bisa saling menerima dan cinta akan datang sendiri nya nanti" jelas Alan .
" kita berbeda Lan , aku orang yang egois tapi aku tidak ingin ada yang jadi korban karena aku " ucap Alana mencoba memberi pemahaman terhadap Alan .
" maksudnya?" Alan kebingungan dengan penuturan Alana .
" aku tidak mau ada di antara kita yang menyesal, bisa jadi suatu hari nanti kita bertemu orang baru dan jatuh cinta karena hati tidak ada yang bisa mengontrol , hati terkadang memilih sendiri tempat nya berlabuh tanpa kita sadari . " ucap Alana menjelas kan .
" dan kita masih mudah , perjalanan kita masih panjang " sambung Alana lagi .
" tapi kita masih bisa jadi teman kan?" Alan memilih diam untuk sementara dia harus mengambil hati Alana dulu agar dia tidak kehilangan nya .
" tentu saja " Alana senang jika Alan tidak bersih kukuh untuk membujuk nya walaupun dia tidak tahu pasti alasan Alan menerima pertunangan ini tapi Alana tidak begitu peduli dengan alasan yang penting pertunangan nya tidak terjadi, itu sudah cukup untuk nya .
" terimakasih " ucap Alan tulus melihat Alana tersenyum dia ikut tersenyum juga .
" sama- sama kasih , ahahahah " Alana tertawa dengan penuturan nya sendiri.
Alan hanya melihat dan tersenyum melihat Alana .
Mareka pun mengobrol ria saja sampai minuman nya habis baru lah on the way pulang.
Alan mengantar Alana sampai depan rumah saja ia tidk mampir.
" lain kali saja , aku ada urusan" ucap Alan pda Alana
" baiklah " balas Alana
" hati - hati " Alana segera keluar dari mobil nya Alana dan saat Alan menjalankan mobil nya tidak lupa ia melambaikan tangan nya .
" di antar siapa ?"
suara itu membuat Alana terlonjak kaget jantung nya berdegup kencang .
deg .... deg .... deg ......
to be continue ............
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa tinggalkan jejak yah readers 😜🤩