
sebelum lanjut jangan lupa bagi like nya yah terima kasih atas kunjungan dan juga dukungan kalian semua ๐๐ค
jangan lupa bagi hadiah ๐ ๐
.
.
.
.
.
.
.
.
part 19 ' apa arti seorang anak?'
Alana tidak begitu heran dengan semua ini hanya saja dia sebagai Naura jiwa yng kesasar ke tubuh ini , tidak sadar jika dia bahkan mengalami hal ini dan lebih parah nya lagi bukan dia yang di perlakukan seperti ini melainkan Alana asli tapi hati nya tetap juga terluka .
" apa ini semua, aku bahkan tidak tahan dengan ini semua .. hiks ..." Alana tanpa sadar menangis dan dia terisak begitu sakit yang dia rasa saat ini .
bagian dada nya begitu sesak seperti ada sesuatu yang menindis nya yang membuat nya susah bernafas.
" apa orang tua dalam dunia ini tidak pernah memikirkan perasaan anak nya , walaupun anak harus berbakti tapi tidak dengan membunuh secara perlahan seperti ini . " gumam Alana lagi , air mata nya masih setia mengalir begitu saja tanpa bisa ia cegah .
" aku rasa lebih baik dunia ku yang dulu dari sekarang, memang dulu aku pernah bermimpi punya orang tua dan keluarga tapi jika begini aku rasa lebih baik mengubur mimpi ku . hiks .. hiks .. hikss ...." Alana kembali terisak ia begitu terpukul dengan keadaan nya .
" gak , aku tidak bisa menangis keputusan ada di tangan mu Na . kau sudah memutuskan bahwa apa pun itu kau lah penentu kebahagiaan mu " ucap Alana pada diri nya sendiri segera ia menghapus air mata nya tanpa sisa , dengan sorot mata penuh tekad dan juga ke yakinan .
Alana segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dulu ,agar tidak ketahuan jika ia sudah menangis .
setelah mandi Alana masih setia di kamar nya dan dia memutuskan untuk belajar . jika ia tidak salh ingat sebentar lagi akan di adakan kompetisi .
tujuan pertama adalah mengikuti kompetisi dan juga membawa hadiah agar bisa membuat nya memiliki peluang mendapatkan beasiswa.
karena tidak menutup kemungkinan jika orang tua nya tidak mau memutuskan pertunangan nya dengan Alan , Alana memilih untuk pergi dari sini .
ia akan hidup sendiri lagi dan membiayai diri nya sendiri walaupun memang sulit bertahan hidup sendiri tapi di sini Alana punya Dinda .
dari ingatan Alana Dinda begitu tulus berteman dengan nya hanya saja ada beberapa salah paham yang membuat mareka berselisih beberapa hari lalu .
Alana terus belajar tidak terasa sudah sore dan dia melewatkan makan siang nya tapi tidak masalah karena ia bahkan tidak lapar jika mengingat akan masalah pagi tadi .
sebelum itu tadi Bi Ida ada memanggil bya untuk makan siang tapi Alana mengatakan akan makan sendiri jika ia lapar .
" jam 4 " gumam Alana melihat jam sudah menunjukkan pukul empat sore .
" aku ke rumah Dinda saja dan mengajak nya untuk cari kerja part time " ide itu tiba - tiba muncul di kepala Alana .
dan ia segera berdiri dari tempat duduk nya, menuju lemari pakaian nya .
melihat sebentar dan Alana memutuskan untuk memakai pakain santai saja tapi tetap sopan .
Alana memakai tunik putih polos dengan di padukan celana jins hitam , begitu cocok dengan diri nya .
Alana segera keluar dari kamar nya dan menuruni tangga satu per satu , Agus yang duduk di ruang tamu sambil menonton TV menoleh karena mendengar suara sepatu Alana .
__ADS_1
" mau kemana Na ?" tanya Agus saat Alana akan melewati nya begitu saja .
Alana menoleh mendengar suara Agus dia tidak berniat pun untuk mengabaikan Agus hanya saja dia begitu fokus dengan diri nya sendiri sehingga tidak menoleh dan memerhatikan sekeliling nya .
" mau keluar sebentar kak " jawab Alana santai tapi Agus menanggapi jika Alana marah pada nya karena Alana mengabaikan nya lagi .
" aku pergi dulu , nanti kemalaman pula " sambung Alana kemudian melangkah keluar .
Agus memandang punggung adik nya yang mulai tidak terlihat itu .
' hanya karena masalah ini kita jadi jauh lagi Na ' Batin Agus dengan pandangan nanar .
dulu Agus melakukan berbagai cara untuk baikandengan Alana dan saat Alana berubah tidak memberontak lagi walaupun dia seakan tidak mengenal Alana tapi cukup membuat nya merasa senang karena akhir hubungan mareka tidak senggang lagi tapi dengan ada nya masalah ini membuat nya jauh lagi .
' kakak hanya berharap kamu baik - baik saja ' Agus membatin lagi .
sedangkan di posisi Alana sekarang dia naik ojek saja untuk ke tempat Dinda, Alana sengaja turun sebelum sampai di tempat dimana Dinda ngekos .
dari jauh Alana melihat ada seseorang yang menghampiri Dinda .
dan sepertinya nya mareka tidak baik- baik saja .
" ma.... berapa kali aku bilang, jika aku tidak melakukan nya haaa .." suara Dinda begitu lantang karena dia memang berteriak
" lalu kenapa kau tidak datang dan minta maaf kemudian menjelaskan nya sendiri " lawan bicara Dinda juga tersulut emosi
Alana hanya memerhatikan dari jauh dan dari pengamatan bisa di lihat jika orang itu ada mama nya Dinda . tapi dari ingatan Alana ia tidak dapat mengingat memori tentang mama nya Dinda .
" untuk apa aku menjelaskan nya ?" tanya Dinda dengan pandangan nanar mata nya mulai nerembun , dia sudah menahan nya dari tadi agar tidak menangis karena ia sudah menekadkan
keputusan nya bahwa bukan dia yang akan meminta untuk pulang karena dia tidak salah .
" mama sama papa selalu sibuk dengan dunia kalian sendiri dari aku kecil lagi bahkan aku lupa kapan terakhir aku tertawa, bahagia bersama dengan kalian, tapi walaupun begitu kalian mengawasi ku dengan ketat dan itu membuat ku tertekan , dan sekarang setelah melihat foto itu kalian langsung menyimpulkan tanpa memastikan itu benar apa , tidak " Dinda menjelaskan panjang lebar dan tidak tahan lagi air mata mengalir sendiri .
Dinda mengusap air mata nya dengan kasar .
" apa kalian pernah mendapat laporan dari orang suruh mama sama papa yang mengawasi ku jika aku pernah ke hotel dengan pria tidak punya harga diri itu ." teriak Dinda .
Dinda bingung harus mengatakan apa lagi , dan emosi nya tidak bisa ia tahan lagi .
Dinda berbalik dan masuk ke dalam kos nya
prakkkkkkkkk ....
Dinda membanting pintu kos nya , ia tidak peduli mau itu pintu rusak itu urusan belakangan, ia hanya mau melampiaskan amarahnya, pintu yang tidak bersalah jadi sasaran nya .
suara pintu mengagetkan mama nya Dinda bahkan Alana pun sampai terangkat bahu nya kaget dengan suara itu .
Alana sedih melihat Dinda seperti itu tapi apa yang harus ia lakukan, Alana tidak bis terlalu ikut campur dalam urusan Dinda apa lagi ini tentang ibu dan anak nya Alana tidak punya pengalaman apa pun .
melihat Mama nya Dinda pergi dari sana setelah mobil nya jauh baru lah Alana melangkahkan kakinya ke kamar kos nya Dinda .
tok.. tokk.... tokkk....
Alana mengetuk pintu , ia tahu jika Dinda sedih dan mungkin butuh waktu sendiri tapi Alana tidak mau Dinda begitu larut dalam sedih nya .
" Din ..." panggil Alana
" ini aku " sambung Alana lagi dan dia kembali mengetuk pintu Dinda lagi .
kriet ....
__ADS_1
pintu terbuka dan Dinda kelihatan kacau sekali .
Alana langsung masuk saja dan menutup kembali pintu nya .
Alana langsung memeluk Dinda dan Dinda membalas pelukan Alana dia semakin menangis.
" hiks.. hikss .. hiksss .... " Dinda terisak Alana paham bagaimana perasaan Dinda dan itu membuat ia juga berembum mata nya
" Dinda ini semua sudah terjadi" Alana melepaskan pelukannya dan memegang pundak Dinda
" kau tidak akan bisa melawan takdir " Alana menjelas apa yang harus dia katakan
" tapi kau bisa membuat diri ku bahagia, dan kau harus bisa mengubah takdir mu , jangan terlalu fokus dengan kesedihan ...okey " sambung Alana lagi berharap jika Dinda Kirana Larasati ini pulih dari sedih nya .
" jika kita tidak bisa melawan takdir maka kita bisa mengubah nya " ulang Alana lagi .
Dinda menghapus air mata nya dan mengangguk setuju , setelah mendengar apa yang Alana ucapkan ada benar nya .
Dinda menghapus air mata nya lagi dan menguatkan hati nya .
" sekarang kau mandi , dan kita akan keluar cari makan sambil cari kerja untuk sambung hidup, ehehehe " kata Alana ia terkekeh sendiri dengan ucapannya.
Alana menuntun Dinda ke kamar mandi nya dan menutup pintu .
" cepat yah , ini sudah sore " peringat Alana sebelum menutup rapat pintu kamar mandi itu .
Alana duduk di tempat tidur Dinda sambil menunggu tuan punya rumah selesai mandi .
sambil melihat sekeliling kamar Dinda walaupun tidak besar tapi bagi Alana sekarang yang jiwa nya Naura ini cukup nyaman .
beberapa menit berlalu Dinda keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja .
" kenapa belum pakai baju ?" tanya Alana melihat Dinda hanya menggunakan handuk
" kau tadi langsung mendorong ku tanpa mengambil kan baju ganti ku " jawab Dinda malas
" ohh lupa " Alana terkekeh.
Dinda mengambil baju ganti nya dan kembali ke kamar mandi untuk berpakaian.
" sudah " ucap nya keluar dari kamar mandi
Alana menoleh ke sumber suara
" celat juga kau " jawab Alana santai kemudian dia berdiri .
" yok jalan " canda Alana dan di poloti oleh Dinda
" aku belum mengeringkan rambut ku " ucap Dinda memutar bola mata nya malas .
" sini aku bantu " Alana segera menuntun Dinda untuk duduk di meja rias yang ada di kamar itu .
" menurut mu apa orang tua ku akan mencari ku dan membawa ku pulang" tanya Dinda tiba - tiba walaupun dia mengatakan keputusan nya tidak akan pulang sebelum mareka lah yang meminta nya tapi di hati kecil nya juga Takut jika orang tua nya begitu tidak peduli dia ada apa tidak ada .
" menurut mu apa arti seorang anak Din ? "
Alana bertanya kembali dan mareka hanya bisa diam bertanda jika pertanyaan mareka tidak mungkin di jawab satu sama lain .
to be continue..........
jangan lupa tinggalkan jejak yah bestie ๐ ba bayeee
__ADS_1