
sebelum lanjut baca jangan lupa bagi like yah dan juga dukungan nya , terima kasih ππ€π€π
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
............................................................../
Waktu terus berlalu maka nya jika kita tidak memanfaatkan waktu dengan benar kita akan ketinggalan tidak perlu mengejar waktu karena waktu itu tidak lari dia hanya saja begitu disiplin dan akan terus berjalan sesuai aturan nya .
Saat Ini Alana sudah berada di rumah nya pulang sekolah Alana langsung pulang tidak ad yang spesial hari ini di sekolah nya hanya seperti biasa saja . itu menurut nya tapi dia tidak tahu jika ada gosip yang beredar tentang dia .
tapi karena selama ini Naura tidak peduli dengam dunia maya bahkan sekarang dia menjadi Alana tetap begitu maka nya dia tidak tahu menahu tentang itu .
" lima putaran cukup kali yah " ucap Alana
ucap Alana berhenti berlari , dia melakukan lari sore lagi .
mulai sekarang dia akan lanjut dengan kegiatan nya yaitu lari pagi dan sore untuk kebugaran tubuh nya , yqng terasa seperti tidak punya tenaga ini .
" sudah mau malam , aku mandi aja dulu sebentar lagi pasti Dinda datang" ucap nya lagi sambil melangkah untuk masuk kerumahnya itu yang hanya dia saja dan beberapa pelayan yang bekerja di situ .
karena kakak nya dan juga orang tua nya tidak ada maka nya dia hanya berolahraga di halaman depan saja , lagian tidak ada yang protes.
sampai di kamar nya Alana mendingin kan tubuh jya dulu setelah dingin baru lah dia ke kamar mandi untuk mandi .
**********/////**********/////*********
tok ... tok ... tok ..
Alana keluar dari kamar mandi bertepatan dengan suara ketukan pintu terdengar di telinga nya .
" iya bi " ucap Alana membuka pintu kamar nya
" ada teman non di bawa " Bi Ida memberi tahu jika ada teman Alana yang sudah datang.
" tolong langsung antar ke sini saja bi " Alana memerintah sekaligus meminta bantuan Bi Ida ,
walaupun itu memang sudah tugas Bi Ida sebagai pelayan tapi tetap saja Alana mengucapkan kata tolong karena dia lebih tua dari Alana .
kita erlu menghargai orang lain jika kit ingin di hargai, sekolah tinggi tapi etika nya tidak ada sama saja bohong hasil nya akan dikatakan Nol besar begitu juga jika kita punya status sosial lebih tinggi dan harta lebih jika sombong dan semena mena ,
orang tidak akan menghargai mu tapi dia akan segan dengan mu ketika roda berputar kmu berada di bawah tidak akan ada yang mau membantu mu memikul beban .
" Na , kamar mu sedikit berbeda " kata Dinda saat sudh berada di kamar Alana sambil melihat - lihat sekeliling nya , waktu terakhir kali kesini , bukan seperti ini .
" apa nya yang beda ?" tanya Alana bingung serasa dia tidk mengubah apapun dalam kamar ini . kecuali letak barang - barang nya .
__ADS_1
" walaupun kau tidak mengubah nya tapi lihat lah tata letak barang dan itu membuat suasana lebih menunjukkan jika orang nya itu dewasa " jelas Dinda
" ngawur " jjawab Alana sambil mentower jidat nya Dinda
" auuu....." keluh Dinda
" gitu aja , lebay lo " timpal Alana sambil membaringkan tubuh nya di samping Dinda
" mau ngapain kita yah?" ucap Alana menatap Langit - Langit kamar nya .
" keluar aja yok cari makan " ajak Dinda
" hmm ,sudah malam ini Bambang" jawab Alana kemudian dia kembali duduk .
" gimana kalau kita masak sendiri , banyak bahan di dapur?" Alana mendapatkan ide dari pada keluar malam yang belum tentu aman .
" kau yakin " Dinda meyakinkan Alana dengan saran Alana berusan seperti nya tidak begitu efesien .
" yakin lah" Alana menjawab dengan mantap bertanda dia yakin .
" dah jom ," ajak Alana sambil menarik tangan nya Dinda .
mareka beriringan keluar dari kamar nya Alana dan segera turun tangga untuk ke dapur , sesampai nya di sana , Alana melihat jika beberapa pelayan termasuk Bi Ida baru manyiapkan bahan untuk masak makan malam .
" bi ... " panggil Alana
" ada apa non" tanya Bi Ida menghampiri Alana dan Dinda
" jangan masak lauk bi , masak nasi saja soal lauk biar aku yang handle . " ucap Alana
" yakin non" Bi Ida seakan tidak percaya , bukan nya gimana , tapi gimana cara bilang nya yah Alana itu tidak pernah ke dapur sebelum nya jadi para pelayan di sana menatap tidak percaya .
Alana mengabaikan mareka dan segera ke arah kulkas ada berbagai macam bahan tapi yang menjadi fokus nya hanya sayap ayam dan juga sosis madu .
"yang lain tolong bantu menyiapkan alat bakar dan selebih nya bisa menyiapkan nasi dan juga hal lain nya , kalian tahu lah kan apa yang perlu di siapkan , malam ini kita makan bareng dengan bakar - bakar " ucap Alana panjang lebar dia begitu antusias .
" tapi non" sela salah satu di antara mareka
" sudah , dengarkan saja apa kata non Lana " Bi Ida memotong pembicaraan teman kerja nya itu sebelum melanjutkan protes nya pada Alana .
dan mareka segera melakukan apa yang Alana perintah kan , dan Alana sendiri lah yang membersihkan Ayam nya dan memberi nya bumbu agar bertambah rasa saat sudah di bakar nanti .
kebanyakan mareka hanya menonton saja dimana dua gadis itu sibuk dengan kegiatan mareka.
Dinda tidak begitu kaku dengan hal dapur karena dia
suka memasak tapi dia tidk percaya jika Alana juga bisa memasak karen sebelumnya dia tidak pernah melihat Alana di dapur tapi dari cara nya Dinda yakin jika ini hukan pertama kali nya buat Alana .
" aku baru tahu kalau tuan putri kita ini bisa memegang alat dapur" canda Dinda di sela kerja nya .
" kau saja yang tidak tahu tentang kemampuan ku ini " Alana menimpali candaan Dinda
mareka terus melanjutkan kerjaan nya sambil bercanda tapi tetap kerja mareka selesai.
setelah semua di kasih bumbu , baru lah mareka ke luar untuk segera membakar karena semua alat bakar telah siap langsung saja mareka lanjut dan ada beberapa pelayan di dalam yang menyiapkan hal lainnya .
" ohh yah Bi tolong siap kan alas saja di sini , kita makan di sini saja . " ucap Alana karena sekarang posisi mareka di samping rumah Alana dan di sana halaman nya cukup luas , cukup untuk mareka semua .
" baik non" jawab Bi Ida dia tidak pernah mengatakan tidak , dia akan melakukan apa saja sesuai perintah Alana .
itulah juga yang selalu membuat dia di marah oleh nyonya dan juga tuan rumah karena dia selalu memanjakan Alana .
keringat bercucuran di dahi mareka yang memanggang ayam dan juga sosis tapi hasil nya memuaskan dari tercium nya bau wangi yang membuat mareka seketika lapar .
" oke, sudah siap semua nya " ucap Alana melihat semua sudah tertata rapi
" ada yang kurang " kata Alana kemudian dia masuk kedalam dengan berlari kecil .
sedangkan yang lain hanya melihat punggung Alana yang mulai tidak terlihat ,
__ADS_1
" apa yang kurang?" tanya mareka
tidak berapa lama Alana kembali dengan berbagai macam minuman dingin di tangan nya tentu saja itu hanya minuman biasa.
" sekarang perfect " ucap Alana sambil meletakkan minuman nya .
" ayo semua nya duduk , saat nya kita menikmati kerja keras kita " ajak Alana pada mareka .
sedangkan para pelayan nya hanya berdiri saja Alana duduk diluan dn Dinda segera juga duduk di samping Alana .
" kenapa kalian tidak duduk ? " tanya Alana melihat mareka masih setia di tempat nya
" non diluan saja nanti kami di belakang" jawab Bi Ida mewakili semua nya .
" ayolh jangan sungkan , ini tidak akan seru jika hanya berdua " jawab Alana dan berdiri menuntun Bi Ida untuk segera duduk .
dan dia pun tidak lupa menatap yang lain nya dan menyuruh duduk juga .
" kalian juga duduk , ayok " ajak Alana lagi .
saat semua sudah duduk baru lah Alana kembali ke tempat duduk nya lagi .
" jika sama aku jangan terlalu sungkan , anggap saja kita teman " jelas Alana , dia tidak mau begitu kaku pada kehidupan ini . cukup saja pada kehidupan sebelumnya yang dia membatasi diri untuk bergaul dn juga berteman.
mareka menikmati makan malam besar itu dengan bawahan dengan majikan tapi jika di perhatikan seakan mareka adalah keluarga besar yang lagi berlibur . begitu menyenangkan walaupun pertama mareka masih canggung - canggung tapi dengan sikap Alana yang begitu mudah menerima mareka membuat suasana cepat berubah menjadi lebih santai dan bahagia terlihat dari senyum semua orang .
" aku senang baget hari ini " ucap Dinda sambil merentangkan tangan nya di tempat tidur Alana .
" bahagia itu sederhana" ucap Alana
" kau benar , jika aku tahu seperti ini aku akan mengajak semua pelayan di rumah ku makan bersama saat mama sama papa ku sibuk " Dinda cemberut , karena dulu jika mama dan papa nya sibuk dia akan makan sendiri .
" jika makan ramai - ramai serasa makanan begitu nikmat , aku bahkan sampai nambah tidak kayak bias nya , ahahahah" Dinda tertawa mengingat pertama kali nya dia begitu menikmati makanan nya .
" terimakasih Nana " ucap nya smbil memeluk Alana dari samping
" tidak perlu terima kasih Din , aku melakukan ini juga untuk diri ku sendiri jika kau merasa bahagia itu karena diri mu sendiri yang mau bahagia" jawab Alana dia tidak mau jika Dinda merasa Alana berusaha menghibur nya dan bisa saja nanti Dinda merasa jika Alana mengasihaninya . yang membuat persahabatan mareka renggang.
Naura yang selama ini tidak memiliki teman yang begitu dekat dengan nya , saat berteman dengan Dinda membuat dia merasa berteman itu tidak buruk .
dengan ini dia bisa mengisi sedikit hati nya dan membuat diri nya bahagia,
' mulai sekarang aku akan hidup bahagia '
Alana berucap dalam hati nya dengan tekat yang kuat .
'walaupun aku tahu hidup ini tidak akan segampang itu hanya saja bukan kah bahagia itu sederhana tidak perlu kemewahan dan juga kelebihan '
to be continue............
.
.
.
.
.
.
segini dulu yah , jangan lupa bagi like , vote dan juga hadia nya yahπ
terimakasih untuk yang sudah mampir ,jika ad kesalahan ketik atau pun yang lain nya mohon di maafkan , soal nya ini langsung ku posting tanpa baca kembali , mungkin ad beberapa yang salah ketik π
jangan lupa tinggalkan jejak yah bestie πππ
ba bayeee sampai jumpa
__ADS_1