
" sudah pintar kabur "
Alana menoleh ke sumber suara , melihat wajah datar kakak nya dia jadi gugup . tapi , secepatnya dia merubah ekspresi menjadi senyum ceria.
" kakak .." panggil Alana manja .
lalu Alana menghampiri Agus yang berdiri tidak jauh dari diri nya . Alana melangkah dengan tertatih tatih karena kaki nya yang sakit.
Agus hanya melihat Alana tanpa berniat membantu nya .
" kak ?" panggil Alana lagi saat sudah ada di hadapan Agus , karena tidak mendapat jawaban . Alana kembali memanggil Agus .
" kak ..." rengek Alana sambil menarik - narik baju Agus .
Agus menatap Alana datar kemudian, maninggalkan Alana yang mematung di tempatnya karena di abaikan oleh kakak nya .
" dasar , ngambekaan " gumam Alana tersenyum. bukan nyaarah atau tersinggung ia merasa lucu dengan tingkah kakak nya .
" kak ... tungguin " Alana mengeras kan suara nya karena , Agus sudah jauh dari diri nya .
Alana ikut melangkah kaki nya , ia mempercepat langkahnya agar bisa sejajar dengan Agus tapi karena tidak hati - hati , ia tersandung
" akkhh " pekik Alana , kaki nya berdenyut karena telantuk .
Agus menoleh karena mendengar suara Alana kesakitan,
" dasar ceroboh" gumam nya , geleng kepala.
Agus menghampiri Alana dan menggendong nya ala bridal style , tanpa mengucap kan sepatah kata pun Agus langsung ke kamar Alana .
Alana juga ikut diam karena rasa sakit kaki nya dia jadi memilih diam .
sesampainya di kamar Alana , Agus meletakkan Alana di tempat tidur .
" gimana?" tanya Agus .
" sudah mendingan kok kak , tadi juga sudah di urut jadi sebentar lagi juga sembuh . " jelas Alana .
" hmm .... istirahat lah , nanti kak suruh bibi antar makanan" ucap Agus kemudian berbalik meninggalkan Alana .
" hmm . tolong tutup pintu nya yh kak " jawab Alana .
" iya , istirahat lah " ujar Agus melanjutkan langkah nya .
Alana melihat Agus keluar dari kamar nya baru lah dia berdiri, dia memutuskan untuk mengganti baju nya dulu .
" dasar kaki , suka nya merepotkan saja . " Alana mengomel sendiri. karena kaki nya yang tidak bisa di ajak kompromi banyak kegiatan nya yang harus tertunda .
Alana membersihkan diri dulu karena merasa gerah , sesudah nya mandi ia memakai piyama tidur nya .
Alana ke meja belajar melihat tugas - tugas nya , mengerjakan tugas yang belum selesai, tidak banyak tugas yang belum selesai jadi tidak butuh banyak waktu untuk mengerjakan nya .
sesudah mengerjakan tugas nya , Alana menyiapkan memang buku - buku mata pelajaran yang akan ia bawa untuk besok .
kemudian ia mengambil beberapa buku yang bisa dia baca untuk bersantai . Alana kembali ke tempat tidur nya , menyandarkan kepalanya kemudian membuka buku bacaan nya . jika dulu ia membaca novel maka sekarang berbeda lagi . Sekarang ia lebih sering membaca tentang pelajaran .
entah dari mana kebiasaan itu datang, tapi yang pasti itu lah yang membuat nya nyaman .
Menurut nya ini juga aneh , biasa nya dia akan belajar jika otak nya suntuk dengan keadaan .
______________________________________ 🌌
tak terasa waktu berlalu begitu cepat , kini sudah malam . matahari mulai tak terlihat di ganti dengan indah nya bulan .
tok ... tokk ... tokkk ....
pintu kamar Alana di ketuk , tapi dia tidak merubah posisi nya .
" masuk " ucap nya tanpa mengalihkan perhatian nya dari buku .
__ADS_1
Agus pun masuk membawa nampan berisi makanan .
" dek makan dulu ." ucap Agus meletakkan nampan itu di dekat Alana .
Alana yang mendengar suara kakak nya . langsung saja ia meletakkan buku nya kemudian beralih menatap Agus .
" kakak .." gumam Alana .
" kenapa?" tanya Agus karena mendengar Alana bergumam.
" kirain masih marah " canda Alana
" kamu mau kakak marah terus " timpal Agus dengan wajah yang di buat datar sedemikian rupa.
" gak lah kak " Alana menggeleng kan kepala nya tersenyum lucu .
" baperan amat " gumam Alana dengan suara kecil jadi Agus tidak mendengar nya kali ini .
" ni makan dulu lepas tu tidur." kata Agus
" oke . "
Alana memakan makanan nya dengan tenang . melihat Agus yang tidak bergerak dari tempatnya dan juga tidak banyak berbicara Alana merasa heran .
" kak ada masalah?" tanya Alana .
" nggak" jawaban singkat yang di dengar Alana menambah kecurigaan nya .
" yakin ?" ucap Alana karena dia merasa aneh .
" sudah lah makan saja , " sela Agus
' ada apa yah ?' batin Alana bertanya pada diri nya sendiri.
Alana melanjutkan makan nya sampai tidak tersisa , karena dia tahu jika ia menyisahkan mkanan maka itu akan di buang . jika di buang maka membazir sedangkan banyak orang di luar sana mencari makan begitu susah .
selesai makan Alana kemudian tidur , tapi sebelum itu dia merasa ad yang aneh dengan Agus , kakak nya .
Alana memilih untuk ke dapur minum sekaligus mencari cemilan untuk menemaninya begadang karena mata nya tidak bisa tidur.
tapi saat dia menuruni tangga ia melihat , Ayah , ibu dan juga kakak nya Agus . mareka masih di ruang tamu .
' belum tidur, tumben banget ' batin Alana .
saat Alana mau menghampiri mareka dia mendengar samar - samar pembicaraan mareka .
Alana mendekat tapi ia tidak membuat bunyi agar tidak ketahuan menguping.
" ayah tahu kan , Alana tidak mau meneruskan perjodohan ini . " ucap Agus yang di dengar oleh Alana .
' masih bahas ini ' batin Alana malas , kemudian ia berniat untuk kembali ke kamar nya saja tapi sebelum itu dia menghentikan langkah nya karena mendengar jawaban ayah nya .
" Alana tidak punya hak untuk memutuskan nya . " bantah Ayah nya .
" tapi .."
" gak ada tapi tapian Gus , ini juga demi kebaikan adik mu ." terang Ayah nya .
Alana yang mendengar nya tersenyum miris .
' kebaikan , jika kebaikan ku seharusnya mareka memikirkan perasaan ku .' batin nya .
" Ayah jangan terlalu memaksa nya , Alana tu nekat orang nya . Ayah sama ibu gak paham dia tapi Agus tahu betul dengan adik ku ." jawab Agus .
" gak ada kebaikan jika kalian memaksa nya , yang ada ia merasa tertekan ." sambung Agus . Ia berharap orang tua nya mengerti dengan situasi seperti ini .
Alana memilih untuk ke kamar nya tapi sebelum ia benar benar pergi , ia sempat mendengar jika pertunangan nya akan di adakan lusa .
Alana sampai di kamar nya , walaupun dia sedih tapi ia tidak mau menangis .
__ADS_1
Alana mengemas barang - barang nya , yang perlu saja ia bawah . satu koper yang ukurannya lumayan besar dan juga tas pakaian serta tas sekolah nya .
Alana menulis surat untuk keluarga nya, ia meletakkan di meja belajar nya .
setelah itu ia menatap jam sudah jam 1:30 pagi , Alana membuka pintu dan mengamati situasi nya .
setelah merasa aman , Alana turun dengan barang - barang nya . untung nya rumah nya tidak ada penjaga pintu.
Alana menatap rumah yang dia tinggali beberapa bulan ini .
" aku bukan Alana yang penurut seperti anak kalian, karena aku orang yang berbedah " gumam nya .
kemudian dia benar - benar pergi , taksi nya sudah menunggu di pinggir jalan raya .
Alana menuju ke rumah di mana Dinda tinggal.
beberapa menit perjalanan akhirnya dia sampai.
" terimakasih pak " pamit Alana pada sopir taksi itu .
tok ..tokk .... tokkk ..
Alana mengetuk pintu rumah nya Dinda, tapi tidak ad jawaban.
" tidur pasti ni " ucap Alana , ia mengeluarkan handphone nya kemudian mencari nomor Dinda dan ia menelpon.
" halo " ucap orang di seberang telepon dengan suara parau nya ,pertanda ia baru bangun tidur bahkan nyawa nya saja belum terkumpul semua.
" Din buka pintu nya , aku di depan" Alana langsung to the points saja .
ucapan Alana langsung membuat Dinda membuka lebar mata nya .
" apa yang kau lakukan di malam buta " ucap Dinda , tapi dia buru - buru bangun , untuk membuka pintu.
kriettt ...
pintu terbuka Alana langsung masuk saja karena barang nya berat .
Alana langsung mendudukkan bokong nya di sofa rumah itu .
" apa yang terjadi?" tanya Dinda ikut duduk dekat Alana .
" cerita nya panjang" jawab Alana malas .
" di pendek kan saja , untuk ku " ujar Dinda
Alana memutar bola mata nya malas , memang begitu nasib punya teman yang kepo akut .
" aku pergi dari rumah " ucap Alana .
" kenapa?" tanya Dinda dengan suara pelan.
" besok aja cerita nya , Din" jawaban Alana membuat Dinda cemberut
" aku ngantuk " sambung Alana ,
kemudian dia masuk ke kamar Dinda dan merebah kan tubuh nya di tempat tidur.
Dinda yang melihat itu geleng geleng kepala ,
' dia seperti tidak memiliki masalah saja ' batin Dinda .
to be continue .......
haiii ... jumpa lagi dengan saya . eheheheh
maaf yah guys karena jarang up , kalian seperti nya kurang suka jadi mungkin beberapa part lagi , akan saya tamat kan ,
terimakasih yang sudah mampir sampai jumpa,
__ADS_1
ba bayeee...