Siapa Kau

Siapa Kau
part 26


__ADS_3

" sudah pintar kabur "


Alana menoleh ke sumber suara , melihat wajah datar kakak nya dia jadi gugup . tapi , secepatnya dia merubah ekspresi menjadi senyum ceria.


" kakak .." panggil Alana manja .


lalu Alana menghampiri Agus yang berdiri tidak jauh dari diri nya . Alana melangkah dengan tertatih tatih karena kaki nya yang sakit.


Agus hanya melihat Alana tanpa berniat membantu nya .


" kak ?" panggil Alana lagi saat sudah ada di hadapan Agus , karena tidak mendapat jawaban . Alana kembali memanggil Agus .


" kak ..." rengek Alana sambil menarik - narik baju Agus .


Agus menatap Alana datar kemudian, maninggalkan Alana yang mematung di tempatnya karena di abaikan oleh kakak nya .


" dasar , ngambekaan " gumam Alana tersenyum. bukan nyaarah atau tersinggung ia merasa lucu dengan tingkah kakak nya .


" kak ... tungguin " Alana mengeras kan suara nya karena , Agus sudah jauh dari diri nya .


Alana ikut melangkah kaki nya , ia mempercepat langkahnya agar bisa sejajar dengan Agus tapi karena tidak hati - hati , ia tersandung


" akkhh " pekik Alana , kaki nya berdenyut karena telantuk .


Agus menoleh karena mendengar suara Alana kesakitan,


" dasar ceroboh" gumam nya , geleng kepala.


Agus menghampiri Alana dan menggendong nya ala bridal style , tanpa mengucap kan sepatah kata pun Agus langsung ke kamar Alana .


Alana juga ikut diam karena rasa sakit kaki nya dia jadi memilih diam .


sesampainya di kamar Alana , Agus meletakkan Alana di tempat tidur .


" gimana?" tanya Agus .


" sudah mendingan kok kak , tadi juga sudah di urut jadi sebentar lagi juga sembuh . " jelas Alana .


" hmm .... istirahat lah , nanti kak suruh bibi antar makanan" ucap Agus kemudian berbalik meninggalkan Alana .


" hmm . tolong tutup pintu nya yh kak " jawab Alana .


" iya , istirahat lah " ujar Agus melanjutkan langkah nya .


Alana melihat Agus keluar dari kamar nya baru lah dia berdiri, dia memutuskan untuk mengganti baju nya dulu .


" dasar kaki , suka nya merepotkan saja . " Alana mengomel sendiri. karena kaki nya yang tidak bisa di ajak kompromi banyak kegiatan nya yang harus tertunda .


Alana membersihkan diri dulu karena merasa gerah , sesudah nya mandi ia memakai piyama tidur nya .


Alana ke meja belajar melihat tugas - tugas nya , mengerjakan tugas yang belum selesai, tidak banyak tugas yang belum selesai jadi tidak butuh banyak waktu untuk mengerjakan nya .


sesudah mengerjakan tugas nya , Alana menyiapkan memang buku - buku mata pelajaran yang akan ia bawa untuk besok .


kemudian ia mengambil beberapa buku yang bisa dia baca untuk bersantai . Alana kembali ke tempat tidur nya , menyandarkan kepalanya kemudian membuka buku bacaan nya . jika dulu ia membaca novel maka sekarang berbeda lagi . Sekarang ia lebih sering membaca tentang pelajaran .


entah dari mana kebiasaan itu datang, tapi yang pasti itu lah yang membuat nya nyaman .


Menurut nya ini juga aneh , biasa nya dia akan belajar jika otak nya suntuk dengan keadaan .


______________________________________ 🌌


tak terasa waktu berlalu begitu cepat , kini sudah malam . matahari mulai tak terlihat di ganti dengan indah nya bulan .


tok ... tokk ... tokkk ....


pintu kamar Alana di ketuk , tapi dia tidak merubah posisi nya .


" masuk " ucap nya tanpa mengalihkan perhatian nya dari buku .

__ADS_1


Agus pun masuk membawa nampan berisi makanan .


" dek makan dulu ." ucap Agus meletakkan nampan itu di dekat Alana .


Alana yang mendengar suara kakak nya . langsung saja ia meletakkan buku nya kemudian beralih menatap Agus .


" kakak .." gumam Alana .


" kenapa?" tanya Agus karena mendengar Alana bergumam.


" kirain masih marah " canda Alana


" kamu mau kakak marah terus " timpal Agus dengan wajah yang di buat datar sedemikian rupa.


" gak lah kak " Alana menggeleng kan kepala nya tersenyum lucu .


" baperan amat " gumam Alana dengan suara kecil jadi Agus tidak mendengar nya kali ini .


" ni makan dulu lepas tu tidur." kata Agus


" oke . "


Alana memakan makanan nya dengan tenang . melihat Agus yang tidak bergerak dari tempatnya dan juga tidak banyak berbicara Alana merasa heran .


" kak ada masalah?" tanya Alana .


" nggak" jawaban singkat yang di dengar Alana menambah kecurigaan nya .


" yakin ?" ucap Alana karena dia merasa aneh .


" sudah lah makan saja , " sela Agus


' ada apa yah ?' batin Alana bertanya pada diri nya sendiri.


Alana melanjutkan makan nya sampai tidak tersisa , karena dia tahu jika ia menyisahkan mkanan maka itu akan di buang . jika di buang maka membazir sedangkan banyak orang di luar sana mencari makan begitu susah .


selesai makan Alana kemudian tidur , tapi sebelum itu dia merasa ad yang aneh dengan Agus , kakak nya .


Alana memilih untuk ke dapur minum sekaligus mencari cemilan untuk menemaninya begadang karena mata nya tidak bisa tidur.


tapi saat dia menuruni tangga ia melihat , Ayah , ibu dan juga kakak nya Agus . mareka masih di ruang tamu .


' belum tidur, tumben banget ' batin Alana .


saat Alana mau menghampiri mareka dia mendengar samar - samar pembicaraan mareka .


Alana mendekat tapi ia tidak membuat bunyi agar tidak ketahuan menguping.


" ayah tahu kan , Alana tidak mau meneruskan perjodohan ini . " ucap Agus yang di dengar oleh Alana .


' masih bahas ini ' batin Alana malas , kemudian ia berniat untuk kembali ke kamar nya saja tapi sebelum itu dia menghentikan langkah nya karena mendengar jawaban ayah nya .


" Alana tidak punya hak untuk memutuskan nya . " bantah Ayah nya .


" tapi .."


" gak ada tapi tapian Gus , ini juga demi kebaikan adik mu ." terang Ayah nya .


Alana yang mendengar nya tersenyum miris .


' kebaikan , jika kebaikan ku seharusnya mareka memikirkan perasaan ku .' batin nya .


" Ayah jangan terlalu memaksa nya , Alana tu nekat orang nya . Ayah sama ibu gak paham dia tapi Agus tahu betul dengan adik ku ." jawab Agus .


" gak ada kebaikan jika kalian memaksa nya , yang ada ia merasa tertekan ." sambung Agus . Ia berharap orang tua nya mengerti dengan situasi seperti ini .


Alana memilih untuk ke kamar nya tapi sebelum ia benar benar pergi , ia sempat mendengar jika pertunangan nya akan di adakan lusa .


Alana sampai di kamar nya , walaupun dia sedih tapi ia tidak mau menangis .

__ADS_1


Alana mengemas barang - barang nya , yang perlu saja ia bawah . satu koper yang ukurannya lumayan besar dan juga tas pakaian serta tas sekolah nya .


Alana menulis surat untuk keluarga nya, ia meletakkan di meja belajar nya .


setelah itu ia menatap jam sudah jam 1:30 pagi , Alana membuka pintu dan mengamati situasi nya .


setelah merasa aman , Alana turun dengan barang - barang nya . untung nya rumah nya tidak ada penjaga pintu.


Alana menatap rumah yang dia tinggali beberapa bulan ini .


" aku bukan Alana yang penurut seperti anak kalian, karena aku orang yang berbedah " gumam nya .


kemudian dia benar - benar pergi , taksi nya sudah menunggu di pinggir jalan raya .


Alana menuju ke rumah di mana Dinda tinggal.


beberapa menit perjalanan akhirnya dia sampai.


" terimakasih pak " pamit Alana pada sopir taksi itu .


tok ..tokk .... tokkk ..


Alana mengetuk pintu rumah nya Dinda, tapi tidak ad jawaban.


" tidur pasti ni " ucap Alana , ia mengeluarkan handphone nya kemudian mencari nomor Dinda dan ia menelpon.


" halo " ucap orang di seberang telepon dengan suara parau nya ,pertanda ia baru bangun tidur bahkan nyawa nya saja belum terkumpul semua.


" Din buka pintu nya , aku di depan" Alana langsung to the points saja .


ucapan Alana langsung membuat Dinda membuka lebar mata nya .


" apa yang kau lakukan di malam buta " ucap Dinda , tapi dia buru - buru bangun , untuk membuka pintu.


kriettt ...


pintu terbuka Alana langsung masuk saja karena barang nya berat .


Alana langsung mendudukkan bokong nya di sofa rumah itu .


" apa yang terjadi?" tanya Dinda ikut duduk dekat Alana .


" cerita nya panjang" jawab Alana malas .


" di pendek kan saja , untuk ku " ujar Dinda


Alana memutar bola mata nya malas , memang begitu nasib punya teman yang kepo akut .


" aku pergi dari rumah " ucap Alana .


" kenapa?" tanya Dinda dengan suara pelan.


" besok aja cerita nya , Din" jawaban Alana membuat Dinda cemberut


" aku ngantuk " sambung Alana ,


kemudian dia masuk ke kamar Dinda dan merebah kan tubuh nya di tempat tidur.


Dinda yang melihat itu geleng geleng kepala ,


' dia seperti tidak memiliki masalah saja ' batin Dinda .


to be continue .......


haiii ... jumpa lagi dengan saya . eheheheh


maaf yah guys karena jarang up , kalian seperti nya kurang suka jadi mungkin beberapa part lagi , akan saya tamat kan ,


terimakasih yang sudah mampir sampai jumpa,

__ADS_1


ba bayeee...


__ADS_2