
Keputusan adalah hal yang sulit tapi jika begitu sulit maka lihat lah ke depan apa yang akan kita dapatkan jika mengambil langkah yang itu dan yang ini .
apa yang kita lakukan sekarang adalah penentu kita di masa depan , tidak perlu terlalu berharap pada orang tapi berharap lah ada diri mu sendiri agar tidak kecewa terlalu besar .
.....@......@........@...
Pagi menyapa Alana membuka mata nya , pagi yang baru dan juga semangat baru .
hari ini kakak nya akan datang dan dia sudah menguatkan diri nya apa yang menjadi jawaban dari pertanyaan nya .
pertama yang dia lihat adalah Dinda yang masih tertidur di samping nya .
Alana segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya .
keluar dari kamar mandi Alana sudah siap dengan pakaiannya pun sudah di ganti tapi Dinda masih saja terlelap .
" Din ... bangun sudah pagi " Alana membangun kan Dinda sambil menggoyang - goyang Dinda tapi sepertinya Dinda begitu nyaman dengan mimpi nya .
" dasar " Alana pergi dari situ dia membiarkan Dinda melanjutkan tidur nya mungkin selama ini dia tidak tidur dengan nyaman karena masalah yang dia alami .
sekarang tujuan Alana ada lari pagi , karena dia akan membuat tubuh nya lebih sehat sekarang supaya tidak gampang sakit lagi .
" nona sudah bangun?" tanya Bi Ida melihat Alana sudah ada di dapur .
" belum bi" jawab Alana sntai sambil meminum air nya , Alana sengaja ke dapur dulu untuk minum air dulu karena ini termasuk kebiasaan nya minum air jika bangun tidur .
" haa" Bi Ida bingung dengan jawaban Alana
" pertanyaan bibi sih gak nyambung, lihat orang sudah disini yah sudah bangun lah bi . masa iya mengigau " Alana mengoceh panjang lebar kemudian meninggalkan asisten rumah tangga nya itu.
Alana lari pagi seperti biasa nya dan rute nya pun sama seperti kemarin tapi sekarang dia sudah tidak terlalu lelah seperti kemarin .
" cepat juga kemajuan ku, " ucap Alana sambil tersenyum. dan melangkah kan kaki nya masuk ke rumah nya .
" sudah bangun rupa nya ratu tidur kita " kata Alana melihat Dinda sudah ada di ruang tamu nya kemudian Alana pun ikut duduk di samping Dinda yang duduk di ruang tamu .
" kau dari joging?" heran Dinda melihat Alana dengan pakaian lari seperti ini . seperti bukan Alana yang biasa nya .
" hmm " Alana hanya mengangguk dan berdehem saja
" tidak biasa nya " kata Dinda
" badan ku rasa mau penyok maka nya olahraga sikit
" jelas Alana agar Dinda tidak curiga apa lagi bertanya banyak . nanti dia pusing mau jawab apa .
__ADS_1
" aku mau pulang Na " Dinda segera berdiri dari tempat duduknya
" buru - buru amat " ucap Alana melihat teman nya satu ini .
" ini masih pagi loh " sambung Alana
" entar kak Agus sampai gimana ?" Dinda kawatir jika Agus datang dia akan membawa kan masalah untuk Alana .
" sudah lah jangan di pikir kan , kita sarapan dulu baru kau bisa pulang " mutlak sudah keputusan Alana dan dia segera menarik tangan Dinda menuju ke meja makan , di sana sarapan sudah tertata rapi
" sayang kan makanan nya kalau gak habis " ucap Alana kemudian dia duduk di kursih
" ayo duduk lah cepat " Alana menarik tangan Dinda lagi .
Dan mareka pun segera sarapan bersama walaupun Dinda begitu was was tapi dia juga menikmati sarapan nya .
setelah sarapan Dinda pun pamit pulang , Alana menawarkan tumpangan tapi dia menolak takut nya nanti Alana keluar Agus datang dan yang lebih parah jika orang tua nya yang pulang dengan tiba - tiba .
" hati - hati yah " ucap Alana melihat temannya pergi , Dinda hanya tersenyum dan terus melangkah kan kaki nya meninggalkan kediaman Alana .
saat Dinda sudh tidak terlihat ada sebuah mobil yang masuk ke halaman rumah nya dan itu mobil Agus .
" untung aku tidak keluar tadi " gumam Alana
melihat kakak nya sudah pulang
" kenapa , gak suka kakak pulang nya cepat" Agus malah bertanya kembali bukannya menjawab.
" bukan gitu , kan kakak manusia super sibuk " Alana segera meninggalkan Agus sendirian
" tidak mengajak kakak mu ini masuk kah?" Agus mengeraskan suara nya melihat Alana yang sudah berlalu.
" kakak pintar masuk sendiri tanpa di jemput" teriak Alana tanpa menoleh.
Alana segera duduk di kursi ruang tamu nya dan di susul oleh Agus .
Agus meletakkan tas kerja nya di samping nya .
" kata nya ada yang mau kamu omongin " tanya Agus pada Alana
" kakak gak mau istirahat dulu " Alana bertanya kembali bagaimana pun juga kakak nya dari perjalanan jauh apa dia tidak capek .
" gak papa ," kata Agus
" kamu boleh ngomong sekarang" smbung Agus lagi
__ADS_1
" aku mau tahu tentang pembicaraan waktu makan malam dengan keluarga Alan ." tanya Alana serius
" kamu tidak ingat?" heran Agus
" aku tidak dengar apa pun waktu itu kak , karena kondisi ku jadi aku tidak fokus " Alana menjelas kan ada Agus jika diri nya bukan nya tidak ingat melainkan memang tidak mendengar apa pun.
" kakak pikir kamu sengaja tidak mau bahas " timpal Agus
" tapi kenapa baru tanya sekarang" sambung Agus penasaran
" karena Alan ada di sekolah ku dia pindah sekolah , dan karena lihat muka nya aku jadi ingat dengan pertemuan malam itu " Jelas Alana lagi
Alana sebenarnya bukan nya lupa tentang pertemuan malam itu hanya sja dia kira cuma pertemuan biasa saja pada umumnya tapi sepertinya ada sesuatu karena Alan menyuruh nya bertanya langsung pada orang tua nya Alana .
" malam itu ayah sama ibu membahas tentang pertunangan kamu dengan Alan "
Alana menyeritkan dahi jya mendengar apa yang Agus kata kan .
" di jodohkan" tanya Alana memastikan tebakan nya
" iya " jawab Agus dan tebakan Alana benar .
" terus kelanjutan nya gimana kak?" tanya Alana berusaha menekan emosi nya .
Bagaimana bis mareka merencanakan hal besar begini tanpa persetujuan nya . yang benar saja
" belum tahu karena kamu keburu pingsan waktu itu " jelas Agus
" pembicaraan di tunda mungkin nanti akan ada pertemuan lagi untuk membahas lebih lanjut ."
Alana segera berdiri mendengar penjelasan Agus dada nya naik turun menahan emosi nya pernafasan nya jadi tidak stabil .
" dek kakak paham perasaan mu , jika kau tidak suka kau bisa menolak nya jangan paksakan diri mu demi orang tua kita " Agus paham dengan situasi Alana dan dia mencoba memberi Alana dukungan agar dia tidak perpikir jika semua orang tidak ada yang peduli padanya .
" hmm " Alana hanya berdehem dan melanjutkan langkah nya untuk ke kamar nya , dia akan mandi lagi untuk mendinginkan kan tubuh nya .
" apa mareka gila " gumam Alana
" tidak bisa kah sekali saja pikir kan perasaan anak nya sendiri " huffff
to be continue ..........
sampai sini dulu yah , banyak kegiatan ku maaf tidak bisa Up banyak banyak 🙏 .
jangan lupa bagi dukungan nya yah .
__ADS_1
😘🤗🤩
thanks para yang sudah mampir 🤩🤗