
assalamualaikum. maaf yah karena baru bisa up lagi , sebenarnya saya juga bingung dengan alurnya soalnya idenya hilang bh karena banyak kesibukan lain maka jdi susah buat nulis . .......
.
.
.
.
.
.
.
.
✓
" apa yang harus aku lakukan? " gumam Alana karena baru saja bangun dari tidur panjangnya. dia seperti Putri tidur saja karena waktu sudah menunjukkan pukul sore hari ia baru bangun itupun belum beranjak dari tempat tidurnya .
" aku bingung sendiri karena alurnya jadi kacau begini . akkkk " ucap Alana frustasi .
siapa yang tidak frustasi menerima kenyataan yang tidak dapat di jelaskan dengan logika seperti ini .
menerima kenyataan saja susah apalagi sekarang harus menghadapi sesuatu yang tidak biasa baginya .
"jika aku kembali aku akan mencari penulis novel ini , membuat cerita yang seperti ini . dan Ah, Sialnya aku terjebak di sini . "
" Na , kau kenapa ?" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke kamar nya Alana .
__ADS_1
" ehh , Din . Aku baik- baik saja kok " jawab Alana sedikit kikuk karena kaget .
" terus tadi aku dengar kmu teriak pas aku masuk kamu bicara sendiri . jangan bikin takut deh kamu !" ucap Dinda heran dengan Alana . " jangan ngaco "
Tadi saat Dinda mau siap-siap untuk pergi bekerja ia terhenti karena mendengar suara Alana yang membuat nya Kaget . maka nya ia pergi cek keadaan teman sekolah sekaligus teman yang seatap dengannya itu .
" sana siap-siap baru berangkat" Alana memilih untuk mengakhiri pertanyaan Dinda . sebab walaupun ia menjelaskan ataupun bercerita pada Dinda, jelas dia di katakan gila . orang normal mana yang akan percaya semua ini . Hahhhhh ....
" tapi ...."
" aku juga mau siap , entar kita telot loh ." ucap Alana sambil mengiring Dinda keluar kamar . sedangkan ekspresi Dinda campur aduk antara penasaran dan juga .... ahhh entahlah Dia bingung juga.
" jangan lama-lama yah " ingat Dinda pada Alana saat kakinya sudah menginjak lantai di depan kamar Alana .
" iya ,aaahh ... bawel ." ucap Alana kemudian menutup pintu kamar nya.
daripada memikirkan hal yang membuat nya pusing , Alana memilih untuk fokus saja dulu apa yang sekarang ia hadapi jangan terlalu dipikirkan karena itu bisa jadi penyakit .
.
mareka berangkat bersama karena tempat kerja mareka pun sama .
" siapa yang suka buat hal " Alana memicingkan matanya mendengar ucapan temannya satu ini .
hobi sekali bikin Alana kesal .
" loh kan suka melamun " ucap Dinda cuek dengan bahu di angkat acuh .
" dasar nyeselin " umpat Alana menjewer Dinda .
aww....
__ADS_1
" sakit ogeb "
" rasain "
kemudian Alana pergi meninggalkan Dinda, yang membuat si empunya kesal . sudah di jitak di tinggal lagi . nasib apa kah ini .
" astagaaa ...."
Dinda juga ikut menyusul Alana dengan sedikit berlari kecil agar menyamakan langkahnya dengan Alana .
" woiiii . tungguin " .
.
hari ini adalah hari pertama Alana kerja tapi Alana dapat bekerja dengan lancar karena dia sudah terbiasa jadi ini bukan masalah baginya .
" keren loh Na . aku pertama masuk harus di ajarin dulu karena aku gak tahu harus apa . tapi, loh hebat . " ucap Dinda mengacungkan jempol pada Alana .
" biasa aja " jawab Alana seadanya karena memang ini bukan lah hal yang harus di banggakan tapi jiwa Alana yang sekarang dia tidak tahu jika ini bukan hal biasa bagi mareka yang dari kecil hidup dengan kemudahan . semuanya serba mudah karena orang tua yang kaya .
" biasa aja ." ulang Dinda tidak percaya
" fokus aja tu sama kerjaan kamu " ucap Alana kemudian dia mengambil kotak minuman yang ia pegang dan di susun ke tempatnya .
Alana memilih untuk rapi-rapi barang daripada di kasir karena menurutnya itu lebih merepotkan dari pada kerjanya saat ini .
karena memang ia butuh untuk membuat tubuhnya lebih lelah agar otaknya berhenti berpikir Walaupun hanya sebentar.
.
.
__ADS_1
.
to be continue .......