Siapa Yang Dicintai Suamiku?

Siapa Yang Dicintai Suamiku?
Masa Lalu Yang Trauma


__ADS_3

"Pa, jangan berkata seperti itu!"ujar Michelle yang merasa malu.


"Leonardo, apakah kamu ada teman yang masih belum menikah? jika ada, aku sangat ingin menjodohkan untuk putriku," kata Jhones dengan tersenyum.


"Mengenai jodoh lebih baik Michelle sendiri yang memilih, karena soal perasaan hanya diri sendiri yang tahu," jawab Leonardo.


"Pa, benar kata Leonardo, jangan jodohkan aku dengan siapapun. aku belum ingin menikah. dan biarkan aku membantu papa dan kakak!"


"Ha-ha-ha-ha, iya...iya...papa turuti saja keinginanmu. dirimu dan kakakmu selalu saja sibuk dengan perusahaan sehingga tidak mencari jodoh," ucap Jhones dengan tertawa.


Setelah dua jam kemudian.


Leonardo sedang duduk bersama Jhones di ruang tamu, sementara Michelle menyediakan jus buah dan juga cake untuk papanya dan tamunya itu.


"Project A akan ku serahkan kepada Michelle, putriku akan bekerja sama denganmu," ucap Jhones pada Leonardo.


"Baik, kita akan mulai menjalankan projectnya besok," jawab Leonardo.


Malam itu tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda kota Milan, Leonardo yang masih di kediaman Unique dirinya tidak bisa kembali ke rumahnya.


"Malam ini hujan sangat deras, Leonardo, bagaimana kalau malam ini kamu tidur di sini saja!" ujar Jhones.


"Sudah pukul 11 malam, kelihatannya aku tidak bisa pulang," katanya sambil melihat arloji yang melingkar ke tangannya.


"Michelle, siapkan kamar tamu untuk Leonardo!"


"Baik, Pa."


"Mari ikut aku! aku akan menunjukkan kamarnya!" ajak Michelle yang beranjak dari tempat duduknya.


Klek.


"Ini adalah kamarnya, istirahatlah! aku akan mengambilkan baju tidur dan handuk, silakan menunggu sebentar!" ujar Michelle.

__ADS_1


"Terima kasih!" ucap Leonardo.


Sesaat kemudian gadis itu keluar dari kamarnya, sementara Leonardo melepaskan dasinya serta jas luaran dan meletakan ke ujung kasur. dirinya kemudian berjalan mendekati jendela dan melihat halaman samping kediaman mewah itu.


Setelah beberapa menit kemudian Michelle memasuki kamar itu, ia menghentikan langkahnya karena melihat pria itu diam menatap luar jendela, kemudian ia pun melangkah ke kamar mandi sambil membawa pakaian tidur dan handuk.


Setelah beberapa menit kemudian.


Leonardo kemudian menoleh ke arah Michelle yang baru keluar dari kamar mandi, ia tidak sadar jika gadis itu masuk ke dalam kamarnya tadi.


"Sejak kapan kamu masuk?"


"Dari tadi, saat aku masuk aku melihatmu sedang memikirkan sesuatu, oleh sebab itu aku tidak memanggilmu," jawab Michelle dengan senyum.


"Aku hanya sedang melihat tanaman yang menghiasi halaman luar, dan malam ini hujan juga sangat deras," ujar Leonardo.


"Handuk dan pakaian sudah ku letakan di kamar mandi, pergi mandilah dan kemudian istirahat, kalau butuh sesuatu kamu bisa kirim pesan ke nomorku. aku akan membantumu menyediakannya," ujar Michelle dengan senyum.


"Terima kasih, maaf. sudah merepotkan," balas Leonardo.


"Selamat malam," balas ucapan Leonardo.


Leonardo lalu melangkah masuk ke kamar mandi, ia melihat bathub telah di isi air hangat.


"Seumur hidupku baru pertama kali ada yang mengisi air mandi untukku, bahkan handuk dan baju tidur saja sudah di sediakan, kenapa gadis lain seperti istriku saja, sementara istri sendiri seperti orang lain," ucap Leonardo.


Ruangan baca Jhones.


"Pa, sudah malam. kenapa masih belum tidur?" tanya Michelle yang melangkah ke dalam ruangan itu.


"Masih belum bisa memejamkan mata," jawab Jhones yang sedang duduk membaca koran.


"Apa yang ada dipikiran, Papa?"

__ADS_1


"Kelihatannya papa tidak bisa menyembunyikan darimu," ujar Jhones dengan senyum.


"Ada apa, Pa? apakah perusahaan atau kakak ada masalah di sana?"


"Bukan...papa hanya merasa sayang dengan satu hal saja."


"Merasa sayang tentang apa?"


"Mengenai tamu kita itu."


"Leonardo?"


"Hm...."


"Kenapa, Pa?"


"Sayang sekali dia sudah memiliki istri, jika tidak papa melihat kalian sangat serasi."


"Pa, jangan berkata demikian! aku belum ingin dekat dengan siapapun."


"Michelle, apa kamu masih belum bisa melupakan Alex? si brengs.ek itu tidak pantas membuatmu begini."


"Pa, bukan karena dia. hanya saja aku belum bisa mencintai siapapun. sebaik apapun aku terhadap seorang pria belum tentu dia setia denganku."


"Papa tahu kamu trauma karena Alex, tapi tidak semua pria itu sama. kamu harus bisa melupakan masa lalu yang membuatmu sakit."


"Pa, untuk saat ini aku hanya ingin membantu papa mengurus perusahaan dan rumah, tolong jangan menjodohkan aku dengan siapapun. Leonardo seperti kakakku. aku tidak ingin memikirkan soal asmara! lagi pula tidak baik memikirkan aku dan dia. karena dia adalah pria yang sudah menikah."


"Baiklah, kalau itu keinginanmu. papa juga tidak ingin memaksa," ujar Jhones.


"Terima kasih, Pa."


"Pergi istirahatlah! kamu juga sudah bekerja seharian."

__ADS_1


"Selamat malam, Pa," ucap Michelle yang melangkah keluar dari ruangan itu.


"Anak ini...terlalu baik terhadap Alex sehingga membuatnya trauma, bocah jahaman ini andaikan aku melihatnya lagi aku tidak akan melepaskan dia, seharusnya aku menyuruh orang selidiki di mana dia berada. terlalu berani dia menyakiti putri kesayangan ku sehingga membuatnya trauma," ketus Jhones.


__ADS_2