
"Leonardo, jangan menciumku lagi!" pinta Michelle yang menutup wajahnya karena merasa malu.
Leonardo tersenyum lucu saat melihat gadis itu yang merasa malu.
"Jangan malu, kita adalah sepasang kekasih," kata Leonardo yang mengusik gadis itu.
"Aku belum menyetujuinya."
"Akan tetapi tanpa kamu sadari kamu sudah menjadi calon istri keluarga Valentino."
"Aku tidak mengatakan kalau aku menyetujuinya."
"Kalung ini sudah ikut denganmu selama dua tahun, dan tanpa kita sadari kamu adalah calon istriku. dan dirimu saja yang bisa menjadi istriku satu-satunya. hanya istriku yang layak memiliki kalung ini," ujar Leonardo.
"Kenapa saat itu kamu tidak memberikan kalung ini kepada Zanana?"
"Dia berubah setelah kami menikah, oleh sebab itu aku tidak memberikan kepadanya. dan siapa yang bisa menyangka bahwa kalung ini bisa jatuh ke tanganmu," jawab Leonardo.
"Bagaimana kalau aku mengembalikan padamu saja, karena ini adalah milik keluargamu," ujar Michelle yang ingin melepaskan kalung itu.
"Jangan! kalung ini sudah menjadi milikmu, pakai kalung ini walau di mana pun kamu berada jangan melepaskannya!" jawab Leonardo.
"Apa kamu tidak menyesal?"
__ADS_1
"Tidak, karena aku sudah menemukan jodohku yang sebenarnya," jawab Leonardo dengan senyum.
"Aku sudah membeli sarapan untukmu, makanlah dulu," ucap Leonardo yang berdiri dan mengambil makanan untuk Michelle.
Michelle berubah posisi duduk dan menyandarkan dirinya.
Leonardo memberikan gelas yang berisi air putih untuk gadis itu.
"Leonardo, kamu pergi saja ke perusahaan, aku sudah tidak apa-apa."
"Aku akan menjaga sampai kamu keluar dari rumah sakit," kata Leonardo dengan senyum dan ingin menyuapi gadis itu.
"Aku bisa makan sendiri saja."
"Aku bukan anak kecil, aku juga bisa jaga diriku sendiri," ujar Michelle.
"Tapi di mataku kamu adalah gadis kecilku," ucap Leonardo yang mencium wajah Michelle.
Di sisi lain Zanana yang dirawat rumah sakit yang sama dengan Michelle, ia harus menahan sakit dan turun dari ranjang dengan usaha sendiri. tanpa ditemani oleh siapapun.
"Si*l sekali hidupku yang harus menahan sakit tanpa ditemani oleh siapapun. suamiku sendiri malah menemani ja.lang itu," ketus Zanana yang merasa kesal sendiri.
"Aku harus keluar dari rumah sakit, biaya sini sangat mahal. buruk sekali nasibku karena kekurangan uang. pria itu sama sekali tidak ingin memberiku uang," gumam Zanana.
__ADS_1
Zanana lalu keluar dari kamarnya, ia berniat ingin meninggalkan rumah sakit karena tidak memiliki sepersen uang pun untuk membayar biaya rumah sakit.
Dan di saat yang sama Leonardo sedang menemani Michelle berjalan-jalan, pria itu merangkul Michelle sambil memegang tangannya. Zanana menghentikan langkahnya saat melihat suaminya itu sedang bermesraan dengan wanita itu membuatnya semakin sakit hati.
"Leonardo," suara panggilan Zanana yang berpura-pura dengan melas.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Leonardo yang menoleh ke arah istrinya itu.
"Leonardo, aku juga cedera akibat jatuh kemarin. seluruh tubuhku sangat sakit sekali. apakah kamu bisa membantuku memapahku ke kamar," jawab Zanana yang pura-pura kesakitan.
"Tidak baik jika kita berdekatan lagi, lebih baik kamu meminta bantuan suster saja!" ucap Leonardo.
"Kita adalah suami istri, kenapa tidak baik?"
"Kita sudah bukan suami istri lagi," jawab Leonardo.
"Kita belum bercerai secara resmi," kata Zanana.
"Hanya kamu menolak untuk tanda tangan, setelah ini aku akan mengurusnya di pangadilan, aku tidak peduli kamu datang atau tidak. akan tetapi setelah gugat maka pengacara yang akan mengantar berkas itu untukmu. dan di saat itu kau menolak atau tidak kita sudah bukan suami istri lagi," kata Leonardo dengan tegas.
"Apakah kamu sudah lupa dengan pertemuan pertama kita? dan aku adalah cinta pertamamu, walau kita berpisah tidak mungkin dirimu bisa melupakan semua kenangan kita," ucap Zanana.
"Semua itu sudah tidak berarti bagiku, pernikahan kita adalah satu kesalahan besar," kata Leonardo.
__ADS_1