
Leonardo kemudian berhenti minum dan meneguk lemon drink hingga habis tak tersisa.
"Sudah malam, aku permisi dulu. sampai jumpa," pamit Michelle yang bangkit dari tempat duduknya.
"Sampai jumpa," balas ucapan Leonardo dengan senyum tipis.
Sesaat kemudian gadis itu pergi meninggalkan Leonardo sendirian.
Ia menatap gelas kosong yang berisi buah lemon sambil berkata," gadis muda ini adalah orang pertama yang melarangku minum dan karena bahaya kalau aku mabuk harus menyetir, sedangkan istriku sendiri tidak pernah mempertanyakan bagaimana dengan hari-hariku," ucap Leonardo.
"Leonardo, mulai besok kau harus bisa melupakan cinta pertamamu itu," gumamnya.
Tidak lama kemudian ia keluar dan menuju ke mobilnya, saat ia ingin membuka pintu mobil ia menghentikan langkahnya.
Leonardo memandang ke arah seorang gadis yang dia kenal sedang membuka kap mesin dan memeriksa mesin mobil tersebut.
"Michelle...," suara panggilan Leonardo yang berjalan menghampiri gadis itu.
"Tuan," sahut Michelle yang menoleh ke arah pria itu
"Apa mobilmu mengalami masalah?"
"Mesinnya tidak hidup, aku harus meninggalkan mobilku di sini."
"Biarkan aku mengantarmu pulang!" ujar Leonardo yang melangkah ke mobilnya.
"Sebentar! sepertinya...tidak begitu baik. aku akan memanggil taksi saja."
"Di sini tidak ada taksi yang lewat."
"Aku bisa pesan dari online," jawab Michelle.
"Dirimu adalah putri keluarga besar Unique, apakah kamu tidak merasa malu saat naik taksi?"
"Untuk apa harus malu, kita naik taksi juga dengan biaya ongkos. selagi kita tidak mencuri tidak ada yang harus merasa malu."
"Andaikan Zanana dia sudah menolak untuk naik taksi karena merasa sangat rendah. apakah ini namanya nona besar yang hidup serba biasa dan gadis desa yang hidup dengan gaya level tinggi?"
"Tuan, Anda tidak apa-apa?" tanya Michelle yang merasa heran dengan tatapan pria itu.
"Ah...tidak, aku tidak apa-apa," jawab Leonardo yang beralih pandangan ke arah lain.
"Aku akan menunggu taksi di sini, Tuan hati-hati di jalan," ucap Michelle dengan ramah.
Di saat mereka sedang berbicara terdapat seseorang yang memotret mereka berdua.
"Tuan, mungkin lebih baik Anda naik taksi saja, karena bisa bahaya kalau menyetir mobil dalam kondisi mabuk," ujar Michelle.
__ADS_1
"Aku tidak mabuk, hanya sedikit pusing saja. aku bisa mengantarmu ke tempat yang lebih terang untuk naik taksi, di tempat ini tidak sesuai untukmu," kata Leonardo yang melihat beberapa pria yang keluar masuk bersama wanita penghibur.
"Tuan, bagaimana kalau aku yang menyetir? Anda tidak seharusnya menyetir setelah menghabiskan beberapa botol minuman."
"Baiklah, kamu yang menyetir," ujar Leonardo yang menyerahkan kunci mobilnya pada Michelle.
Michelle menerima kunci mobil tersebut dan kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil milik Leonardo. Michelle mengendarai mobil pria itu. sementara wanita yang sedang memotret mereka berdua adalah seorang reporter.
Perjalanan.
Michelle yang sedang menyetir ia menoleh ke arah Leonardo yang sedang ketiduran di dalam mobil..
"Dia pasti sudah mabuk," batin Michelle.
Setelah beberapa menit kemudian Michelle menghentikan mobil di depan sebuah hotel mewah milik keluarganya. lalu ia meminta karyawan hotel untuk membantu memapah Leonardo ke dalam hotel tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian mereka menidurkan Leonardo ke atas kasur.
"Nona, ada yang perlu kami bantu lagi?" tanya karyawan itu dengan ramah.
"Besok antar sop herbal pereda mabuk ke sini! layani tuan Valentino dengan baik!" perintah Michelle
"Baik, Nona. kami akan pesan bagian dapur," jawab karyawan dengan sopan.
"Kalian keluarlah!"
"Baik, Nona," jawab mereka dengan serentak dan kemudian melangkah keluar.
"Ternyata pria yang sukses tidak menjamin bisa bahagia dalam suatu hubungan. sama sepertiku yang di saat itu sedang berpacaran dengan Alex. juga harus menerima pengkhianatan," batin Michelle.
Keesokan harinya
Leonardo membuka matanya dan mendapati dirinya berada di kamar hotel, lalu ia bangkit dan duduk sambil memegang kepalanya. karena ia memang sudah lupa dengan kejadian semalam.
Tuk...tuk...
Ketukan pintu dari luar
Ia yang mendengar suara ketukan, ia pun turun dari kasur dan berjalan menuju ke arah pintu.
Klek.
"Selamat pagi, Tuan. kami mengantar sarapan dan sop herbal untuk Anda," ucap pelayan hotel itu dengan sopan.
"Saya belum pesan apapun," kata Leonardo dengan heran.
"Nona Unique telah memesan kami semalam," ujarnya dengan ramah.
__ADS_1
"Apakah nona Unique yang mengantar saya ke sini?"
"Benar, Tuan. semalam Anda mabuk dan nona mengantar Anda kemari."
"Baiklah, terima kasih," ucap Leonardo yang mengizinkan pelayan hotel itu membawa sarapan masuk ke dalam kamarnya.
Tidak lama kemudian handphone miliknya berbunyi. ia mengambil handphone yang ada di atas meja dan menjawab panggilan tersebut.
"Hallo," sahut Leonardo.
"Leonardo, apa kamu sudah membaca berita?"
"Aku baru bangun, ada apa?"
"Beritamu dan Michelle sudah menghebohkan seluruh kota ini."
"Aaron, apa yang kamu katakn?"
"Apa yang kalian lakuan semalam? kenapa saat kalian ke hotel bisa diketahui oleh reporter? ini sangat mempergaruhi kalian berdua. lebih parah lagi media menuliskan bahwa Michelle adalah wanita ja.lang pengoda suami orang."
"Sia.lan...kami tidak melakukan apapun, aku hanya mabuk dan dia membantuku. aku harus keluar menyelesaikan masalah ini dulu."
"Butuh bantuanku?"
"Nanti aku hubungi," jawab Leonardo yang memutuskan panggilannya.
Perusahaan Unique.
Saat itu di depan Perusahaan terdapat beberapa reporter yang sedang menunggu kedatangan Michelle, mengenai foto yang tersebar sangat mengheboh para reporter yang selama ini sangat penasaran dengan kehidupan Michelle Unique yang sangat tertutup.
Tidak lama kemudian sebuah mobil mewah yang tiba di depan perusahaan. mobil tersebut dikendarai oleh Michelle. gadis itu keluar dari mobilnya dan bersikap tenang walau ia sudah sadar dengan berita tersebut.
Beberapa pria yang keluar dari perusahaan adalah bodyguard utusan dari Jhones untuk melindungi putri kesayangannya.
"Dia sudah datang," teriak salah satu reporter yang menyerbu ke arah Michelle
Beberapa bodyguard menghadang para reporter yang mendekati nona besar mereka.
"Silakan menjauh dari nona kami!" bentak salah satu bodyguard yang berdiri di hadapan Michelle untuk menghadang para reporter.
Para bodyguard melindungi Michelle dari depan, samping kiri kanan dan belakang. mereka ikuti langkah putri atasannya itu menuju ke dalam perusahaan.
"Nona Unique, bagaimana dengan penjelasanmu mengenai foto yang tersebar?"
"Selama ini kehidupan pribadi Anda sangat tertutup, apakah benar kali ini. Anda menjalin hubungan dengan tuan Leonardo Valentino yang sudah memiliki seorang istri?"
"Sangat mengejutkan ketika foto Anda yang pergi ke hotel bersama dengan pria yang sudah berumah tangga. apakah Anda adalah wanita ja.lang sang pengoda suami orang?" ujar reporter itu dengan sengaja.
__ADS_1
Michelle menghentikan langkahnya dan memberi penjelasan," semua ini hanya salah paham saja, semalam memang saya ada ke sana, tapi kami tidak melakukan apapun. L.V Group dan perusahaan kami sedang bekerja sama. jadi, bukan rahasia lagi kalau kami bertemu," jelas Michelle.
Tidak lama kemudian seorang wanita datang sambil berteriak," kau adalah ja.lang, apa kau tidak tahu malu mengoda suamiku? sekian banyak pria di dunia ini kenapa harus suamiku yang menjadi incaranmu? di mana letaknya hati nuranimu? kita adalah sama-sama wanita dan kenapa kau begitu tega?"