Siapa Yang Dicintai Suamiku?

Siapa Yang Dicintai Suamiku?
Niat Jahat Mantan


__ADS_3

"Alice, maafkan aku. aku tidak tahu jika dia bisa datang ke sini," ucap Alex yang langsung menghampiri atasannya itu.


"Apakah dia adalah gadis kampung yang kau maksudkan?" tanya Alice yang menghina dengan menatap sisnis ke arah Michelle.


"Iya, selama ini dia yang tergila-gila denganku, aku hanya mengasihaninya. oleh sebab itu aku diam," jawab pria itu yang mengambil hati atasannya itu.


"Mengasihaniku? Alex Fabio, kau adalah pria rendahan yang tidak punya harga diri, kalau tanpa bantuanku selama ini apa kau mengira kau masih bertahan hidup di kota besar ini, dan kau masih berani mengatain aku adalah gadis kampung. padahal kau sendiri yang adalah orang kampung," bentak Michelle dengan nada kesal.


"Michelle, ketika priamu sudah berpaling, maka kau harus sadar diri juga apa sebabnya dia tinggalkan kamu, mungkin saja dia sudah bosan denganmu. dan dirimu juga tidak akan bisa membantu kariernya. sedangkan aku adalah atasannya yang akan membantu kariernya memuncak," ujar Alice dengan menghina.


"Seorang pria jika mengandal seorang wanita maka dia adalah pria lemah. jika saja demi karier dia mengkhianatiku suatu saat dia juga akan melakukan hal yang sama padamu," ketus Michelle.


"Jangan bicara sembarangan! Alice berbeda denganmu, kau adalah gadis kampung yang tidak tahu apa-apa selain menganggu hidupku. selalu menempel denganku sehingga membuatku muak. apa kau mengira kau melakukan semua ini aku merasa bahagia," bentak Alex.


"Aku hanya ingin menjadi kekasih yang baik dan bisa mengurus semua kebutuhanmu, tidak menyangka kau malah berpikir aku menganggumu," bentak Michelle.


"Ha-ha-ha-ha, ini sudah zaman apa seorang wanita harus mengerjakan itu, memasak, menyuci sudah bukan tugas wanita zaman sekarang. ketika kau ada uang kau bisa mengupah orang lain untuk mengerjakannya," kata Alice dengan mengejek dan menjentik jarinya sebagai kode memanggil anak buahnya.


Tidak lama kemudian dua orang pria asing yang adalah bodyguardnya muncul dan menghampiri Alice.


"Nona, ada perintah?" tanya dua orang pria itu dengan menunduk.


"Bawalah wanita ini pergi dan bersenang-senanglah dengannya!" perintah Alice.


"Baik," jawab dua pria itu dengan serentak dan menghampiri Michelle


"Jangan sentuh aku!" bentak Michelle yang meronta karena tangannya ditarik oleh dua pria itu.


"Mari kita pergi bersenang-senang!" ajak dua pria itu yang menarik paksa Michelle yang berusaha melawan.


"Alex, tolong aku...," teriak Michelle yang ketakutan.

__ADS_1


"Michelle, kau sudah dewasa dan bukan anak kecil, layani saja mereka agar kau berubah menjadi dewasa," ujar Alex dengan senyum miring.


"Alex Fabio...aku adalah pacarmu kenapa kau bisa begitu tega...," teriak Michelle sambil menangis histeris.


"Michelle, kau hanyalah gadis kampung yang jual mahal, tubuhmu juga tidak berharga sama sekali. setelah kau melayani mereka kau segera kembali ke kampungmu saja agar tidak memalukan dirimu, atau kau masih ingin tinggal di kota ini juga bisa, ha-ha-ha...," kata Alex dengan tertawa gembira.


"Kau adalah pria bajin.gan...," teriak Michelle.


"Bawa pergi dan cicipi dia sampai kalian puas! dia masih perawan dan tentu akan menyenangkan kalian!" perintah Alex sambil mencium wajah Alice.


Tentu saja perbuatan pria itu membuat Michelle semakin hancur karena pria yang dia cintai dengan tulus selama ini tega mengorbankan dirinya.


Dua pria itu menarik Michelle dengan secara paksa.


"Alex Fabio, Alice, kalian adalah pasangan murahan...," teriak Michelle yang ikuti langkah mereka dengan paksa.


Dua pria itu membekap mulut Michelle dan menariknya ke belakang hotel yang sepi dan gelap.


Salah satu pria itu mendorong Michelle dengan kasar sehingga membuat Michelle tersungkur.


Bruk..


"Aarrgh...," rintihan Michelle yang kesakitan pada tangannya yang terkelupas akibat gesetan ke aspal.


Dua pria itu menghampirinya sambil membuka celana dan ingin memperk*sa gadis itu yang sedang ketakutan.


"Jangan mendekat! tolong...," teriak Michelle dengan nada tinggi agar bisa mendapat pertolongan, akan tetapi tempat itu yang begitu sepi tidak ada yang bisa mendengar teriakannya.


Salah satu pria itu menekan Michelle dan merobek pakaiannya.


Srek...srek...

__ADS_1


"Aarrgh...tidak...," teriak Michelle yang ketakutan. tangannya menampar wajah pria itu dan kemudian kedua tangannya ditahan oleh pria yang sedang berada di atas tubuhnya.


"Hentikan...tolong jangan sentuh aku!" teriak Michelle yang menangis histeris.


"Kau sangat cantik dan membuat kami tergiur dengan tubuhmu," ujar pria itu sambil merobek pakaian Michelle sehingga menampakan pakaian dalamnya.


Srek...srek..


"Jangan...tolong aku...," teriak Michelle yang sambil menangis. dirinya sangat takut dan sakit hati atas perbuatan pria yang selama ini dia cintai, begitu teganya pria itu menyerahkan dirinya kepada pria lain.


Pria yang satu lagi ingin melepaskan celana Michelle.


"Aarrgh...," teriak. Michelle sambil menendang dengan kedua kakinya sehingga mengenai pria itu yang berniat ingin melepaskan celananya.


Plak..


Tamparan keras yang dilakukan oleh pria yang di atas tubuh Michelle.


"Ingin melawan? kau hanya bisa pasrah dan melayani kami," bentak pria itu yang sambil menamparnya.


Plak..


Tamparan keras yang dilakukan oleh pria itu membuat Michelle tidak berdaya dan semakin lemah. darahnya telah keluar dari sudut bibirnya akibat tamparan itu.


"Tolong lepaskan aku!" pinta Michelle yang kedua tangannya ditahan, sementara pria yang satu lagi melepaskan celananya.


"Diam...," bentak pria itu yang menampar lagi wajah gadis itu.


Plak...


Plak..

__ADS_1


Dua tamparan keras mengenai wajah Michelle sehingga memerah dan bengkak. Michelle semakin lemah akibat tamparan beberapa kali yang dia terima. dua pria itu masing-masing melakukan aksinya, yang satu merobek pakaian bagian atas dan yang satunya lagi ingin melepaskan celana yang dikenakan oleh gadis malang itu


__ADS_2