
"Salah satu pebisnis mengirim foto Zanana," jawab Leonardo yang menunjukan foto itu kepada Michelle.
"Kenapa bisa ada foto ini? apa rencana dia?" tanya Michelle.
"Dia adalah pebinis yang serakah, selama ini aku tidak suka bekerja sama dengannya. oleh sebab itu aku menolak setiap dia menawarkan kerja sama denganku," ungkap Leonardo.
"Apakah Zanana di tangannya dan dia mengunakan cara ini untuk mengancammu?"
"Tidak tahu juga! atau mungkin dia ingin meminta uang, dia tidak mungkin menculik orang. dia pasti hanya mengunakan foto ini untuk mengancamku," jawab Leonardo yang meletakan handphonenya di atas meja.
Tidak lama kemudian nada panggilan masuk ke handphone miliknya.
"Dia menghubungiku," ucap Leonardo yang membaca nama panggilan tersebut.
"Jawab saja panggilannya!" ujar Michelle.
"Hallo," sahut Leonardo yang menjawab panggilan itu.
"Hallo, Tuan Valentino, bagaimana fotonya? apakah menarik?" tanya pria itu yang di seberang sana.
"Untuk apa kamu mengirim foto itu?"
"Tentu kamu sudah tidak asing dengan wanita itu, kan?"
"Katakan saja apa maumu."
"Mudah saja! yang ku inginkan hanya kerja sama kita."
__ADS_1
"Apakah kamu begitu tidak berkemampuan sehingga mengunakan cara yang memalukan ini untuk mendapatkan tanda tangan dariku."
"Leonardo Valentino, kau juga tahu selama ini aku selalu saja kagum padamu. tapi kau malah tidak menghargaiku sama sekali."
"Kau adalah pebisnis yang tidak tahu malu," ketus Leonardo.
"Leonardo Valentino, tentu saja kau bisa menolakku dan ini adalah hakmu. akan tetapi istrimu harus rela fotonya disebar luas," ujar pria itu dengan mengancam.
"Lakukan saja kalau ini keinginanmu, foto yang kau kirim bisa ku jadikan sebagai bukti karena kau mengancamku. aku tidak akan bekerja sama denganmu," kata Leonardo dengan tegas dan kemudian langsung memutuskan panggilannya.
"Kurang ajar!" ketus Leonardo.
"Apa dia mengunakan cara ini untuk memaksamu bekerja sama?" tanya Michelle.
"Iya, dia adalah pebisnis paling bodoh di dunia," jawab Leonardo.
"Aku akan segera menghubungi Joseph untuk mengambil tindakan hukum," jawab Leonardo yang menekan nomor tujuan.
Sesaat kemudian Joseph menjawab panggilannya.
"Hallo, Leonardo, ada apa?"
"Sebentar lagi aku akan mengirim foto bukti pelecehan dan ancaman seseorang terhadapku. aku ingin menuntutnya. dan hapus foto itu agar tidak tersebar!"
"Siapa yang berani mengancammu, kawan?"
"Seorang pebisnis yang serakah dan tidak berguna, dia mengunakan foto Zanana untuk mengancamku."
__ADS_1
"Wah...ini tidak baik, sama saja dia ingin mencari masalah denganmu," ujar Joseph.
"Tuntut sekarang juga, aku tidak ingin melihat foto itu tersebar!"
"Apakah kamu tidak tega kalau mantan istrimu itu harus dipermalukan?" tanya Joseph dengan seraya bercanda.
"Bukan seperti itu, walau dia adalah mantan istriku, akan tetapi aku tetap tidak ingin foto memalukan itu tersebar karena dia pasti tidak bisa menerima tamparan berat ini. pria tidak berguna itu melakukannya karena aku juga. aku tidak mau merasa bersalah karena kejadian ini terjadi karena aku," jawab Leonardo.
"Baiklah, aku mengerti maksudmu. aku akan segera ke kantor polisi. dan pria itu pasti hancur. kirim nama dan alamatnya serta buktinya," jawab Joseph.
"Apa yang dia bicarakan juga sudah ku rekam di handphoneku, akan ku kirimkan untukmu!"
"Baiklah, kalau begitu," jawab Joseph yang sesaat kemudian memutuskan panggilannya.
"Selama ini tidak ada yang berani mengancamku, tapi kali ini dia melakukannya mengunakan mantan istriku. dia sangat keterlaluan," ketus Leonardo yang merasa kesal.
"Leonardo, jangan emosi! dia tidak tahu kalau hubunganmu dengan Zanana sudah berakhir. oleh sebab itu dia mengunakan cara ini agar bisa membuatmu patuh," kata Michelle.
"Misalnya aku dan Zanana belum bercerai dan masih bersama, aku juga tidak akan takut dengan ancamannya. Zanana Olivia pembuat masalah sehingga dirinya bisa dipotret orang," ketus Leonardo
"Aku ingin menemui dia!" kata Leonardo yang bangkit dari tempat duduknya.
"Apa kamu ingin pergi memarahinya? aku yakin ini bukan keinginan dia juga," ujar Michelle yang ikut berdiri.
"Ini adalah pelajaran buat dia, aku tidak ingin lain kali kalau dia menimbulkan masalah dan aku lagi yang diancam," ucap Leonardo.
"Michelle, mari ikut aku pergi!" ajak Leonardo.
__ADS_1