Siapa Yang Dicintai Suamiku?

Siapa Yang Dicintai Suamiku?
Pertemuan Dengan Mantan


__ADS_3

"Keluarga yang sangat sempurna, sering saja ada tawaan dan candaan di dalam keluarga ini. hidup mereka sangat harmonis. ayah yang baik, dan putri yang berbakti dan mampu mengurus semuanya dalam waktu yang sama," batin Leonardo.


Sementara Zanana yang berada di kediaman sedang membongkar lemari dan laci serta ruangan pribadi yang biasa yang digunakan mantan suaminya.


Tidak tahu apa yang dia cari sehingga membuat semua barang berserakan di kamar dan ruang pribadi Leonardo.


"Aneh, kemana barang itu pergi? selama ini dia tidak memakainya, tapi dia simpan di mana. aku pernah mendengar dia mengatakan bahwa barang itu sangat berharga," ucap Zanana sambil mengeluarkan semua barang-barang dari lemari buku Leonardo. semua buku yang di rak lemari terlempar ke lantai dan bukan hanya itu saja, semua dokumen yang di laci juga di lempar ke mana-mana.


"Nyonya, apa yang Anda cari?" tanya pelayan rumah tangga yang melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


"Bukan urusanmu, keluar!" bentak Zanana.


"Baik," jawab pelayan itu dengan menunduk.


"Sudah diceraikan masih saja berlagak," gumam pelayan itu.


Siang itu Zanana masih saja belum berhenti membongkar semua lemari dan laci di ruangan itu.


"Tidak mungkin tidak ada di sini, apakah dia simpan di kamar hotelnya atau dia masih memiliki mansion lain?" gumam Zanana.


"Leonardo, selama ini kau tidak pernah menyimpan barang itu di sini, andaikan aku mendapatkan barang itu maka aku bisa jual dan dapat uangnya. setelah itu aku bisa pergi dari sini, setidaknya aku tidak pergi dengan tangan kosong," ucap Zanana yang masih sedang sibuk dengan tangannya.


"Leonardo, kau yang khianati aku dulu, jangan salahkan aku!" batin Zanana.

__ADS_1


Siang itu Leonardo dan Michelle disibukan dengan urusan kerja mereka, setelah jam makan siang mereka pun singgah ke restoran terdekat di sana.


"Aku permisi sebentar, kamu pesan makan dulu!" ucap Leonardo yang bangkit dari tempat duduknya.


"Iya," jawab Michelle yang sambil membaca menu.


Di sisi lain ada seorang pria yang melangkah masuk ke restoran bersama dengan seorang wanita. pria itu kemudian memandang ke arah Michelle yang sedang fokus pada buku menu yang dia pegang.


"Ada apa, kenapa kau melihat wanita itu? apakah karena dia cantik?" tanya wanita itu yang merasa cemburu.


"Cantik? untuk apa cantik kalau membosankan, aku beritahu padamu...dia adalah wanita yang ku tinggalkan, apa kau tahu saat itu dia memohon dan menangis seperti wanita bodoh," jawab pria itu dengan mengejek.


"Ternyata wanita yang kau buang, lalu apa yang ingin kau lakukan?"


"Mari kita permalukan dia!" aja pria itu yang merangkul pundak pacarnya.


Michelle yang mendengar suara pria itu ia langsung bangkit dan berhadapan dengan pria yang telah memberi luka yang mendalam terhadap dirinya saat dua tahun yang lalu.


"Alex Fabio, ternyata kau...kau masih saja tidak berubah dan masih saja tidak tahu malu dan tidak punya harga diri," ucap Michelle dengan menyindir.


"Diam...kau tidak berhak menghinaku, dasar gadis desa yang kolot," ketus Alex.


"Desa? apa kau tidak salah? yang datang dari desa adalah dirimu, sedangkan aku tumbuh besar di kota ini. lebih memalukan adalah kau hanya mengunakan wanita untuk mengejar kariermu," ketus Michelle.

__ADS_1


Saat Alex dan Michelle sedang berdebat Leonardo yang ingin menuju ke mejanya akan tetapi ia menghentikan langkahnya karena mendengar perdebatan Michelle dan pria itu.


"Michelle, aku tahu kau menaruh dendam padaku, aku masih ingat dulu...kau yang kejar aku terus, dan kau seperti wanita bodoh yang selalu menyiapkan semua kebutuhanku, aku hanya merasa kasihan padamu, oleh sebab itu aku hanya diam saja dan membiarkan mu melakukan sesuka hatimu," ujar Alex dengan senyum sinis.


"Kau adalah pria yang tidak berguna dan hanya tahu memperalatkan wanita, apa kau sadar kau sangat kasihan sehingga harus mengemis ke sana kemari," ketus Michelle.


"Ha-ha-ha-ha...Michelle, dirimu hanya seorang wanita yang sudah ku buang, aku tidak mencintaimu sama sekali. aku hanya simpati padamu, kau selalu saja membuat ku merasa risih. kebodohanmu yang selalu melakukan ini dan itu untukku. karena tidak ada pria yang menyukaimu maka aku hanya memberi kesempatan agar kau bahagia," ucap Alex dengan menghina.


"Dulu karena aku bodoh, dan aku sudah sadar karena telah membuang waktuku untuk pria lemah sepertimu. kau juga bukan tipeku," kata Michelle


"Memangnya pria apa yang termasuk tipemu? oh...untuk gadis desa sepertimu mungkin saja harus pria desa dan idiot yang serasi denganmu. dan...apakah pacarmu yang membawa mu makan di sini? di sini adalah restoran mahal mana mungkin kau sanggup bayar, setahuku kau sangat suka mengeluarkan uang untuk pria, bukan? dan aku ingin tahu, pria mana yang begitu idiot bersama gadis desa yang tidak memiliki apa-apa," ujar Alex dengan mengejek.


"Apa yang ingin kau banggakan? selain meniduri wanita yang lebih kaya apa lagi yang kau tahu? demi karier kau jual diri, bukankah kau lebih kasihan," ketus Michelle.


"Mic-"


"Kenapa? kau marah karena malu? kau lebih keji dari binatang," ketus Michelle.


"Kau-" ucap Alex yang langsung di potong oleh Michelle.


"Aku masih ingat apa yang kau lakukan saat itu, demi mengambil hati Alice kau menyerahkan aku kepada pria lain. aku hampir menjadi korban di saat itu. dan kenapa kau kabur saat wanita itu ditangkap?"


"Aku tidak begitu bodoh sehingga harus mengorbankan diriku sendiri, tentu saja aku harus menyelamatkan diriku."

__ADS_1


"Setelah menghilang selama dua tahun akhirnya kau muncul lagi."


"Kenapa, kau ingin menangkapku? dengan mengunakan apa? kau tidak memiliki kekuasaan bagaimana kau ingin melaporkanku? atau mungkin pria idiot yang bersamamu itu mampu menuntutku?" kata alex yang menganggap remeh.


__ADS_2