
Michelle memberikan sebuah kartu yang berwarna hitam kepada Leonardo.
"Black Card? untuk apa?" tanya Leonardo.
"Gunakan uang ini untuk membangun bisnismu dari awal, aku berharap uang ini bisa membantumu," jawab Michelle.
"Michelle, apakah kamu meminta bantuan dari keluargamu?"
"Tidak, Black Card ini milikku. semua uang yang di dalamnya adalah tabungan pribadiku yang selama ini aku simpan," jawab Michelle.
"Michelle, aku tidak boleh mengunakan tabunganmu," kata Leonardo.
"Bukankah kita akan segera menikah? berarti kita akan segera menjadi suami istri. bukankah sebagai sepasang suami istri harus saling membantu," ujar Michelle.
"Michelle, kalau saja aku telah kehilangan semuanya, apakah kamu masih akan menikah denganku?" tanya Leonardo.
"Aku masih akan menikah denganmu, ini adalah janjimu. walau dirimu kehilangan segalanya tapi masih ada aku. aku akan membantumu. aku yakin kamu pasti akan bangkit lagi," jawab Michelle dengan terus terang.
"Kalau kamu masih menikah denganku, mungkin kamu tidak akan bisa membeli pakaian baru, makanan mewah, dan perhiasan, dan...kita akan tinggal di rumah sewa yang kecil, aku tidak akan bisa memberimu segalanya," ujar Leonardo.
"Aku tidak butuh semua itu, aku sudah memiliki semuanya, aku juga bukan orang yang suka menghamburkan uang. jadi, aku tidak khawatir mengenai biaya kita. aku bisa membantumu untuk meringankan bebanmu. agar kamu tidak ada tekanan," kata Michelle.
"Gadis ini...sangat polos, aku tidak menyangka dia bisa berkata seperti ini. begitu penting diriku baginya, sehingga dia tidak keberatan bersamaku," batin Leonardo.
"Leonardo, terimalah uang ini! ini adalah tabunganku dan tidak ada hubungannya dengan keluargaku," ujar Michelle.
"Michelle, aku mencintaimu," ucap Leonardo yang mencium bibir Michelle sambil memeluk pinggangnya
"Sikapnya membuatku terharu, aku semakin tidak ingin kehilangannya, dan semakin mencintainya. gadis ini akan menjadi wanitaku satu-satunya dalam hidupku," batin Leonardo.
Malam hari
__ADS_1
Mansion Leonardo.
Leonardo dan Michelle sedang makan malam bersama.
"Aku tidak menyangka dirimu begitu pintar memasak," ucap Michelle dengan lahap.
"Masakan ini spesial untukmu," ujar Leonardo dengan senyum.
"Aku sangat beruntung bisa merasakan masakanmu."
"Kamu bisa merasakan masakan ku setiap hari, asal kamu tidak bosan."
"Aku tidak akan bosan. masakanmu lebih enak dari masakanku," ujar Michelle.
"Katakan saja padaku apa makanan kesukaanmu, dan aku akan menyiapkan untukmu."
"Aku tidak pemilih, aku makan apa saja yang disajikan di atas meja," jawab Michelle dengan senyum.
"Apa makanan kesukaanmu?" tanya Leonardo.
"Apa kamu pernah membuatnya?"
"Tidak pernah! aku tidak bisa membuatnya, saat itu kami makan di restoran," jawab Michelle.
"Habiskan semua makanan ini! semua ini aku masak spesial untukmu," ucap Leonardo yang mengambilkan lauk untuk Michelle.
Setelah selesai makan mereka berada di ruang tamu dan duduk sambil menonton Tv.
"Apakah kamu menyukai rumah ini?" tanya Leonardo yang duduk di samping Michelle.
"Suka! Leonardo, apakah rumah ini juga akan disita?"
__ADS_1
"Ini adalah rumah milikku, tidak ada yang bisa menyitanya," jawab Leonardo dengan senyum.
"Bagaimana dengan perusahaanmu dan hotel?" tanya Michelle yang khawatir.
"Michelle, semua itu masih milikku, aku tidak kehilangan apapun," jawab Leonardo.
"Apa yang telah terjadi?" tanya Michelle yang merasa heran.
Leonardo dengan tersenyum dan mengendong Michelle menuju ke kamarnya.
Setelah masuk ke kamar Leonardo menidurkan gadis itu ke atas kasur empuknya. ia menindih Michelle dan mencium bibirnya selama beberapa saat.
"Selama setengah tahun aku tidak menyentuh wanita, ini pertama kali aku merasa terangsang dengan seorang gadis setelah Zanana. mungkin karena adanya perasaan cinta sehingga aku ingin memilikinya," batin Leonardo.
Setelah beberapa saat kemudian Leonardo melepaskan ciumannya.
"Michelle, sebenarnya...berita yang tersebar adalah palsu. semua itu tidak benar," ucap Leonardo.
"Apa benar LV Group tidak menghadapi masalah?"
"Tidak sama sekali, LV Group baik-baik saja. dan kamu jangan khawatir!" jawab Leonardo.
"Lalu, kenapa bisa ada berita seperti itu?"
"Semua ini adalah bagian rencanaku untuk mengumpan musuh dalam selimut," jawab Leonardo.
"Apakah dalam perusahaan ada yang berniat jahat?"
"Iya, aku yakin kamu pasti sudah pernah mengalaminya di perusahaan. terkadang mereka baik di depan mata dan lain di belakang. demi saham perusahaan dia rela bekerja sama dengan perusahaan lain untuk merebut posisiku di LV Group," jawab Leonardo.
"Apakah kamu sudah menangkap orangnya?"
__ADS_1
"Kami sudah mengetahui siapa orangnya, Michelle, maaf. karena telah membuatmu khawatir denganku," ucap Leonardo.
"Jangan meminta maaf denganku! aku hanya berharap kamu tidak kehilangan apapun, karena semua itu adalah dari hasil usahamu," jawab Michelle yang mencium bibir Leonardo.