Siapa Yang Dicintai Suamiku?

Siapa Yang Dicintai Suamiku?
Kecemasan Alex


__ADS_3

"Kenapa kau berada di sini?" tanya Alex dengan tatapan sisnis.


"Apa kamu layak bertanya demikian?" balas Leonardo dengan nada agak kesal.


"Tuan Valentino, bukan itu maksudku, aku hanya...," jawab Alex yang terhenti.


"Hanya tidak menyangka bisa bertemu gadis desa di sini, bukan?" sambung Michelle.


"Kau bekerja di sini?" tanya Alex.


Prak...


Hentakan meja yang dilakukan Jhones yang sedang emosi.


Alex dikagetkan oleh suara hentakan keras dari Jhones.


Jhones bangkit dari kursi besarnya dan berjalan menghampiri pria yang telah menyakiti putrinya itu dengan tatapan kesal.


"Apa kau tahu siapa gadis yang ada di hadapanmu ini?" tanya Jhones dengan tatapan aura membunuh.


"Itu...hanya kenalan biasa," jawab Alex dengan cemas.


"Kenalan biasa? pria tidak berguna sepertimu adalah pengecut. gadis yang di depan matamu ini adalah mantan kekasihmu yang kau korbankan, bukan hanya itu saja, kau juga mengkhianati perasaannya dan paling yang tidak bisa dimaafkan adalah kau menyerahkan dirinya kepada dua pria suruhan selingkuhanmu, bentak Jhones yang merasa kesal dan langsung melayangkan pukulan pada wajah Alex.


Bruk...


"Auhkk...," jeritan Alex yang tersungkur ke lantai.


"Tuan, kenapa memukulku?" tanya Alex yang lap darahnya yang keluar dari mulutnya.


"Selama ini kau bernasib baik karena Michelle tidak mencari perhitungan denganmu. walau selingkuhanmu sudah di penjara tapi bukan berarti masalah ini sudah berakhir. kau tidak seharusnya bebas begitu saja," bentak Jhones.


"Tuan, ada apa semua ini? mungkin saja di antara kita ada kesalahpahaman," ucap Alex yang bangkit dan berdiri di depan Jhones.

__ADS_1


"Kesalahpahaman? gadis yang pernah menjadi kekasihmu dan kau korbankan adalah putriku," bentak Jhones.


"Pu-putrimu?" tanya Alex yang tidak percaya, ia melihat ke arah Michelle dan Jhones dengan merasa cemas.


"Kenapa, kau tidak menyangka selama ini kau memiliki seorang kekasih yang sudi membantumu dari segi uang, makanan serta harus naik bus setiap malam untuk menjemputmu pulang. Michelle adalah nona besar keluarga Unique, dan kau memilih menyakitinya dan menyerahkan dia kepada dua pria ba.jingan, apa kau mengira kau sangat penting sehingga putriku harus berkorban demimu...ha," ketus Jhones.


"Ti-tidak mungkin," ucap Alex yang tidak percaya sama sekali.


"Dari dulu aku lebih sering tinggal di luar, setelah mengenalmu aku tidak ingin kau tahu identitasku. karena aku berharap kau bersamaku bukan karena harta keluargaku. tapi karena kau mencintaiku dengan tulus. tapi...yang ku lihat adalah pengkhianatan yang kau lakukan. demi karier kau menyakitiku tanpa ragu. semua kenangan dan kebaikanku padamu tidak berarti sama sekali di bandingkan dengan wanita yang baru kau kenal," ucap Michelle dengan mata berkaca-kaca.


"Kau benar adalah...adalah Michelle Unique?" tanya Alex.


"Iya, aku adalah gadis desa idiot yang kau katakan itu," jawab Michelle dengan menahan kesal.


"Alex Fabio, kau sudah salah orang karena telah menyakiti putri Jhones Unique," ketus Jhones yang menarik kerah baju Alex dengan erat.


"Hari ini kau datang untuk menerima hukuman," bentak Jhones yang melayangkan pukulan keras mengenai wajah pria itu.


Bruk.


"Bajin.gan," ketus Jhones


"Maafkan aku...Tuan, semua ini hanya kesalahpahaman, sebenarnya selama ini aku sangat mencintai Michelle," ucap Alex yang berlutut di hadapan Jhones.


"Michelle, Michelle," panggil Alex yang berlutut sambil mendekati mantan pacarnya.


"Percayalah padaku! sebenarnya selama ini aku mencintaimu, dan hanya dirimu saja yang ku cintai. aku tidak pernah mengkhiantimu sama sekali. Percayalah padaku!"


"Percaya padamu? Alex Fabio, selama hidupku, aku paling menyesal karena setia padamu. kau bukan hanya suka bergantung pada wanita, tapi juga pria pengecut. di saat ini kelihatan sekali kau adalah pengecut," kata Michelle.


"Aku...Michelle, aku tidak sengaja, semua ini adalah kesalahan Alice. dia yang memberi perintah kepada anak buahnya. bukan salahku," ujar Alex yang tidak mengaki salah.


"Kau juga menyuruh mereka membawaku pergi, dan sekarang kau malah ingin menghindar dari kesalahan," bentak Michelle.

__ADS_1


Jhones menekan tombol telepon yang di mejanya dan memanggil asistennya datang menemuinya.


"Tidak perlu basa-basi dengan bajingan ini! dia tidak


akan lolos dan harus menerima akibatnya," ujar Jhones dengan tegas.


"Jangan melakukan ini padaku! aku mohon! aku bisa hancur jika di penjara," pinta Alex yang merasa cemas.


Alex yang bangkit dengan perlahan dan langsung berlari menuju ke arah pintu, akan tetapi aksinya digagalkan oleh Leonardo yang menarik lengannya dengan kasar.


"Lepaskan aku!" teriak Alex yang ingin meronta.


"Ingin lari dari hukuman? jangan berharap," ketus Leonardo yang mendorong pria itu dengan kasar.


Bruk...


"Aarrgghh...,"jeritan Alex yang merasa kesakitan.


Tidak lama kemudian asisten Jhones melangkah masuk ke dalam ruangan kantor atasannya.


"Tuan," suara asistennya.


"Bawa dia keluar dan serahkan kepada polisi! dia adalah tersangka yang kabur dari dua tahun yang lalu," perintah Jhones dengan tegas


"Michelle, jangan bersikap kejam denganku, tolong!" pinta Alex yang ketakutan.


"Kau lebih kejam dariku, hidupku nyaris hancur karenamu," bentak Michelle.


"Alex Fabio, jangan mengira keluarga Unique bisa kau tindas seenaknya. apa yang kau lakukan terhadap putriku aku kau ingin menerima balasannya," ketus Jhones.


"Tuan Unique, katakan apa yang harus ku lakukan? saat itu aku tidak tahu kalau dia adalah putrimu, aku tidak sengaja," ujar Alex yang berusaha memohon.


"Tidak sengaja? kau adalah pria yang gila uang, tidak menghargai perasaan orang yang baik padamu dan begitu teganya kau melakukan ini padaku. saat aku memohon padamu kau malah tertawa dan bersenang-senang dengan wanita itu. kalau bukan saat itu ada yang selamatkan aku, maka aku sudah menjadi korban," bentak Michelle.

__ADS_1


__ADS_2