
Karena tidak sanggup melawan pengacara pribadi Leonardo, Zanana hanya bisa pergi sambil menyeret kopernya dan tas pakaiannya.
"Wanita yang keras kepala, tidak tahu bagaimana caranya Leonardo bertahan menghadapi sikap wanita ini selama pernikahan," gumam Joseph.
Setelah beberapa hari kemudian.
Di hari itu berita kebangkrutan LV Group mengemparkan kota milan. hal tersebut telah menjadi perbincangan di kalangan pebisnis yang telah mengenalnya. berita kebangkrutan terjadi karena manager keuangan perusahaan itu telah melarikan sejumlah uang yang telah menguncang LV Group.
Berita yang tersebar telah di dengar oleh keluarga Unique.
"Michelle, apakah Leonardo tidak menghubungimu?" tanya Jhones yang duduk bersama putra dan putrinya.
"Tidak bisa dihubungi, Pa. aku sangat khawatir," jawab Michelle yang melihat handphonenya.
"Adik, bagaimana kalau kamu menjumpainya di perusahaan, mungkin saja dia ada di sana," kata Johan.
"Di depan perusahaannya terdapat banyak reporter, mereka pasti akan mempersulitkan adikmu," ujar Jhones pada Johan.
"Aku akan masuk lewat parkiran," ucap Michelle yang beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke arah pintu.
"Pa, apa yang sudah terjadi dengan Leonardo? kenapa tiba-tiba saja bangkrut?"
"Mungkin saja manager keuangan itu melarikan semua modal perusahaannya. kalau tidak mana mungkin sebuah perusahaan besar langsung bisa bangkrut," jawab Jhones.
"Dia pasti tertekan, selama ini usahanya bukankah hanya sia-sia saja, kalau dia sudah kehilangan segalanya," kata Johan.
__ADS_1
"Kalau Leonardo memang sudah kehilangan segalanya, kita akan membantu agar dia bangkit semula," ujar Jhones.
"Benar! dia akan menjadi anggota keluarga kita. dia pasti butuh dukungan di saat ini," kata Johan.
Di sisi lain Michelle sedang menuju ke perusahaan calon suaminya, ia memasuki tempat parkiran dan menghentikan mobilnya di sana. setelah ia memastikan tidak ada siapapun di sana ia pun keluar dari mobilnya.
"Untung saja tidak ada reporter di sini," gumam Michelle.
Sementara Leonardo bersama dengan dua sahabatnya di kantor.
"Wah...hebat sekali, di luar begitu banyak reporter yang sedang menunggumu," ujar Aaron yang berdiri di jendela sambil melihat ke bawah.
"Leonardo, hanya dalam sehari namamu menjadi semakin terkenal," kata Nico yang berdiri di samping Aaron.
Zanana yang masih belum puas dengan keputusan Leonardo ia mendatangi mantan suaminya itu.
Klek.
"Leonardo Valentino, apa yang terjadi di luar sana, kenapa bisa begitu banyak reporter?" tanya Zanana yang melangkah masuk ke dalam kantor mantan suaminya.
"Bukankah kalian sudah bercerai, kenapa kau datang lagi?" tanya Aaron.
"Dia datang tanpa di undang," kata Nico dengan menyindir.
"Untuk apa kau datang lagi?" tanya Leonardo yang sedang duduk di kursi besarnya.
__ADS_1
"Aku masih tidak puas dengan keputusanmu, aku ingin kau menganti uangnya!" jawab Zanana dengan nada tinggi.
"Banana, apakah kau sudah tuli ya, berita yang telah mengemparkan kota Milan telah di dengar oleh semua orang. kenapa kau masih saja meminta uang di sini?" kata Nico dengan mengejek.
"Kamu sangat mata duitan, lagi pula dari sisi undang-undang kau tidak ada hak meminta uang dengan Leonardo," kata Aaron.
"Leonardo, di saat kau menceraikanku kau hanya memberiku uang yang tidak seberapa. dan uang itu hanya cukup untuk aku sewa apartemen selama dua bulan. bagaimana dengan kehidupanku selanjutnya?" kata Zanana dengan emosi.
"Itu sudah bukan bagian urusanku lagi, dirimu sudah dewasa kau bisa saja mencari kerja dan membiayai diri sendiri," ujar Leonardo.
"Aku adalah wanita, kau ingin aku bekerja apa?" tanya Zanana.
"Banana, apa kau masih menganggap dirimu adalah ratu atau tuan putri? sedangkan calon istri Leonardo yang adalah putri orang kaya saja masih bekerja. kenapa dirimu tidak bisa bekerja," ujar Nico dengan menyindir.
"Jangan bandingkan aku dengan ja.lang itu," bentak Zanana.
"Diam!" bentak Leonardo sambil menghentakan meja dengan kuat.
Prak...
Zanana yang melihat mantan suaminya yang sedang emosi ia sangat terkejut dan terdiam sejenak.
"Apakah kau layak memanggilnya ja.lang? seharusnya kau bercermin dan sadar diri bahwa kau tidak sebanding dengan dia sama sekali," bentak Leonardo.
"A-apa yang kau katakan? aku tidak sebanding dengan dia?" tanya Zanana yang merasa tersinggung.
__ADS_1
"Bahkan dengan sehelai rambutnya saja kau juga masih kalah darinya," ketus Leonardo.