Siapa Yang Dicintai Suamiku?

Siapa Yang Dicintai Suamiku?
Kehilangan Fokus


__ADS_3

Setelah keluar dari kediaman suaminya, Zanana masuk kembali ke dalam mobilnya. ia menangis karena sakit hati dengan ucapan suaminya itu.


"Tidak ku sangka Leonardo menyesal menikahiku, ini adalah jawaban yang sangat menyakitkan. aku adalah wanita yang mengecewakan suamiku sendiri. suamiku yang dulunya sangat baik dan lembut padaku dan kini dia sudah menjauh dariku. kenapa aku begitu bodoh tidak menghargai pria yang baik dan kaya seperti dia. aku terlalu menikmati kehidupan sendiri sehingga membuatnya muak denganku. dan bahkan menyentuhku saja dia tidak mau lagi," batin Zanana.


"Apapun yang terjadi aku tetap tidak akan pergi ke pengadilan, aku tidak akan bercerai. aku tidak akan membiarkan dia menikah dengan wanita lain," ucap Zanana.


Keesokan harinya.


Bandara..


Michelle berada di bandara untuk menjemput Johan yang kembali di hari itu juga. hubungan antara dua bersaudara itu sangat akrab.


Tidak lama kemudian Johan keluar bersama dengan asistennya, ia melihat adik kesayangan sedang menunggu di luar sana.


"Kakak," suara panggilan Michelle yang melambaikan tangannya pada Johan yang tersenyum melihatnya.


"Adikku memang memiliki ingatan yang baik," sahut Johan yang menghampiri Michelle.


"Sudah ku katakan, aku yang akan datang menjemputmu. oleh sebab itu aku harus datang lebih awal," kata Michelle dengan senyum.


"Adikku yang baik, mari kita pergi makan dulu!" ajak Johan yang merangkul pundak adiknya.


"Selama kakak tidak berada di sini apa saja yang sudah terjadi?"tanya Johan.


"Aku akan memberitahumu di dalam perjalanan."


Perjalanan.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka breng.sek itu bisa datang ke perusahaan kita, bukankah ini namanya adalah cari mati masuk ke sarang serigala," ujar Johan yang duduk bersama dengan Michelle. sementara asisten Johan sedang menyetir.


"Mungkin karena niat jahatnya, oleh sebab itu sudah saatnya dia harus dihukum," ucap Michelle.


"Michelle, bagaimana dengan perasaanmu?"


"Jangan khawatirkan aku! adikmu ini masih sadar. jadi aku tidak akan sedih demi pria seperti dia," jawab Michelle dengan senyum.


"Adik yang pintar, dia yang rugi karena telah mengabaikan adik kakak yang baik ini. kamu bisa mengurus semuanya dan dia malah sia-siakan kamu. dia sangat bodoh."


"Aku masih memiliki papa dan kakak yang begitu mencintaiku, aku tidak sendirian," ucap Michelle.


"Benar, adik kesayangan kakak ini pasti akan menemukan jodoh yang baik," ujar Johan yang menyentuh kepala adiknya itu.


"Untuk saat ini aku tidak ingin memikirkan itu."


"Iya, tidak tahu kenapa saat memakainya aku merasa aman, mungkin karena pemiliknya pernah menyelamatkan aku," kata Michelle yang memegang liontin giok.


"Apakah kamu berharap bisa bertemu dengan pemiliknya?"


"Aku belum sempat berterima kasih padanya, dan aku juga tidak yakin bisa bertemu dengannya. karena aku tidak melihat wajahnya saat itu."


"Kalau kalian berjodoh pasti akan bertemu lagi, dan kalau dia adalah pria kakak yakin dia boleh menjadi suamimu," ujar Johan dengan bercanda.


"Kakak...jangan berkata seperti itu!"


"Kenapa? adik kakak ini begitu cantik dan baik, mana mungkin dia tidak suka."

__ADS_1


"Mungkin masalah itu, tapi mungkin saja dia sudah menikah. lagi pula aku juga tidak ingin memikirkan masalah asmara lagi," jawab Michelle


"Iya sudah, kalau begitu. jangan dipikirkan lagi."


Setelah setengah jam kemudian mobil Michelle tiba di depan sebuah restoran.


Di saat yang sama Leonardo sedang makan bersama dengan pengusaha lainnya. di saat itu matanya beralih ke arah Michelle yang melangkah masuk bersama dengan seorang pria yang masih asing baginya. raut wajah Leonardo langsung berubah saat melihat gadis itu yang begitu akrab dengan pria lain.


"Mari kita duduk di pojokan sana!" ajak Johan yang merangkul pundak adiknya. Michelle sama sekali tidak menyadari keberadaan Leonardo yang duduk di sisi kiri dari posisinya.


Selama ini Johan lebih sering keluar negeri sehingga jarang menampakan dirinya setiap pertemuan kerja sama antara perusahaannya dengan perusahaan lain.


Tatapan Leonardo tidak beralih dan kehilangan fokus saat sedang berbincang bisnis dengan pengusaha yang sedang duduk berhadapan dengannya.


"Tuan Valentino, apa Anda baik-baik saja?"


"Tidak apa-apa, saya melihat orang yang saya kenal," jawab Leonardo.


Sementara Michelle dan Johan sedang bercanda dan sambil memilih menu makan siang mereka.


"Hidangan ini kesukaanmu, kita pesan ini saja!" ucap Johan dengan tersenyum pada adiknya.


"Dan aku akan pesan minuman kesukaan kakak," kata Michelle.


"Baiklah," jawab Johan.


Selama mereka sedang bercanda ria, Leonardo selalu melihat ke arah mereka berdua secara diam-diam. walau dirinya sedang berbincang dengan pengusaha itu, akan tetapi matanya sering mencuri memandang ke arah gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2