Siapa Yang Dicintai Suamiku?

Siapa Yang Dicintai Suamiku?
Tamparan


__ADS_3

Setelah setengah jam kemudian Leonardo dan Michelle sampai di depan apartemen Zanana, calon suami Michelle turun dari mobil dengan penuh emosi.


"Leonardo, sebentar!" seru Michelle yang ikut turun dari mobil.


"Lebih baik aku di sini saja menunggumu!" kata Michelle.


"Kenapa?" tanya Leonardo.


"Sepertinya tidak begitu baik kalau aku masuk, aku menunggu di sini saja," jawab Michelle.


Leonardo memegang tangan calon istrinya dan berkata," tidak ada yang tidak baik, tidak perlu merasa segan dengan dia. mari kita pergi!"


Leonardo mengandeng tangan gadis itu memasuki apartemen untuk menemui mantan istrinya.


Setelah tiba di depan pintu Leonardo yang merasa kesal mengedor pintu dengan keras.


Tuk...tuk...tuk...


Tuk...tuk...tuk...


"Sebentar! kenapa begitu keras mengetuk pintu...apa kamu mengira apartemen ini punyamu," bentak Zanana dari dalam.

__ADS_1


Klek.


Zanana membuka pintu merasa gembira saat melihat mantan suaminya yang ada di hadapannya, dan saat ia melihat Michelle raut wajahnya langsung berubah dengan tatapan sinis.


"Untuk kamu bawa dia ke sini?" tanya Zanana yang memalingkan wajahnya dan melangkah ke dalam.


"Zanana Olivia, apa kau tahu, apa yang telah kau lakukan?" tanya Leonardo dengan suara lantang.


"Kenapa baru datang saja sudah berteriak padaku?" tanya Zanana dengan kesal.


"Aku tidak peduli apa yang kau lakukan, akan tetapi kali ini kenapa kau bisa berhubungan dengan seorang pria di club malam," bentak Leonardo.


Zanana dikejutkan dengan ucapan mantan suaminya, raut wajahnya ketakutan akibat dia tidak ingin pria yang di hadapannya tidak peduli pada dirinya lagi.


"Katakan!" bentak Leonardo.


"Iya, aku melakukannya, memangnya kenapa? kita sudah bercerai dan tidak ada hubungan denganmu lagi, lagi pula ini adalah kebebasanku bergaul atau bercinta dengan pria lain. kamu tidak ada hak lagi untuk mengaturku. apakah kamu cemburu?"


"Aku benar-benar kehabisan kata-kata, karena tidak mengerti kenapa kau bisa berubah seperti ini. sifatmu ini hanya akan mendatangkan masalah," bentak Leonardo.


"Jangan salahkan aku juga! kalau bukan diceraikan olehmu karena wanita ini, mana mungkin aku bisa begini. kau begitu tega terhadapku. dan aku hanya ingin melepaskan tekanan," teriak Zanana.

__ADS_1


"Jangan selalu menyalahkan orang lain di saat kau melakukan kesalahan," bentak Leonardo.


"Mana mungkin aku bisa menerima hubunganmu dengan dia, dalam rumah tangga kita bisa muncul pihak ketiga. bukankah dia sangat memalukan. kalau saja orang luar mengetahui dirinya menjalin hubungam denganmu saat kita masih berstatus suami istri, bukankah dia akan dihina dan dianggap perusak rumah tangga orang...," teriak Zanana.


"Hubungan kita retak bukan karena Michelle, tapi karena dirimu yang tidak tahu diri. dan di saat aku bersamanya kau yang menolak bercerai. bukan aku yang mengkhianati pernikahan kita. tapi dirimu yang tidak bisa menjaga hubungan ini sehingga aku merasa muak denganmu," ketus


Leonardo.


"Lantas, untuk apa kau peduli denganku? pria mana pun yang bersamaku, aku rela. dan malam itu aku sangat bahagia. seorang pria yang sanggup memberiku kepuasan yang tidak bisa suamiku berikan. kenapa aku harus menolak?" ujar Zanana.


"Kau adalah wanita yang sudah keterlaluan," ucap Leonardo sambil menahan emosi.


"Apakah kau sakit hati di saat istri yang kau campakan tidur dengan pria lain? apakah kau merasa cemburu? kalau kau merasa cemburu kita masih bisa kembali bersama, dan kamu hanya perlu melamarku lagi. dan...jangan berhubungan dengan si pela.cur ini," ujar Zanana sambil menatap sinis pada Michelle.


"Jaga bicaramu, nona Olivia," bentak Michelle.


"Kenapa, kau tidak ingin mengakuinya? kau bisa saja mengoda suami orang dan aku yakin tubuhmu ini pasti sudah dicicipi oleh banyak pria," kata Zanana dengan menghina.


"Zanana Olivia...," bentak Lernardo yang melayangkan tamparan keras mengenai wajah Zanana.


Plak...

__ADS_1


"Aarrggh...," jeritan Zanana yang terkapar dan kesakitan pada wajahnya.


"K-kau menamparku," ujar Zanana yang mengeluarkan air mata. selama ini dia tidak pernah menerima pukulan dari pria yang pernah menjadi suaminya itu. akan tetapi kini dia harus menerima tamparan keras dari mantan suaminya.


__ADS_2