
"Michelle, aku akan berubah, jangan serahkan aku kepada polisi. aku tahu kau pasti masih mencintaiku, kan," ucap Alex yang lengannya ditarik oleh asisten Jhones.
"Aku tidak begitu bodoh harus mencintai seorang pria bodoh sepertimu hingga sekarang," ketus Michelle.
Setelah beberapa saat kemudian dua security memasuki ruangan itu lalu menarik lengan Alex dengan paksa dan ingin membawanya keluar dari ruangan itu.
"Lepaskan tanganmu!"bentak Alex yang berusaha meronta.
"Tuntut dia karena telah bekerja sama dengan wanita itu untuk menyakiti Michelle!" perintah Jhones.
"Baik, Tuan Direktur."
"Jangan sampai orang luar mengetahui penyebabnya!" ucap Jhones.
"Siap, Tuan Direktur," jawab Asistennya dengan hormat. tidak lama kemudian ia meninggalkan ruangan itu.
"Michelle, akhirnya papa bisa membantumu menegakkan keadilan, dia tidak pantas hidup bebas di luar dan harus menerima balasannya," ujar Jhones.
"Pa, maaf. atas kejadian ini. semua salahku karena aku tidak bisa menilai seseorang. sehingga terjadi hal yang tidak menyenangkan," ucap Michelle yang merasa menyesal.
"Kenapa meminta maaf pada papa? ini bukan kesalahanmu tapi dia yang tidak bisa menghargaimu," kata Jhones yang mengelus kepala putrinya.
"Aku mengira dengan cara ini aku bisa memdapat seorang pria yang baik, tapi aku malah mendapatkan pria yang jahat seperti dia."
"Michelle, dengan cara begini kau bisa melihat isi hati seseorang, pria ini tidak mencintai siapapun, dia hanya mencintai kekuasaan. dan dirimu telah melakukan hal yang benar," kata Jhones.
"Leonardo, maaf. karena kamu harus melihat kejadian tadi," ucap Jhones.
"Tidak apa-apa, Alex Fabio memang sudah seharusnya menerima balasan dan serahkan kepada pihak yang berwajib," jawab Leonardo.
"Iya, dia memang pantas menerima semua ini," ujar Jhones.
"Pa, aku dan Leonardo ingin meminta masukan papa mengenai rencana baru kami."
"Baiklah, mari kita duduk bersama dan membincangkan urusan ini!" ajak Jhones yang duduk di sofa dan diikuti oleh putrinya dan Leonardo.
Sementara Alex yang dibawa paksa oleh asisten dan security Jhones ia hanya bisa pasrah ikut bersama mereka menuju ke kantor polisi.
Ia merasa sangat menyesal dan duduk diam di tengah-tengah dua security.
"Tidak ku sangka Michelle ternyata adalah putri orang kaya, kenapa aku bisa bodoh sekali sehingga tidak sadar. keluarganya bahkan lebih kaya dari wanita yang pernah bersamaku. aku telah menghancurkan diriku sendiri. andaikan saat itu aku selidiki lagi namanya, mungkin aku tidak akan seperti ini nasibku," batin Alex.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian.
Michelle berdiri di halaman belakang perusahaan sambil memandang pemandangan indah di sana.
"Sudah dua tahun, tidak menyangka dia akhirnya mendapat balasannya. Michelle, pria itu adalah pengalaman paling buruk dalam hidupmu," batin Michelle.
Michelle lalu memegang liontin giok yang di lehernya itu.
"Tidak tahu di mana pemilik kalung ini berada, tidak tahu kenapa aku merasa nyaman saat memakai kalung ini. mungkin saja karena pemiliknya telah menyelamatkan ku," batin Michelle.
Mansion Leonardo tempat tinggal Zanana.
"Nyonya, semua bahan dapur sudah habis," ujar pelayan rumah tangga itu.
"Kalau sudah habis beli saja sana," ketus Zanana yang sedang menghiasi kukunya
"Uang bulanan sudah habis."
"Habis? kenapa bisa habis?" tanya Zanana dengan suara lantang.
"Nyonya, kemarin nyonya mengambil semua sisa uang bulanannya."
"Lalu, apa kau menyalahkan ku ya?" tanya Zanana yang bangkit dari tempat duduknya.
"Aku tidak pernah menyangka dia bisa begitu tega, sekarang dia sudah bermain dengan ja.lang itu, dan tidak ingin membiayaiku lagi. aku tidak percaya harus menunggu kepulangannya di sini"
"Aku harus mencarinya dan berbaik dengannya agar dia bisa kembali padaku dan ingat masa lalu kami," batin Zanana.
Zanana kemudian masuk ke kamar dan membuka lemarinya, ia memilih pakaian yang paling seksi dan kemudian memakainya. ia merias wajahnya dengan lipstik merah merona sehingga kelihatan sangat seksi bibirnya itu. Zanana berusaha lagi ingin membuat dirinya lebih cantik agar bisa menarik perhatian suaminya itu.
"Aku harus melahirkan anak untuknya agar bisa mengikatnya. aku tahu dia ingin memiliki anak karena hartanya yang berlimpah."
"Kenapa aku bisa begitu bodoh, saat dia memintaku melahirkan anak untuk dia, aku malah meminta hartanya. sekarang dia bisa bebas bersama dengan wanita lain. aku tidak rela jika wanita itu yang mendapatkan hartanya. dan aku juga tidak ingin wanita itu melahirkan anaknya," batin Zanana.
Setelah selesai menghias dirinya menjadi wanita cantik bak bidadari, ia pun keluar dan mengendarai mobil sendiri. ia sengaja mengenakan gaun belahan samping sehingga menampakan paha seksinya, serta memperlihatkan belahan dada yang besar dan menonjol.
"Saat itu aku mengenakan pakaian ini, dan Leonardo melakukannya denganku. selama setengah tahun dia tidak menyentuhku, malam ini aku tidak akan minum obat karena ingin mengandung anaknya. aku yakin dia pasti tergoda," batin Zanana.
Setelah beberapa menit kemudian Zanana tiba di depan kediaman mewah milik suaminya itu.
__ADS_1
Setelah keluar dari mobilnya wanita itu memandang kediaman suaminya dengan mendecak kagum. tentu saja dirinya sangat berharap bisa tinggal di rumah mewah itu.
"Tidak sia-sia aku menjual barang antik di rumah untuk mengupah orang mengikuti Leonardo hingga sampai ke tempat tinggalnya. ia ternyata membeli mansion baru dan tidak ingin aku tahu," gumam Zanana.
Wanita itu kemudian melangkah menghampiri mansion yang mewah itu yang pintunya dalam kondisi terbuka, dan kemudian ia pun melangkah masuk ke dalam. saat masuk ia tercenggang melihat sekitaran dalam sana yang serba mewah.
Di saat yang sama Leonardo sedang berada di ruang tamu sedang berfokus pada laptopnya.
"Kenapa kau bisa muncul di sini?" tanya Leonardo dengan menatap sinis dan bangkit dari tempat duduknya.
"Aku melihat pagar tidak tertutup oleh karena aku langsung masuk saja. maaf karena tidak meminta izin darimu," jawab Zanana dengan bersikap lembut.
"Apa tujuanmu mencariku?"
"Leonardo, selama beberapa hari ini aku berpikir tentang banyak hal. aku juga merindukan masa-masa kita bertemu di hari pertama. dan aku juga ingat saat itu aku sangat malu sehingga tidak berani menatapmu. hatiku berdetak dengan kencang saat melihatmu. perasaan ini baru pertama kali aku merasakannya. Leonardo, aku sangat merindukanmu," ucap Zanana yang mengeluarkan air mata.
"Malam-malam kau datang ke sini hanya ingin mengatakan ini?"
"Tentu saja tidak, aku berharap kita bisa berbaikkan, aku sadar aku salah. aku bersikap tidak manusiawi. asal kau memberiku satu kesempatan aku berjanji akan berubah. dan aku yakin atas dukungannmu aku pasti akan seperti dulu lagi," ucap Zanana yang berusaha ingin membuat suaminya itu percaya padanya.
"Aku tidak ingin uangmu, tidak ingin hartamu, karena yang ku inginkan hanya kamu, aku berharap kita bisa kembali seperti semula, dan aku juga ingin melahirkan beberapa orang anak untukmu," ujar Zanana yang menurunkan tali gaunnya sehingga terlepas dari tubuhnya itu.
Kini tubuhnya hanya sisa balutan bagian bawahnya, sedangkan bagian dadanya sudah tanpa balutan apapun. karena ia memang sengaja tidak memakai pakaian yang menutup dadanya itu sehingga menampakan dua tonjolan yang sangat besar.
Ia menghampiri suaminya dengan air mata yang membasahi pipinya, lalu ia berkata," Leonardo, jangan tinggakan aku! kita bisa mulai dari awal. kita bisa bahagia dan lebih bahagia dari dulu. aku akan memenuhi keinginanmu untuk melahirkan anakmu."
"Zanana, semua ini sudah-" ucap Leornardo yang di hentikan oleh Zanana yang langsung mencium bibirnyanya.
Zanana memeluk suaminya itu dengan erat, ia berusaha ingin membangkitkan gairah suaminya dengan ciuman dan juga memegang tangan pria itu untuk menyentuh bagian dadanya yang begitu besar dan kenyal.
"Dia pasti tergoda, aku tidak percaya dengan begini aku tidak mampu membut adiknya berdiri," batin Zanana.
Zanana lalu ingin memasukan tangannya ke dalam celana suaminya itu akan tetapi tindakannya dihentikan langsung oleh Leonardo.
"Apa kau sudah puas?" tanya Leonardo yang mendorong Zanana jauh darinya.
"Kenapa? apakah kau tidak mencintaiku?" tanya Zanana yang merasa semakin kecewa karena melihat suaminya itu sedang lap bibir bekas ciumannya.
"Aku tidak berminat dengan wanita yang serakah dan egois," jawab Leonardo dengan terus terang.
"Kau adalah pria dan aku adalah istrimu, hingga saat ini aku masih belum tanda tangan surat penceraian itu,"ucap Zanana
__ADS_1
"Sudah ku katakan sebelumnya, aku sudah tidak selera denganmu dan aku malah merasa jijik di saat kau menyentuhku," ujar Leonardo.
"Tubuhmu ini tidak bisa membangkitkan hasratku, jadi usahamu sia-sia saja," kata Leonardo yang menghancurkan harapan istrinya itu.