
"Leonardo, kenapa kau bisa begitu kejam padaku? aku menyadari aku sangat mencintaimu. kenapa kita tidak bisa mulai dari awal?" tanya Zanana yang mengeluarkan air matanya.
"Semua sudah terlambat, selama tiga tahun aku berharap perubahan darimu. di saat aku masih berharap padamu kau selalu saja membuatku kecewa. setelah hati ini merasa kecewa maka sangat sulit untuk kembali seperti semula," ujar Leonardo.
" Leonardo, aku adalah cinta pertamamu. dan tidak mungkin kau sudah melupakan bagaimana dan di mana di saat kita bertemu," ucap Zanana.
Leonardo berpaling ke arah pintu dan berkata," semua harus dilupakan karena tidak bisa kembali lagi ke masa lalu. pernikahan ini adalah kesalahan besar."
"Kesalahan besar? apakah maksudmu kau menyesal karena menikah denganku?"
"Iya," jawab Leonardo dengan berterus terang.
Zanana yang mendengar jawaban suaminya merasa sakit hati bagaikan disambar petir. ia memundurkan langkahnya karena tidak bisa menerima suaminya yang merasa menyesal karena menikahinya.
"Apakah karena dia?"
"Harus berapa kali aku katakan jika hubungan kita retak bukan karena dia?" tanya Leonardo yang menoleh ke arah istrinya itu
"Semua ini karena sifatmu yang tidak logis, apakah kamu tidak pernah berpikir ulang bagaimana sifatmu selama ini?" ujar Leonardo.
"Aku tahu aku sudah salah, tapi...apakah kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi? aku akan menyediakan semua kebutuhanmu dan melayanimu dengan baik. aku akan berusaha menjadi seorang istri yang baik," kata Zanana yang memeluk suaminya sambil menangis.
Leonardo yang dipeluk oleh Zanana ia hanya terdiam sejenak dan kemudian melepaskan tangan istrinya yang melingkar ke lehernya.
__ADS_1
"Pulanglah! kita jalani saja hidup kita masing-masing!"
"Aku tidak akan tanda tangan," ujar Zanana yang mengeleng kepalanya.
"Kita akan ke persidangan untuk meresmikan penceraian kita. kau masih muda dan bisa mencari kehidupan lainnya."
"Aku tidak akan hadir, sampai kapanpun aku tidak akan hadir dan tidak akan mau bercerai denganmu," ujar Zanana sambil mengenakan pakaiannya
"Tidak ada gunanya kau memaksa, karena kita tidak mungkin lagi. aku juga tidak akan pulang ke sana!" kata Leonardo dengan tegas.
"Apakah dirimu sengaja membeli rumah mewah ini untuk kamu tinggal sendiri dan tidak ingin pulang ke sana lagi?"
"Iya, aku akan tinggal di sini untuk selamanya."
"Kita sudah bukan suami istri lagi, dan tidak seharusnya kita tinggal bersama. aku ingin menjalani hidupku sendiri. carilah kehidupan baru! jangan saling berhubungan lagi di antara kita!"
"Untuk kali terakhir aku ingin bertanya padamu, apakah di pertemuan pertama kau mencintaiku?".
"Iya, aku mencintaimu."
"Setelah kita menikah, apakah kau masih mencintaiku?" tanya Zanana.
"Masih, walaupun kita sering bertengkar."
__ADS_1
"Dan setelah setahun pernikahan, apakah kau masih mencintaiku?" tanya Zanana yang penasaran
"Masih."
"Setelah dua tahun?"
"Masih, walau sifatmu tidak logis, aku masih menunggu perubahan darimu."
"Dan untuk tahun ketiga, apakah kau masih memiliki perasaan terhadapku?"
"Aku merasa semakin hari semakin kecewa sehingga tidak ingin lagi melanjutkan hubungan ini. dan aku merasa sudah saatnya kita pisah jalan. dan kembali ke kehidupan masing-masing," jawab Leonardo.
"Apakah suatu saat kau akan menikah lagi dan melupakanku?"
"Aku tidak tahu, mengenai pernikahan bukan suatu hal yang kecil. aku tidak ingin salah memilih seorang istri. kalau saja aku tidak yakin aku tidak akan menikah."
"Salah memilih? apakah maksudmu kau sudah salah memilihku?" tanya Zanana yang mengeluarkan air mata.
"Iya, dari awal aku sudah salah, salah menilai dan salah memilih. cukup satu kali aku gagal dalam hidupku. dan aku tidak mau lagi untuk kedua kali," jawab Leonardo.
Tangisan Zanana pecah di malam itu setelah mendengar pengakuan suaminya, ia merasa sangat terluka dan juga sedih.
"Zanana, aku berharap kita bercerai dengan baik-baik. aku tidak ingin mengingat semua masa lalu lagi."
__ADS_1
"Tidak! aku tegaskan aku tidak akan bercerai denganmu, sampai kapanpun aku tidak ingin bercerai. aku yakin suatu saat kau pasti akan mencintaiku lagi" ujar Zanana yang kemudian berlari keluar dari kediaman Leonardo.