Siapa Yang Dicintai Suamiku?

Siapa Yang Dicintai Suamiku?
Kekesalan Zanana


__ADS_3

"Begitu mudahnya kau melupakan semua itu?" tanya Zanana yang mengeluarkan air matanya.


"Untuk apa aku harus mengingat sesuatu yang membuatku tidak bahagia," ujar Leonardo.


Zanana merasa kecewa dan cemburu karena melihat suaminya pegangan tangan dengan Michelle.


"Apakah hubunganmu dengan dia yang mengubah perasaanmu padaku?" tanya Zanana yang menatap sinis ke arah Michelle.


"Jangan selalu menyalahkan orang lain, dari sejak awal kamu sendiri yang sudah salah melangkah. selama tiga tahun apakah kamu sudah lupa apa saja yang kamu lakukan. dan jangan melibatkan orang lain lagi!" kata Leonardo.


"Kenapa kamu sangat tega padaku, kita bahkan telah bersama selama tiga tahun. dan begitu mudahnya kamu melupakan kenangan kita selama tiga tahun. apakah kenangan kita selama ini tidak sebanding dengan dia yang baru kamu kenal?" tanya Zanana yang penuh kecewa.


"Aku melupakan kenangan kita karena dirimu yang tidak sadar diri. semua ini karena dirimu yang tidak pernah menghargai hubungan kita," ucap Leonardo.


"Leonardo, aku bisa berubah. aku akan mengurus rumah kita dengan baik. aku juga tidak akan berfoya-foya lagi. aku akan memasak setiap hari dan menunggumu pulang makan bersamaku. aku akan berubah. aku tahu kamu menyukai anak-anak dan aku akan melahirkan anak untukmu," ujar Zanana.

__ADS_1


"Sudah terlambat, semuanya sudah terlambat, bagiku apa yang kamu katakan sudah tidak berarti bagiku," jawab Leonardo.


"Bukankah itu yang kamu inginkan selama ini, kenapa sekarang kamu malah menolak?" tanya Zanana.


"Karena aku sudah sadar apa yang aku inginkan," jawab Leonardo yang memandang ke arah Michelle.


Zanana semakin sakit hati karena melihat tatapan mesra suaminya pada Michelle, kemudian ia pun melihat wanita itu mengenakan kalung yang tidak asing baginya. tentu saja dirinya pernah melihat kalung giok tersebut.


"Ke-kenapa kalung ini ada bersama dia?" tanya Zanana.


"Kalung ini sudah menjadi milik Michelle, aku kehilangan kalung ini dan ternyata selama ini kalung ini bersamanya," jawab Leonardo.


"Michelle bukan orang lain, dia adalah calon istriku. aku akan menikahinya dalam waktu dekat," jawab Leonardo dengan tegas.


"A-apa? me-menikah?" tanya Zanana dengan terbata.

__ADS_1


"Benar, Michelle akan segera menjadi istriku. dan aku berharap kita akan segera mengakhiri pernikahan kita," jawab Leonardo.


"Leonardo, kau...kau telah banyak berubah," ujar Zanan yang tidak bisa menerima kenyataan.


"Jangan salahkan aku melakukannya! hubungan kita berubah berawal dari dirimu sendiri. bukan aku yang berubah. aku tidak meninggalkanmu walau selama ini kau tidak melakukan tanggung jawabmu. dan hubungan kita sudah berlalu dan tidak akan kembali lagi. aku sudah menemukan kebahagiaanku. tunggu saja surat penceraikanku," kata Leonardo yang bergandeng tangan Michelle dan melangkah pergi.


Zanana hanya bisa menelan pil pahit karena suaminya telah berpaling ke wanita lain. selama ini ia selalu saja melakukan hal yang melewati batas sehingga emosi suaminya akhirnya meledak.


"Aku sangat tidak percaya akan terjadi hal seperti ini, setelah menikah dan memiliki uang bukankah harus menikmati kesenangan, dan kini aku malah di ceraikan, apa hebatnya wanita itu, selain cantik memangnya dia bisa apa? aku tidak percaya hubungan mereka bisa bertahan lama," gumam Zanana.


"Michelle Unique, dirimu adalah anak orang kaya yang tidak tahu diri. kau dengan tidak tahu malunya bersama dengan suami orang. aku yakin dirimu juga bukan perempuan baik-baik," batin Zanana.


"Leonardo, apakah kamu sudah membuat keputusan untuk bercerai? bercerai bukan masalah kecil," tanya Michelle


"Iya, ingin mulai hidup baru bersamamu, aku harus mengakhiri hubungan kami," jawab Leonardo.

__ADS_1


Michelle terdiam dan menunduk tidak bicara sepatah kata.


"Kenapa, apa kamu merasa ragu dengan hubungan kita atau kamu merasa tidak nyaman karena kemunculannya?" tanya Leonardo.


__ADS_2