
"Hanya karena dia anak orang kaya kau merendahkanku?" tanya Zanana yang kecewa.
"Tidak ada hubungan dengan latar belakangnya, tapi sifatmu itulah yang membuat ku selalu kecewa. kau tidak pernah menghargai orang lain. selain meremehkan orang lain kau tidak bisa menghormati semua orang yang kau kenal. dirimu sangat egois sehingga tidak memikirkan perasaan orang," kata Leonardo.
"Banana, seharusnya kau sadar, kamu dan Leonardo sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. jadi...kamu tidak berhak meminta apapun dengannya," ucap Nico.
"Leonardo telah kehilangan segalanya, apa lagi kau inginkan dari dia? uang? uangnya telah dilarikan oleh manager keuangan," ucap Aaron.
"Kehilangan segalanya? tidak mungkin. ini tidak mungkin. terjadi," kata Zanana yang tidak bisa menerima.
Zanana lalu menghampiri mantan suaminya dan berkata," Leonardo, jadi...bagaimana dengan perusahaan ini dan hotelmu? tidak mungkin, kan kau kehilangan semuanya," ujar Zanana.
"Apa mungkin dia akan merasa iba dengan mantan suaminya?" tanya Nico dengan berbisik di telinga Aaron.
"Tidak mungkin, kecuali besok kiamat," jawab Aaron.
"Kau sudah tahu, kan keadaan ku sekarang, aku tidak ada uang lagi untukmu. pergilah!" ucap Leonardo.
"Leonardo, ini tidak bisa. kau masih memiliki villa besar. dan kalau saja dijual harganya pasti tinggi," kata Zanana.
"Untuk apa aku menjualnya?" tanya Leonardo.
"Aku telah kehabisan uang, jual rumahmu dan aku ingin lima puluh persen dari hasil penjualan itu," jawab Zanana.
"Sudah ku katakan dia hanya peduli dengan uang," kata Aaron pada Nico.
"Dia akan disambar petir," ucap Nico dengan suara rendah.
"Kau menyuruhku menjual rumahku untukmu? apa kau mengira kau masih layak meminta uang denganku?"
"Leonardo, aku juga butuh makan dan kosmetik, tidak mungkin kau ingin aku bekerja. aku adalah mantan istrimu. dan
kalau aku bekerja bukankah sama saja akan memalukanmu," ujar Zanana.
__ADS_1
"Perkataan yang tidak masuk akal, lebih baik kau pergi dari sini dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi," bentak Leonardo yang bangkit dari tempat duduknya.
Klek..
"Leonardo," suara panggilan Michelle yang tiba-tiba membuka pintu.
"Michelle," sapa Aaron dan Nico.
"Aaron, Nico, kalian juga ada di sini," balas sapaan Michelle yang melangkah masuk.
Zanana yang melihat Michelle ia dengan sengaja memeluk mantan suaminya itu.
"Leonardo, aku tahu kamu masih mencintaiku. apapun yang terjadi aku akan menemanimu sampai tua. kita akan melalui masa sulit bersama-sama," ucap Zanana yang melingkar kedua tangannya ke leher mantan suaminya.
Michelle yang melihat kedekatan Leonardo dengan mantan istrinya ia merasa tidak nyaman, akan tetapi ia tetap bersikap tenang.
"Jauhkan dirimu dariku!" bentak Leonardo yang melepaskan tangan Zanana.
"Aku baru mendengar beritanya, dan aku kemari ingin berbincang sesuatu denganmu," jawab Michelle.
"Katakan saja! ada apa?" tanya Leonardo yang menyentuh wajah kekasihnya itu.
"Kalau datang hanya untuk menganggu lebih baik pergi dan jangan berada di sini. menyakitkan mata saja," ketus Zanana pada Michelle.
"Seharusnya yang pergi itu kamu bukan Michelle, kau hanya mantan yang sudah dicampakan oleh Leonardo dan tidak seharusnya lagi kau berada di sini," kata Aaron dengan kesal.
"Pergi dan di sini tidak urusanmu lagi!" ujar Leonardo pada Zanana.
"Kalau aku pergi dia harus pergi juga," balas Zanana yang tidak puas.
"Michelle adalah calon istriku, sedangkan dirimu bukan siapa-siapa lagi bagiku," bentak Leonardo.
"Aaron, Nico, usir dia!" perintah Leonaro.
__ADS_1
"Serahkan pada kami!" jawab Aaron dan Nico dengan serentak dan menghampiri Zanana.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Zanana dengan nada tinggi.
"Mengusirmu dari sini," jawab Aaron yang menarik lengan Zanana dengan kasar.
"Lepaskan tanganmu! aku akan menuntutmu," ketus Zanana.
"Kami yang akan menuntutmu karena datang untuk memeras," kata Nico yang menarik paksa wanita itu.
"Leonardo...," teriak Zanana.
"Ada apa dengan Zanana?" tanya Michelle.
"Dia datang ingin meminta uang denganku, tentu saja aku menolaknya," jawab Leonardo.
"Ternyata begitu," ucap Michelle
"Michelle, apa yang ingin kamu katakan padaku?"
"Ada yang sesuatu yang ingin ke berikan padamu," jawab Michelle yang mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Silakan mampir ya kak, jangan lupa klik bintang 5 untuk menaikan ratingnya.
Bagi pembaca sebelum membaca kelanjutannya tolong jangan langsung klik bintang 1 untuk menjatuhkan sebuah karya ya. kalau tidak berkenan bisa tolong di skip saja. tidak mudah bagi saya bangkit dengan karya Mafia berdarah Dingin ini. karya ini sangat penting bagi saya. karena Mafia berdarah Dingin lah yang menjadikan saya semangat untuk meneruskan menjadi author dan menulis banyak karya lainnya. walau karya-karya saya tidak sebanding dengan karya author lain.ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1