
"Iya, aku menamparmu karena ingin memperingatkanmu jangan keterlaluan!" bentak Leonardo.
"Demi dia yang baru kau kenal, kau tega menampar aku yang pernah menjadi istrimu selama tiga tahun," bentak Zanana.
"Dia yang kau maksud adalah calon istriku, yang akan menjadi pasanganku seumur hidup. siapapun yang menghinanya aku tidak akan diam saja," ketus Leonardo.
"Aku juga adalah wanita yang pernah bersamamu, waktu kita bersama lebih lama dari pada kamu dan dia," kata Zanana.
"Lalu kenapa? apakah kau pernah menghargaiku sebagai suamimu? dalam suatu hubungan bukan menilai dari berapa lama kita bersama. tapi, menilai dari sikap kita sendiri. ketika kamu tidak bisa menghargai orang. maka tidak ada orang yang akan menghargaimu," bentak Leonardo.
Leonardo kemudian menunjukan foto yang dikirim dari pria yang meniduri Zanana.
"Lihat dengan teliti! apa yang sudah kau lakukan!" bentak Leonardo.
Zanana yang melihat fotonya terkejut, dan merasa malu.
"Ke-kenapa foto ini bisa ada padamu?" tanya Zanana yang hampir tidak percaya.
__ADS_1
"Pria yang bersamamu adalah seorang pebisnis licik, dia mengunakan foto ini mengancamku demi ingin mendapatkan kerja sama dariku," jawab Leonardo.
"Kau puas saat fotomu digunakan untuk mengancamku? dan kalau aku menolak permintaannya fotomu akan segera dilihat oleh semua orang," ujar Leonardo.
"Apakah dia ingin sebarkan fotoku?" tanya Zanana dengan cemas.
"Benar! dia akan melakukannya!"
"Tidak, ini tidak boleh terjadi. Leonardo, kau harus menghalanginya!" pinta Zanana yang memegang tangan mantan suaminya itu.
"Aku tidak akan bekerja sama dengannya, dia tidak layak sama sekali," kata Leonardo yang menepis tangan wanita itu.
"Zanana, aku tidak suka bekerja dengan orang yang licik, mengenai fotomu tidak akan tersebar. aku akan mengambil tindakan hukum," kata Leonardo.
"Terima kasih, Leonardo. aku tahu kau masih mencintaiku, kan," ucap Zanana yang ingin memeluk mantan suaminya akan tetapi ia langsung didorong oleh Leonardo.
"Jaga jarakmu! dan jangan salah paham, aku menuntutnya bukan karena kamu, tapi karena aku tidak suka diancam. oleh sebab itu aku ingin dia di ringkus dalam penjara.
__ADS_1
"Aku tidak ingin ikut campur dalam urusanmu, aku sudah memiliki kehidupan baru. apapun yang kamu lakukan di luar sana jangan melibatkan aku lagi. kalau tidak, jangan salahkan aku menghancurkan mu dengan tanganku sendiri," kecam Leonardo.
"Michelle, mari kita pergi!" ajak Leonardo yang memegang tangan gadis itu.
Setelah mereka pergi dengan bergandengan tangan, Zanana langsung terduduk di lantai dengan wajah lesu.
"Begitu bencinya dirimu padaku. kenapa...aku juga adalah wanita yang menyukaimu," ujar Zanana.
Zanana yang histeris ia menangis dan berteriak.
"Leonardo...Leonardo...aku tidak rela kalau kau harus bersama dengan wanita lain," teriak Zanana sambil menangis.
"Apa yang harus ku lakukan untuk meneruskan hidupku? selama ini aku hanya menikmati hidup mewah. semua uang yang ku miliki habis dalam hitungan detik. kini sudah kehabisan uang. dan aku harus cari di mana? sama-sama wanita kenapa dia begitu bahagia memiliki semuanya. sedangkan aku kehilangan semuanya," tangisan Zanana.
Sementara Michelle dan Leonardo yang menuju ke mobilnya juga mendengar teriakan wanita itu.
"Leonardo, apakah dia baik-baik saja?" tanya Michelle yang memandang ke atas.
__ADS_1
"Biarkan saja! apapun yang terjadi padanya aku tidak peduli, aku hanya peduli pada gadis yang di depan mataku," jawab Leonardo dengan senyum.