
"Nona, Anda siapa?"
"Saya adalah Zanana Olivia, istri dari Leonardo Valentino. di sini saya butuh keadilan. sebagai wanita dan seorang istri mana mungkin hatiku tidak sakit di saat ada wanita lain yang tidur dengan suamiku. dia adalah rubah yang merubah suamiku. selama ini hubungan kami sangat baik dan mesra," jawabnya sambil pura-pura menangis.
"Istri Leonardo Valentino? kenapa selama ini Anda tidak pernah muncul?" tanya salah satu reporter.
"Saya adalah istri yang menjaga suami di rumah, saya ingin menjadi istri yang baik dan menunggu kepulangan suamiku setiap malam. oleh karena itu selama ini saya tidak pernah ikut campur soal bisnis yang dijalankan suami saya. bayangkan saja setiap malam saya menyediakan makanan dan menunggu kepulangan suami saya. tapi dia tidak pulang. dan pagi ini saya sangat terluka di saat melihat berita dia masuk ke hotel bersama wanita ja.lang ini," teriak Zanana.
"Michelle Unique, Anda adalah nona besar dari keluarga kaya raya, apa Anda tidak merasa malu karena telah mengoda suami orang?" bentak Reporter A dengan suara lantang.
"Ini adalah tuduhan bagiku, hanya mengunakan foto itu sudah menuduh saya menjalin hubungan dengan tuan Valentino, apakah kalian ada melihatnya apa yang kami lakukan di kamar?" ujar Michelle.
"Kami mana mungkin ikuti kalian ke kamar untuk melihat kegiatan kalian. Michelle Unique, Anda sangat cantik tapi sangat disayangkan karena Anda menjadi wanita penghancur rumah tangga orang," ketus Reporter A dengan sengaja.
"Kalian sebagai reporter ingin membongkar masalah setiap orang, dan kenapa kalian tidak ikuti kami hingga ke kamar dan memastikan apa yang kami lakukan. bukankah sangat aneh ketika kalian sudah mendapatkan fotonya itu berarti Anda berada di lokasi dan kenapa kalian tidak masuk untuk memastikannya? satu lagi, apakah ada diantara kalian yang sengaja ingin menyebar berita palsu?" bentak Michelle.
"Nona Unique, aku merasa sangat sakit hati ketika melihat suamiku masuk ke hotel bersamamu. kenapa dirimu bisa begitu tega? apa kamu tahu, hidup kami sangat sulit dari awal. aku membantunya sehingga dia berhasil. seperti orang mengatakan, suami yang sukses karena memiliki seorang istri yang hebat selalu mendukungnya. dan kini suamiku sudah sukses tapi dirimu malah ingin merebutnya dariku. kau sangat tega sekali," kata Zanana sambil menangis, ia sengaja ingin menjatuhkan nama baik seorang putri dari pengusaha.
"Nyonya Valentino, mungkin ada sesuatu yang Anda sudah lupa, sesuai informasi Anda dan tuan Valentino menikah tiga tahun yang lalu. sementara tuan Valentino sudah sukses belasan tahun yang lalu. bagaimana penjelasannya Anda bisa mengatakan bahwa dirimu yang menemaninya dari nol?" tanya Michelle.
Zanana langsung terdiam saat mendengar ucapan Michelle.
"Michelle Unique, bukankah dirimu harus meminta maaf pada nyonya Valentino? karena sudah menjalin hubungan gelap dengan suaminya. jangan merusak nama baikmu demi kesenangan semata," ketus reporter A dengan sengaja.
__ADS_1
"Apa kamu tahu, dengan ucapanmu ini saya bisa saja menuntut Anda, selain itu saya akan mencari siapa yang memiliki foto itu yang sengaja menyebarnya. jika sampai saya tahu siapa dalang utamanya saya tidak akan sungkan menjerumuskan pelakunya ke dalam sel," kecam Michelle.
Zanana dan reporter A langsung terdiam karena mendengar ancaman dari Michelle.
Pagi hari itu para reporter sibuk memotret putri pengusaha besar itu, sengaja mengunakan kesempatan ini untuk mengorek mengenai kehidupan pribadi Michelle Unique.
"Sekarang kamu yang mengoda suamiku dan malah beraninya melawanku, dirimu adalah seorang wanita karier dan namamu pasti akan tercemar karena kesalahan yang kamu lakukan," teriak Zanana dengan sengaja.
"Saya tidak melakukan kesalahan, dan saya bersedia membawa masalah ini ke jalur hukum. apakah Anda sudah bersiap ketika kita bertemu di pengadilan?" tanya Michelle dengan tegas.
Zanana merasa semakin cemas dengan perkataan gadis itu, tentu saja ia tidak mengerti soal persidangan, selain itu ia juga takut kalau rencananya akan terbongkar.
"Bagaimana, Nyonya Valentino? apakah Anda siap kita bertemu di pengadilan?" tanya Michelle.
"Nyonya Valentino, hari ini Anda datang ke sini tentu saja telah memiliki bukti bahwa saya berselingkuh dengan suami Anda. lantas, kenapa Anda harus merasa ragu? Anda juga boleh menuntut saya atas kejadian ini dan saya sudi bekerja sama," ujar Michelle yang mencurigai istri Leonardo.
"Aku tidak menyangka seorang ja.lang bisa saja mengunakan cara ini membela diri, karena kamu adalah orang kaya tentu saja saat sidang kamu pasti menang," ketus Zanana dengan mencari alasan karena ia memang tidak berani.
"Bukan membela diri tapi saya hanya ingin menyelidiki siapa pelakunya, tentu saja kejadian ini telah mencemarkan nama baik saya. dan saya ingin tahu siapa yang berniat merusak nama baik saya dan tuan Valentino. Nyonya Valentino, apakah Anda tidak ingin tahu siapa yang ingin merusakan nama baik suami Anda?"
"A-aku...." jawab Zanana yang terhenti.
"Kenapa merasa ragu? bukankah Anda sebagai seorang istri harus mencari tahu apa yang telah terjadi semalam, kalau ingin tahu lebih jelas hotel kami memiliki bukti dan juga kamera. kita bisa memastikan apa yang telah terjadi," kata Zanana.
__ADS_1
"Nona Unique, jika ini adalah kesalahpahaman mak tunjukan buktiknya agar nama Baik Anda tetap terjaga," ujar reporter.
"Saya hanya meminta pada teman-teman, agar tidak terlalu percaya dengan foto itu. saya menuju ke hotel sekitar pukul 22.00, dan kemudian saya meninggalkan hotel pukul 22.30. semua ini bisa diselidiki melalui rekaman cctv hotel," jelas Michelle.
Zanana yang sengaja ingin mempermalukan Michelle karena merasa cemburu ia pun menghampiri gadis itu dengan berniat ingin menamparnya.
"Murahan...," teriak Zanana yang ingin melayangkan tangannya akan tetapi dihadang oleh bodyguard Michelle yang langsung berdiri di depan wanita itu.
"Kalau berani sentuh nona kami, kami juga tidak akan sungkan," kecam bodyguard itu.
Tidak lama kemudian nada panggilan masuk ke handphone milik salah satu reporter itu.
"Hallo," sapanya yang sedang menjawab panggilan.
Sesaat kemudian reporter itu memutuskan panggilannya.
"Teman-teman, mari kita pulang! tuan Valentino mengadakan konferensi pres," ucapnya.
"Kalau begitu cepat kita pergi!"
"Nona Unique, maaf karena tindakan kami," ucap para reporter itu yang merasa segan.
Setelah beberapa saat kemudian mereka meninggalkan lokasi tersebut. sementara Zanana masih berdiri di depan Michelle. niatnya adalah ingin mempermalukan gadis itu akan tetapi rencananya tidak berhasil.
__ADS_1