
saat sampai ke kamarnya sofia di kaget kan dengan suara Aliya
''apa yang kau lakukan bersamanya sofia?'' tanyanya,
...Aliya yang belum tidur tidak sengaja melihat sofia bertemu dengan dewa namun saat mau menghampiri nya Aliya melihat Andre juga menghampiri Sofia jadi dia memutuskan untuk menunggu sofia di kamarnya...
''ah kak Liya kau membuat aku kaget saja'' seru Sofia
''apa yang kau bicarakan tadi dengan dewa'' tanyanya lagi
''dewa tadi melihat ku membunuh kecoak itu kak aku hanya memperingati dia agar tutup mulut''
''tapi aku rasa kau sudah terikat dengannya''
''terikat gimana maksud kakak? ''
...''sofia dia bukan orang bodoh mungkin dengan apa yang dia lihat dia sudah tau siapa dirimu dan sepertinya dia berambisi untuk memiliki mu seutuhnya''...
''apa Iyah tapi aku rasa dia hanya tertarik dengan kehidupan ku ''
...''mungkin! sudahlah lebih baik kau jauhi dia ini sudah jam dua malam tidurlah kakak juga sudah mengantuk'' ucapnya...
...Aliya keluar dari kamar sofia namun dia tidak sengaja menabrak seseorang hingga membuat dia terjatuh di atas tubuh pria itu. untuk sekian detik mata mereka saling tatap...
..."kheemmm" Aliya berderhem mencoba menenangkan hatinya yang jeda jedug dari tadi...
"hey nona bisakah kau melihat lihat jika berjalan punggung ku sakit akibat ulah mu"
__ADS_1
..."maaf tuan saya tidak sengaja lagian tuan juga berjalan layaknya hantu, langkah kaki tuan tidak terdengar"...
..."hey apa kau bilang kau mengatai aku hantu jelas kau yang salah namun kau malah menyalakan aku lagian kau itu perempuan ini sudah malam malah keluyuran"...
"aku tidak keluyuran lagi kau juga bukanya tidur malah keluyuran"
"jelas aku ada urusan makanya aku tidak tidur"
"hehh sudahlah kau sama saja dengan bosmu itu sama sama bikin masalah" ucap Aliya jengah
...Fano tersenyum melihat tingkah Aliya Jujur dia begitu rindu dengan Aliya ingin sekali dia memeluknya begitu erat namun itu tidak mungkin karena keadaannya sekarang sudah tidak seperti dulu...
..."Aurora aku rindu padamu ingin sekali aku menceritakan semuanya pada dirimu tapi apakah kau akan mengerti ra" ucapnya lirih...
...Fano pergi ke kamar dewa dengan wajah di tekuk, setelah mendapat izin dari sang pemilik kamar Fano masuk ke dalam....
"ada apa Fano?"
...Fano memang beda dari semua anak buah dewa dia adalah pria paling ceria dan cerewet dari pada yang lainnya yang notabenenya pada kaku...
"saya harus gimana tuan? Jujur saya ingin menceritakan semuanya kepada Aurora tapi apakah dia akan mengerti?"
"Aurora maksudnya Aliya"
"Iyah tuan" jawab fano.
"ceritakan saja semuanya pasti dia akan mengerti"
__ADS_1
..."saya tidak berani tuan pasti dia akan begitu kecewa terhadap saya karena sudah membohongi dia selama ini dengan menyatakan bahwa saya sudah mati"...
..."ck kau ini, sudah lama bersama ku tapi kau begitu lemah tapi aku rasa hubungan kau dan Aliya sepertinya bukan hanya sekedar sahabat"...
..."benar tuan sebenarnya saya sudah merencanakan pernikahan dengan Aurora namun kejadian itu membuat saya berpisah dengannya"...
..."sudah ku duga dia bukan hanya temanmu, ingat Fano jangan biarkan dia menjadi kelemahan mu kau mengerti fano"...
"mengerti tuan oh iya tuan ada apa tuan memanggil saya ?"
"bawa ini ke rumah sakit sekarang cek ke lap " dewa memberikan sebuah botol kecil yang berisi darahnya
"ini apa tuan? " tanya Fano
"darahku! tadi Sofia melukaiku dengan belatinya dan belatinya beracun aku ingin tau racun apa yang di miliki sofia "
'baik tuan segera saya lakukan ''
setelah itu Fano pergi dari pulau itu menjalankan perintah dari dewa butuh waktu dua jam untuk fano sampai rumah sakit
sementara dewa saat ini merasa tubuhnya bagai di bakar
..."ada apa dengan tubuhku kenapa panas sekali " dewa mengambil air di atas nakas untuk minum namun dia tidak bisa memegang gelas hingga gelas itu jatuh...
praaaangggggg
..."kenapa bergetar seperti ini sebenarnya racun macam apa ini sepertinya racun ini tidak seperti racun sebelumnya" dewa mengingat kembali efek racun yang pernah sofia beri padanya...
__ADS_1
..."kau semakin menarik Sofia kau ternyata bukan hanya pembunuh berdarah dingin ternyata kau juga ahli racun kau memang pantas bersanding denganku!"...