
dewa Segera keluar dari kamar sofia untuk menemui Aliya dewa ingin bertanya kenapa mereka tidak memberi tau tentang hal menggembirakan ini padanya
"Aliya ini apa maksudnya" dewa menunjukkan sebuah kertas hasil cek up kandungan
"Sofia hamil" Aliya akhirnya mengatakan hal itu kepada dewa karena sudah tidak ada gunanya lagi berbohong
"kenapa kalian tidak mengatakan hal ini kepadaku" tanya dewa
"Sofia melarangku untuk memberitahu kau dewa dia pikir kamu sudah tidak peduli lagi dengannya"
"kenapa dia berfikir begitu" dewa semakin geram dengan Aliya kenapa dia tidak memberi tau tentang kehamilan sofia
"karena kau tidak ada kabar sejak kepergian mu saat itu"
dewa segera pergi dari sana dia pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, dia begitu kecewa kepada sofia kenapa dia tidak memberi tau tentang kehamilan nya dan namun dia juga merasa khawatir karena sofia belum jelas ada di mana
"halo James perintahkan semua mata mata yang di kubu musuh untuk menyelidiki keberadaan sofia" ucap dewa saat telponnya sudah tersambung dengan James
sejak saat Ter ekspos nya hubungan antara dia dan Sofia Dewa menyuruh beberapa anak buahnya untuk menjadi mata-mata di kubu musuh untuk jaga-jaga bila ada hal kemungkinan buruk terjadi
__ADS_1
"hey brother ada masalah dengan kakak ipar ku" tanya James dari balik telpon mereka berdua memang begitu dekat apalagi mereka besar bersama
"kakak ipar mu di culik dan dia juga mengandung"Jawab Dewa "sudah cepat laksanakan tugas"
sementara saat ini sofia sudah berada di atas pesawat entahlah tujuannya kemana dia hanya diam karena setiap sofia bertanya mereka seolah tak menganggap sofia ada, sekitar enam jam sofia berada dalam pesawat
"bangun" salah satu dari mereka membangunkan sofia "tutup matamu"
"aku tidak mau aku tidak mau mataku di tutup" sofia mulai memberontak dengan tangan terikat Sofia mampu mengalahkan beberapa orang di sana
"berhenti melawan sofia atau kau tidak sayang kakakmu lagi"
"sebenarnya mereka ingin membawaku ke mana ?" Sofia sudah pasrah saat ini karena setiap dia melawan dia akan di ancam
hampir dua jam perjalanan sofia di turun lagi "turun" salah satu dari mereka menarik tangan Sofia hingga memasuki sebuah bangunan
"sepertinya ini rumah tapi ini dimana?" tanya sofia dalam hati
mata sofia di buka dan benar saja dia telah berada dalam kamar yang cukup mewah "sebenarnya mereka siapa dan apa motifnya"
__ADS_1
Sofia duduk di pinggir ranjang king size itu mulai berfikir bagaimana caranya kabur dari tempat ini "aku harus mengikuti permainan mereka setelah aku tau semua sisi rumah ini baru aku kabur"
tok tok tok tok
suara ketukan pintu dari luar membuyarkan lamunan sofia segera dia merebahkan tubuhnya berpura pura tidur
seorang wanita masuk berpakaian Pelayanan menaruh makanan di atas meja lalu pergi lagi,
"siapa sebenarnya mereka kenapa menawanku apa Andre Casanova gila itu tapi tidak mungkin"
beberapa jam sofia bergelut dengan pikirannya namun tiba-tiba pintu di ketuk lagi dan masuklah orang yang sama dengan yang tadi
"nona kenapa makanannya tidak di makan?" pelayanan itu melihat makanan yang dia tadi masih utuh di atas meja
"katakan padaku ini dimana?" Sofia menatap pelayanan itu seolah olah dia ingin melahapnya hidup hidup
"maaf nona saya tidak ada hak untuk memberi tau nona" jawab pelayanan itu dengan peluh yang sudah membasahi pelipisnya
Sofia beranjak dari tempat tidur menghampiri makanan yang di taruh di atas meja "katakan bibik atau kau ingin garbu ini menusuk lehermu" sofia memain mainkan garbu itu di leher Pelayanan membuat pelayanan itu hampir pingsan
__ADS_1
"kau berada di kediaman Smith nona sofia" sahut seorang pria yang baru memasuki kamar itu