
Setelah di putuskan sambungan telepon nya, Rubby kepikiran dengan perkataan anaknya membuat wanita paruh baya itu melamun hingga tidak sadar dengan kedatangan suaminya
''baby ada apa, apa yang kau pikirkan?" tanya David
"dewa" jawabnya singkat
"kenapa dengan dewa, ada masalah dengan putra kita?"
"tidak! tadi dewa menelepon dia tetap tidak mau bertunangan dengan Fiona. bagaimana caranya kita menjelaskan pada Cleo?" Rubby bingung harus menghadapi orang tua Fiona gimana
"dia memang keras kepala tapi aku yakin dia tidak akan menolak perjodohan ini. Fiona Wanita baik dan cantik dewa tidak mungkin menolak pesonanya" ujar David percaya diri
"tapi sepertinya putra Kita sudah mempunyai pilihan sendiri"
"pilihan sendiri! maksudnya putra kita sudah memiliki kekasih?"
"aku rasa begitu tadi dia bilang macam betina akan mengandung keturunan Alexander apa maksudnya kalau bukan putra kita sudah memiliki kekasih" ujar Robby
"tanyakan pada Fano bukannya dia yang sekarang bersama fano aku yakin dia tau semuanya" suruh nya
"kau tau semua anak buah dewa tidak akan bicara tanpa izin dari dewa" ujar Robby
"biar aku yang menelfon nya aku paksa dia untuk buka mulut"
...********...
__ADS_1
sementara Fano saat ini sedang mengarungi alam mimpinya dia baru tertidur sejam yang lalu namun tidurnya terusik oleh dering ponsel
"astaga siapa yang mengganggu tidur ku" kesal Fano.
Dia mengambil telponnya tertera di layar tuan besar membuat Fano panik rasa kantuknya hilang begitu saja saat dia tau siapa yang menelepon dengan segera dia menggeser ikon hijau pada layar benda pipih tersebut
"halo tuan besar"
"apa kau pingsan atau mungkin kau ingin segera meninggalkan dunia ini" ancam David
Fano yang mendengar suara rendah David menelan ludahnya kasar "maaf tuan besar saya tertidur"
"hmm cepat katakan siapa wanita itu "
"wanita kekasih dewa" terang David
"maaf tuan masalah itu tuan tanyakan saja pada tuan dewa saya tidak berani mengatakan apapun tuan saya takut tuan dewa nanti akan marah kepada saya"
"katakan saja biar dewa urusan ku nanti" ujar David di sebrang telfon
"tapi tuan lebih ba......." kata kata Fano terpotong oleh gertakan David "Fano rupanya kau harus segera pergi"
Fano berkeringat dingin mendengar David berkata seperti itu namun dia tetap kekeuh untuk tidak mengatakan apapun itu
"maaf tuan besar ini adalah privasi tuan dewa jadi saya tidak punya hak untuk mengatakan apapun itu meski kepada tuan besar sekalipun" ucap Fano sopan
__ADS_1
setelah Fano berkata seperti itu hubungan telponnya di matikan secara sepihak oleh David "huuufff anak dan bapak sama saja selalu membuatku jantungan'' lirihnya
...****...
sementara di kediaman Alexander saat ini David begitu resah "jika dewa memiliki kekasih terus apa yang harus aku katakan pada Cleo dan Fiona"
"bagaimana kalo kita jodohkan Fiona dengan max'' usul Rubby
...max adalah orang kepercayaan dewa dia sendiri juga adalah sepupu dewa anak dari adik David namun semenjak orang tuanya meninggal dia di asuh oleh David dan Rubby...
"apakah max mau lagian kau tau sendiri Fiona itu mencintai dewa bahkan dia sendiri yang meminta kepada cleo untuk menjodohkan dia dengan dewa" jawab David
" Iyah aku tau lagian sebenarnya aku juga tidak begitu setuju dengan perjodohan ini. andai Fiona bukan keponakan dari Cleo sudah ku tolak mentah-mentah"
sepasang pasutri paruh baya itu sedang bersantai di pinggir kolam di temani dengan teh dan cemilan, semenjak perusahaan Alexander company dan dunia gelap di ambil alih oleh dewa, David hanya santai santai saja di rumah menikmati masa tuanya
"sayang apa kau tidak penasaran Wanita seperti apa yang sudah membuat anak kita yang keras itu jadi melembut" tanya Rubby
"yang pasti dia bukan wanita sembarangan" jawab David
"hmm aku rasa juga begitu terus gimana ya caranya ngomong sama Fiona dan Cleo"
"kita pikirkan nanti saja"
mereka di buat penasaran dengan wanita yang sudah membuat anaknya yang keras menjadi lembut karena selama ini dewa tidak pernah berhubungan dengan wanita jangankan berhubungan melirik saja enggan
__ADS_1