
Dewa yang mendengar ucapan Sofia hanya tersenyum simpul "kau pikir dirimu itu seperti apa Sofia kau tak jauh beda denganku"
Sofia tidak menghiraukan ucapan Dewa dia segera berteriak memanggil dokter untuk menyelamatkan nyawa Dylan
Dylan segera dibawa ke ruang operasi untuk segera melakukan tindakan, Sofia dengan setia menunggu Dylan di depan ruang operasi
satu jam berlalu namun ruang operasi belum juga terbuka
hancur... sakit.... itulah yang di rasakan sofia dia tidak ingin orang yang selalu ada untuknya selama ini pergi meninggalkannya.
Aliya yang melihat sofia merasa ikut sedih dari tadi sofia belum berhenti menangis "Sofi minumlah dulu" Aliya memberikan sebotol air mineral Kepada sofia
Sofia menoleh ke arah Aliya dia hanya tersenyum dan tidak menerima air itu dia hanya menangis dan menangis
"Sofia minumlah nanti kau dehidrasi kasihan anakmu"
"terima kasih tapi aku tidak haus" sofia menolak untuk minum dia hanya menatap pintu operasi itu
dewa yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana melihat Sofia tidak ingin minum menjadi marah dia segera mengambil air botol di tangan Aliya dan meminumkannya ke sofia secara paksa
Sofia yang muak melihat dewa merasa kesal karena di paksa untuk minum dia segera menancapkan pisau ke punggung dewa entahlah dari mana pisau itu
__ADS_1
dewa melepaskan sofia begitu kasar hingga sofia terjerembab ke lantai "jangan membuatku marah sofia" bentaknya. baju yang awalnya putih kini telah kotor oleh noda darah
Aliya yang melihat sofia jatuh ke lantai segera membantu sofia untuk berdiri dia tidak bisa berkata apa-apa Aliya tau dewa saat ini begitu marah jadi dia diam saja karena takut dewa akan semakin menjadi
Sofia menatap dewa dengan penuh kebencian "hey tuan seharusnya kau juga berada di dalam sana sama seperti suamiku" sofia segera ingin menikam dewa dengan pisaunya namun tiba-tiba dokter keluarga dari ruangan operasi
"dengan keluarga dylan" tanyanya kepada orang orang yang ada di sana
Sofia segera menghampiri dokter itu "dok bagaimana keadaan suami saya dok?" tanyanya khawatir
"keadaan kritis dan untung saja pelurunya tidak mengenai jantungnya"
"tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya dok"
"tapi dok saya ingin menemui Suami saya" sofia memohon kepada dokter untuk mengizinkan nya masuk untuk menemui dylan
dokter itu tersenyum ke arah sofia "baiklah hanya kau saja yang lain tidak boleh"
Sofia tersenyum dan segera masuk ke dalam ruangan dia melihat Dylan yang terbaring lemah di atas tempat tidur dengan begitu banyak alat yang menempel di tubuhnya
perlahan sofia Mulai duduk di kursi samping Dylan "Abang" panggilannya. Sofia begitu hancur melihat dylan seperti itu dia menangis tersedu-sedu
__ADS_1
dewa yang melihat itu dari balik kaca begitu marah dia tidak suka melihat sofia menangisi pria lain tangannya mengepal kuat lalu meninjau tembok yang ada di sampingnya "seharusnya yang mendapat perhatian itu adalah aku sofia"
Aliya yang berada di belakang dewa mendengar ucapannya "sofia telah berubah dewa dan ini yang aku inginkan selama ini"
dewa menoleh ke belakang dia melihat Aliya yang berada di belakangnya tak ada ucapan apapun yang dewa ucapkan namun dari raut wajahnya terlihat jelas bahwa dia tidak suka dengan ucapan Aliya
Aliya Hanya tersenyum melihat Dewa "dulu sofia adalah gadis yang penyayang dia lemah lembut dan bahkan membunuh semut pun dia tidak tega hingga akhirnya kejadian itu terjadi dan sejak saat itu dia berubah"
"tapi seharusnya dia bersamaku"
"jika dia bersamamu apa dia bisa berubah aku rasa tidak mungkin dia akan jauh lebih kejam dari sebelumnya"
dewa berbalik badan "suatu saat dia akan mengingat siapa dirinya, aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini"
"sesuatu apa?..."
"Dylan adalah anak dari musuhku entah apa yang dilakukan kepada sofia hingga membuat sofia melupakan semuanya"
"apa dylan anak dari musuhmu?" Aliya kaget bagaimana bisa adiknya menikah Dengan musuh dewa mungkinkah ini di rencanakan
...*************...
__ADS_1
dirgahayu Indonesia 🇮🇩🇮🇩🇮🇩