Sicantik Dewi Kematian

Sicantik Dewi Kematian
Dia Pesikopat


__ADS_3

dewa begitu marah seluruh anak buahnya menjadi sasaran emosinya dari tadi apapun benda yang ada di depannya di hancurkan "akhhhhh" dewa memukul pohon yang ada di situ "kumpulan seluruh orang yang ada di rumah sakit ini"


para anak buahnya segera berlari mengumpulkan semua anggota keluarga pasien dan juga seluruh dokter suster


beberapa menit berlalu seluruh orang yang ada di rumah sakit berkumpul tak kecuali para staf rumah sakit


Aliya yang baru sampai bersama Fano dan jihan merasa aneh melihat seluruh orang sedang berkumpul "ada apa ini?" Aliya segera menghampiri dewa "ada apa dewa?" tanya Aliya


dewa hanya melihat Aliya Tampa mengeluarkan sepatah kata pun "ada apa ini?" tanyanya kepada salah satu orangnya dewa


"maaf nona Aliya kami teledor adik anda menghilang" jawab salah satu anak buah dewa dengan menundukkan kepalanya


Aliya terkejut bukan main adik yang baru bertemu beberapa hari yang lalu kini sudah pergi lagi "Sofia kau kemana" Aliya meneteskan air matanya


"kak Liya jangan nangis" jihan segera menenangkan kakaknya


seluruh orang yang ada di sana di interogasi oleh anak buah dewa namun semua orang tidak ada yang tau karena malam itu memang semuanya tertidur pulas "apa tidak ada yang tau tentang hal ini hah" bentak dewa kepada semua orang yang ada di sana melihat kemarahan dewa seluruh orang takut


"mohon maaf tuan..!! jika seluruh kota mati lampu, maka seluruh ruangan ICU rumah sakit ini akan hidup dengan sendirinya dan setiap ruangan ICU ada cctv nya" terang salah satu petugas yang ada di sana


"bawa aku keuangan cctv sekarang" dewa segera mengikuti langkah petugas keruangan cctv


saat sampai di ruangan cctv petugas segera mencari file cctv yang terpasang di ruangan Dylan "ada apa ini?"

__ADS_1


dewa segera melihat kearah ke komputer "apa yang terjadi?"


"tuan cctv ikut mati di ruangan itu tapi tidak dengan ruangan ruangan yang lain"


"minggir" Aliya segera mengambil alih laptop dan mulai mengotak Atik laptop yang ada di hadapannya "dewa ini mati bukan di hapus"


dewa menendang salah satu kursi yang ada di sana hingga patah "sial sepertinya ini sudah di rencanakan dari jauh hari"


mendengar ucapan dewa Aliya segera mengecek cctv beberapa hari yang lalu dia melihat seluruh cctv yang ada di rumah sakit itu "dewa lihatlah" aliya menunjuk sebuah video di mana sofia sedang bicara dengan seorang pria


"apa yang mereka bicarakan" dewa terus melihat interaksi antara keduanya "gerak gerik pria itu sungguh mencurigakan"


"siapa dia?" tanya Aliya kepada petugas yang ada di sana


"itu pegawai kebersihan nona dia baru seminggu bekerja" jawabnya jujur


Aliya segera mencari file terakhir yang di kamar Dylan "yang ini dewa" tanya Aliya


dewa melihat video dan pria yang tadi kembali masuk ke ruang rawat Dylan melakukan interaksi dengan sofia dan memutus kabel cctv "cari pria itu" suruhannya kepada Fano


Fanopun segera melakukan perintah dewa "tuan saya sudah menyuruh anak buah mencari pria itu"


tiba-tiba Fano teringat sesuatu "Aliya cek cctv ruangan itu kira kira jam setengah enam sore"

__ADS_1


"ada apa? dan dimana Jihan?" tanya Aliya


"pak kau keluar Dulu biarkan kami disini" suruh Fano kepada petugas yang dari tadi setia berada di sana "dan adikmu sedang ada di taman belakang bersama Nani" jawabnya kepada Aliya


petugas pun keluar dari ruangan itu dan Aliya kembali memutar file di ruangan itu "tidak ada yang mencurigakan"


"tapi lihatlah sofia sedang menelepon dengan siapa?" dewa melihat sofia sedang menelepon dengan seseorang mereka terus mengamati pergerakan Sofia hingga salah satu anak buah dewa yang biasa membawa makanan masuk


terlihat dari kamera sofia kaget saat tiba-tiba anak buah dewa berada di belakangnya


"apa yang mau Sofia lakukan" Aliya melihat sofia memegang pisau "dimana anak buah yang itu?.. sepertinya dia mendengar obrolan sofia"


"sudah ku duga ada yang tidak beres" ucap Fano "dia menghilang begitu saja"


"penjaga yang itu sudah tiada" ucap dewa


"maksudmu dewa... jangan bilang adikku telah membunuhnya" ucap Aliya


"itu kenyataan sayang" jawab fano


"sebelum menelfon sofia Habis mandi otomatis dia juga ganti baju dan lihat sofia seperti menyuruh dia ke kamar mandi dan sofia keluar kamar mandi dengan baju yang berbeda dari yang dia pakai sebelum masuk" jelas Fano


"dan penjaga itu tidak keluar lagi dan sofia masuk lagi setelah itu dia keluar dengan beberapa kantor plastik hitam"

__ADS_1


Aliya mulai mencerna semua ucapan Fano dan dia kembali memutar video itu "Astaga" ucapnya


"adikmu tidak berubah Aliya dia pesikopat" ucap dewa


__ADS_2