Sicantik Dewi Kematian

Sicantik Dewi Kematian
Bodoh


__ADS_3

setelah menemui profesor dewa pamit kepada Aliya untuk tinggal di rumah Aliya sedangkan Aliya sendiri menemani Sofia di rumah sakit


"Sofia.. apa tidak sebaiknya kau pulang dulu" tanya Aliya kepada sofia


"tidak aku ingin saat Dylan bangun nanti orang yang dia lihat adalah aku"


Sofia menghampiri Dylan mengecup lembut kening Dylan "sayang bangunlah" sofia berbisik tepat di telinga Dylan


Sofia kembali meneteskan air matanya "Abang bangunlah" sofia menunduk mencoba untuk tidak menangis "tadi lili telfon dia merindukan Abang kau tau bang aku cemburu... bang bangun siapa yang akan merayuku saat aku lagi ngambek haahh"


Aliya yang duduk tak jauh dari sana melihat hal itu juga ikut sedih melihatnya. dia menghampiri sofia mencoba untuk menenangkan adiknya itu "tenanglah sofia dia pria kuat bukan hmm..."


Aliya menengok ke samping dan melihat Aliya yang wajahnya hampir mirip dengannya "kak" panggilannya


"kau mengingat sesuatu sofia" tanyanya pada sofia


namun sofia menggeleng karena dia memang tidak tau apa pun hanya dia percaya karena wajah Aliya hampir mirip dengan dirinya

__ADS_1


hari demi hari berlalu namun sepertinya Dylan belum juga ada tanda tanda pulih rupanya dia Masih betah berada di alam bawah sadarnya selama koma sofia selalu setia menemani dylan dan selalu Aliya ikut menemani Sofia dan kadang Jihan ikut juga


malam ini sofia berjaga sendiri karena Sofia memaksa untuk Aliya pulang karena dia tidak ingin Aliya sakit


entahlah malam ini kenapa suster yang biasanya memeriksa keadaannya Dylan tidak datang mungkinkah jadwal kontrolnya berbeda


malam Malam sekali sofia mendengar langkah kaki seseorang menuju ruangan mereka "siapa malam malam begini datang tidak mungkin itu suster" sofia melihat dari jendela dan rupanya seorang pria kekar yang berpakaian serba hitam dan ada beberapa orang lainnya


pria itu melihat sofia mengintip dari jendela dia tau bahwa Sofia takut akhirnya dia menyelipkan keras di bawah pintu.


Sofia segera membuka pintu "kenapa kalian dimana penjaga yang kemarin?"


"dia ikut kami bius nona agar tidak menimbulkan kecurigaan"


pria itu segera membawa dylan dari ruangan itu untuk menuju ke atas gedung karena sudah ada Helikopter yang sudah menunggu "cepatlah nona waktu kita tidak banyak"


Sofia segera naik ke atas helikopter "maafkan aku kak" helikopter pun pergi dari rumah sakit

__ADS_1


sebelumnya Alan yang tau bahwa dylan di tembak oleh dewa segera menyuruh anak buahnya untuk menyusul Dylan dan Sofia mereka harus membuat rencana yang matang untuk membawa kabur keduanya karena bukan hanya orang orang atau pengawasan cctv tapi dewa telah menyebar anak buahnya di wilayah rumah sakit


malam itu seluruh aliran listrik di rumah sakit di matikan bahkan bukan hanya rumah sakit namun seluruh kota dan otomatis seluruh cctv ikut mati. dan para anak buah dewa telah di bius oleh anak buah Alan bukan hanya mereka namun seluruh pasien dan keluarga juga di bius semua


pagi pagi dewa ke rumah sakit dari semalam perasaannya tidak enak dan benar saja saat dia sampai ke rumah sakit seluruh anak buahnya sedang kocar kacir "ada apa?" tanyanya kepada salah satu dari mereka


"maaf tuan nona sofia hilang" jawabnya gemetaran


mendengar kabar itu dewa begitu marah "cepat berkumpul di taman rumah sakit"


seluruh anak buahnya berkumpul di taman rumah sakit mereka semua ketakutan melihat mata dewa yang sudah memerah "apa tidak ada yang mau menceritakan tentang semua ini"


"tuan semalam seluruh lampu kota ini mati termasuk rumah sakit dan kami semua di bius tuan"


dewa yang mendengar penjelasan dari anak buah segera beranjak dari tempat duduknya dan melempar kursi taman yang dia duduki hingga hancur


"apa yang bisa kalian kerjakan hah mabuk-mabukan main bersama pel*cur seharusnya kalian menaruh rasa curiga kenapa kalian begitu bodoh hah" bentaknya

__ADS_1


__ADS_2