Sicantik Dewi Kematian

Sicantik Dewi Kematian
I love you sofia


__ADS_3

malam dan siang memang tidak di takdir kan bersama namun ada waktu dimana keduanya bertemu yaitu di ujung senja


Sofia sedang termenung menghadap senja di ufuk Barat dia jadi teringat bahwa adik kecilnya itu sangat menyukai senja, yah Sofia mengingat Jihan meski Jihan bukan adik kandung namun Sofia begitu mencintai gadis kecil itu layaknya saudara


"ji andai kau disini pasti kau akan begitu cerewet seperti biasa nya" Sofia tersenyum mengingat cerewet nya Jihan


"apa yang kau pikirkan honey?" tanya dewa yang tiba-tiba muncul di belakang sofia


"sudah sembuh rupanya"


"he'em tak ku sangka kau ahli dalam racun bahkan dokter saja bingung mengobati ku yang di racun oleh mu"


bibir sofia melengkung ke atas senyum itu begitu manis "jelas karena racun itu aku yang buat dan hanya aku yang tau obatnya"


dewa duduk di samping sofia menatap senja di ujung barat sana ''apa kau sudah pikirkan tawaran ku sofia?"


"jujur aku tertarik namun aku harus meminta pendapat kakakku dulu"


"jika kau bergabung denganku akan aku pastikan dendam mu akan terbayar tuntas"


"banyak hal yang harus aku pertimbangkan dewa"


dewa meraih tangan Sofia menggenggam tangan Sofia lalu mencium telapak tangannya


"Sofia boleh aku bertanya sesuatu padamu?" dewa menatap sofia


"katakan apa yang kau ingin tanyakan" Jawab sofia


"andai ada seseorang yang melamar mu apa kau terima?" tanya dewa


"aku belum kepikiran soal hal itu"


dewa dan sofia berbincang hingga malam tiba banyak yang mereka bicarakan hingga hujan turun begitu lebat membasahi keduanya "sofia ayok cepat kita harus meneduh" dewa menarik tangan Sofia menuju Gasebo yang di pinggir pantai namun sofia menepis tangan dewa

__ADS_1


"hujan itu untuk di nikmati dewa. hujan itu adalah anugerah dengan hujan tumbuhan menjadi subur dengan hujan air mata yang tumpah tidak akan kelihatan lagi"


Sofia mengadakan kepalanya keatas air matanya tiba-tiba tumpah bersatu dengan air hujan sofia teringat momen dimana dia menari di bawa hujan bersama keluarga kecilnya


...Lima belas tahun lalu...


''bunda ini gerimis ayok kita neduh'' ajak sofia kecil yang saat itu ber usia tujuh tahun


''ayok bunda Ayah ini gerimis dan sepertinya akan turun hujan lebat" Aliya pun membenarkan ucapan adiknya


"kesini putri putri kecil bunda sini nak!" panggil bunda bunga


kedua gadis kecil yang tadinya sudah mau meneduh itu menghampiri kedua orang tuanya yang masih setia duduk di kursi taman


"hujan itu adalah anugerah sayang kita harus menikmatinya. lihat pohon itu" tunjuk bunda bunga ke salah satu pohon "pohon butuh air untuk hidup begitupun juga semua makhluk hidup di dunia ini kita tidak bisa hidup tanpa air jadi kita harus bersyukur karena di beri hujan"


"benar sayang banyak sungai sungai yang mengering kalau tidak hujan dan hewan yang ada di Hutan sana pasti akan kehausan jadi kita harus bersyukur karena hujan adalah anugerah" timpa Mateo


saat itu hujan semakin deras Mateo menarik kedua tangan putri nya untuk menari di bawa guyuran hujan


"ayok sayang menari bersama kami" ajak Mateo kepada bunga. saat itu mereka menari menyanyi bersama di bawah guyuran hujan


mengingat hal itu membuat dada sofia sakit kematian orang tuanya meninggalkan bekas Luka yang begitu dalam di hati sofia.


Sofia memukul mukul dadanya sendiri air mata nya saat itu tumpah meski tidak kelihatan karena air hujan.


Dewa yang melihat sofia terisak dan memukuli dadanya sendiri dengan segera dewa memeluk sofia dari belakang "jangan sakiti dirimu sendiri sayang berhenti jangan seperti ini ceritakan padaku Sofi berbagilah Jangan kau simpan sendiri" ujarnya lembut


"kenapa mereka mengambil kebahagiaanku dewa? kenapa mereka merenggut nya kenapa? hiks hiks hiks" sofia menangis sejadi jadinya di bawa guyuran hujan malam itu


"tidak aku sangka di balik ketegasan dan kekejaman mu ternyata hatimu begitu lembut Sofia" ucap dewa dalam hati


dewa terus memeluk sofia begitu erat "aku tidak tau apa yang terjadi pada dirimu Sofi tapi aku janji aku akan selalu ada untukmu" dewa membalik badan sofia menghadap ke arah nya

__ADS_1


"aku janji sofia aku akan menghapus segala luka di hatimu hingga air mata ini akan jatuh karena kebahagiaan bukan karena kesedihan"


Sofia menatap mata dewa mencari kebohongan atas perkataan yang dewa lontarkan namun sofia tidak menemukan itu yang ada hanya tatapan ketulusan "kenapa kau begitu peduli pada ku?"


"karena aku menyayangimu sofia aku mencintaimu! berbagilah duka mu bersama ku Sofi jangan seperti ini"


Sofia yang mendengar kata cinta dari Dewa tidak percaya begitu saja "kau hanya terobsesi ke padaku rasa yang kau punya bukan cinta tapi obsesi"


"tatap mataku sofi" dewa meraih kedua pipi sofia "aku tidak tau sejak kapan aku mencintaimu namun aku merasa sakit saat melihat kau sakit hatiku cemburu saat kau tersenyum kepada pria lain. aku mencintaimu sofia aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, kau tau sofi aku hampir gila karena tidak bisa menemukanmu namun takdir mempertemukan kita kembali di pulau ini" ungkap dewa sepenuh hati


"aku butuh bukti dewa bukan hanya sekedar ucapan banyak pria yang berkata seperti itu nyatanya mereka hanya terobsesi ke padaku"


"aku mencintaimu sofia meski mungkin itu mustahil namun percayalah aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya kepada wanita manapun"


"aku tidak bisa percaya begitu saja dewa"


"aku mengerti kalau kau tidak mungkin percaya dengan cinta ku karena ini begitu cepat"


"buktikan kalau kau mencintaiku dewa" ucap Sofia


"aku akan membuktikannya" dewa memeluk sofia dan Sofia pun membalas pelukan itu entah kenapa hati sofia menghangat mendengar ucapan cinta dari Dewa


"Sofia aku berjanji padamu aku tidak akan membiarkan mu terluka walaupun seujung kuku aku akan melindungi mu dengan nyawaku Sofia I love you "


hujan yang turun begitu deras di sertai dengan petir yang menggelegar seolah menjadi saksi atas janji cinta yang dewa utarakan


...********...


...****************...


hey gaes aku update 2hari sekali yah


salam sayang untuk kalian 😘

__ADS_1


__ADS_2