
hujan dan petir di sertai Deru ombak menyaksikan ungkap cinta dewa
"dewa bagaimana kalo kita menari" sofia mengajak dewa menari
"tapi sofia aku tidak bisa menari" tolak dewa
"ayolah dewa yah mau yah " sofia memasang wajah lucunya membuat dewa gemas sendiri
dewa mencubit gemas hidung mancung sofia "jangan memasang wajah seperti itu sofia atau kalau tidak aku terkam dirimu disini"
Sofia mencerna ucapan dewa sedetik kemudian "ish kau ini memangnya aku mangsa mu apa?"
melihat tingkah Sofia membuat dewa tertawa "kau ini memang mangsaku sofia hahaha"
Sofia berlari "kejar aku singa" suruh sofia
"akan ku kejar kau Sofia" dewa mengejar sofia ke sana kemari
malam itu mereka tertawa bersama di bawa guyuran hujan "dewa aku lelah'' Sofia menjatuhkan tubuhnya di atas pasir yang basah saat itu. Dewa pun ikut tiduran di atas pasir malam itu sungguh ini adalah malam paling menyenangkan bagi keduanya
"makasih dewa" ucap sofia tiba tiba
"makasih untuk apa sofia" tanya dewa
"untuk semuanya kau membuat aku bahagia malam ini"
dewa menoleh ke arah samping melihat sofia yang tiduran "aku yang berterima kasih padamu sofia kau membuat hati ku yang beku menjadi cair"
Sofia menatap wajah Dewa lalu merebahkan kepalanya di atas dada bidang pria itu "aku butuh bukti dewa"
"akan aku buktikan aku janji" dewa mengusap lembut kepala sofia yang kini berada di atas dadanya "sofia hujannya sudah berhenti lebih baik kita kembali"
"Iyah Ayuk aku juga sudah kedinginan" sofia beranjak dari tempatnya melangkahkan kakinya
__ADS_1
"kalau kau dingin biarkan aku yang menghangatkan" tanpa aba-aba dewa mengendong tubuh sofia
"ahkk dewa turunkan Aku aku bisa jalan sendiri" sofia kaget tiba-tiba tubuhnya di gendong oleh dewa
"ssssstt diam lah sofia jangan menjerit seperti itu nanti semua orang akan terbangun" dewa berbicara setengah berbisik
dewa mengendong tubuh sofia Hingga menyusuri lorong kamar saat itu tapi tiba-tiba dewa membelokkan langkah kakinya "dewa kamarku lurus tidak usah belok"
"aku tahu tapi aku harus memandikan mu Dulu" ujar dewa santai
"apa kau mencari kesempatan dalam kesempitan dewa?" tanya sofia penuh selidik
"tidak kau sendiri tadi yang bilang kalau kau lelah" ucap dewa Tampa rasa bersalah
dewa menurunkan tubuh sofia di dalam kamar mandinya "mandilah sofia kita giliran" suruh dewa
namun sofia mengingat sesuatu "astaga aku tidak mempunyai baju ganti"
"pakai ini dulu" dewa menyodorkan kemeja nya ke sofia "dewa bajumu kebesaran aku seperti layangan kalau memakai bajumu"
mata sofia membulat sempurna mendengar perkataan dewa " ihssss dasar mafia mesum" sofia mengambil baju dewa dan berlari ke kamar mandi
dewa tersenyum melihat tingkah laku sofia "tingkah mu kalau begini seperti kelinci kecil"
setengah jam berlalu kedua sudah selesai mandi sofia duduk di depan cermin mengeringkan rambutnya yang panjang
"sini aku keringkan"dewa merebut hairdryer di tangan Sofia
dewa mengeringkan rambut sofia menyisir rambut itu dengan lembut ini adalah pertama kalinya bagi dewa bersikap lembut kepada seorang wanita
"sepertinya ini bukan aroma parfum ku" dewa mencium lembut bahu sofia
"ini khas aroma tubuh ku" jawab sofia
__ADS_1
dewa semakin merusuh dia terus menciumi bahu sofia bahkan bukan hanya di sana yang dewa cium leher telinga semuanya membuat sofia geli "dewa geli" ucap sofia
dewa membalik badan Sofia menatapnya dengan tatapan tidak bisa di artikan meraih tengkuk leher sofia mencium bibir merah delima itu
Sofia pun tidak bisa menolak ciuman dari dewa dia mengalungkan tangannya ke leher Dewa membalas ciuman rakus Dewa keduanya sama-sama terbuai dalam nafsu mereka masing-masing
Dewa mendorong Sofia ke atas kasur mulai melepas kancing kemeja entah apa yang merasuki Sofia dia pun tidak kalah brutalnya dia menarik kemeja Dewa hingga kencing-kancingnya berserakan di mana-mana
"akhhhh"Sofia mende*s*ah saat dewa mulai menghisap buah dada dengan tangan Dewa sudah menggeliar di daerah sensitif Sofia permainan itu semakin memabukkan
Dewa mulai bermain di arah sensitive memainkan lidahnya membuat Sofia mengerang nikmat "akhhhh de.....waaaaa aku... ssssttt aku pengin pipis" suara Sofia tertahan
"lepaskan saja sayang" ucap Dewa
Sofia pun tidak bisa menahan lagi dia sudah berada di puncak nirwana akibat permainan lidah Dewa saat itu Dewa pun menghentakkan senjatanya masuk ke dalam sarungnya
"akhhh sayang punyamu sempit sekali" ucap dewa
"ssssstt sakit"rengek Sofia.
Dewa mulai menggoyangkan pinggul nya maju mundur mengatur ritme permainan hingga keduanya sama-sama melepas secara bersamaan "akkkhhhhhh" desah mereka bersama sama
Dewa merebahkan tubuhnya di samping Sofia istirahat sejenak sebelum mengulang aktivitas itu kembali "kenapa kau keluarkan di dalam bagaimana kalau aku hamil?" kesal sofia
dewa menatap wajah Safia "kalaupun hamil emang kenapa?" tanya dewa
"aku masih belum siap lagian aku tidak mau hamil tanpa sebuah hubungan yang jelas"
Dewa tidak menanggapi perkataan Sofia dia hanya menatap lembut wajah Sofia menciumi lagi bibir merah merona itu hingga nafas keduanya memburu "kali ini kau yang memimpin" suruh Dewa
Sofia menurut mengikuti arahan dewa menaiki tubuh dewa mulai masukkan benda pusaka dewa namun dia kesulitan "Dewa kenapa milikmu besar sekali? ini gak muat" ucapnya polos
dewa tergelak mendengar ucapan sofia "hahaha kau ada aja Sofia tadi kan muat masak sekarang tidak"
__ADS_1
dewa mulai menuntun sofia dalam permainan itu, memegang pantat sofia lalu menggoyangkannya, dewa mengerang nikmat mereka berdua hanyut dalam permainan panas itu entahlah berapa kali mereka mengulanginya namun keduanya seolah olah tidak puas hingga menjelang pukul 3 pagi sofia tertidur di bawah kung kungan Dewa "astaga kau ini tidur dalam keadaan seperti ini"
dewa mempercepat gerakannya hingga dewa ambruk di samping sofia dan dewa tidur di samping Sofia memeluk wanita itu