
"kau berada di kediaman Smith nona sofia"
Sofia menoleh ke arah pintu dia melihat seorang pria paruh baya "siapa kau?"
"hahaha pantas saja dewa begitu tertarik padamu" pria itu mulai mendekati sofia
"siapa namamu tuan" sofia sudah geram dari tadi karena pertanyaannya tidak di jawab
"aku Alan Smith" ucap pria itu
"apa mau mu sebenarnya jawab" sofia segera berdiri dan menodongkan garbu itu di leher Alan "atau kau sudah tidak sayang dengan nyawamu"
"bekerja sama denganku" jawab Alan santai
"maksudmu?" Sofia tidak mengerti bekerjasama apa?
"kita bisa bicara sambil duduk nona singkirkan garbu ini dari leherku" Alan melirik garbu yang ada di tangan sofia
Sofia pun menuruti Alan duduk berhadapan "cepat apa?"
"ayo kita hancurkan dewa dan keluarganya dengan begitu kita aku akan melepaskamu"
Sofia kaget mendengar nama dewa "maksudnya dewangga Alexander"
"Iyah dewangga kau pasti kenal bukan" Alan menatap sofia intens tak sengaja matanya melihat Sofia mengusap perutnya "apa kau hamil?"
Sofia hanya tersenyum sinis ke arah Alan "aku tidak mau bekerja sama dengan mu Alan Smith"
"pikirkan dulu tawaran ku nona kau akan mendapatkan kehidupan yang nyaman jika mau bekerja sama denganku"
"aku tetap menolak tawaranmu" jawab sofia tegas
__ADS_1
" apa kau mencintai dewa?" tebak Alan
"aku hanya memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi"
"hahahaha kau pikir kau bisa membohongiku nona aku yakin kau punya perasaan padanya"
Sofia tidak menghiraukan perkataan alan sofia pergi ke atas kasur membaringkan tubuhnya di atas kasur itu
sebelum keluar Alan berkata "kau akan tetap bekerja sama dengan ku meski kau menolak sekalipun"
hari demi hari berlalu tak terasa sudah dua Minggu sofia berada di rumah Alan dan beberapa kali sofia mencoba lari namun nihil rumah itu bagai penjara
pagi ini entah kenapa sofia muntah muntah terus perutnya seolah di aduk dari tadi namun tiba-tiba pintu kamar di ketuk
"BI aku tidak ingin makan bawa saja makanannya kembali" seperti biasa pagi hari bibi akan mengantarkan makanan kepada sofia
namun itu bukan bibi yang biasa mengantarkan makanan namun empat anak buah alan yang masuk "ikut kami nona"
"jangan membuat kami memaksa nona ayo ikut kami "
"tidak aku tidak mau" sofia masih kekeh untuk tidak ikut namun mereka memaksa sebenarnya sofia bisa melawan mereka namun tubuhnya benar benar tidak mempunyai tenaga hari ini gara gara muntah
Sofia di bawah keruangan laboratorium sudah ada beberapa ahli medis di sana "apa yang mau kalian lakukan padaku" teriak sofia
"katakan padaku kau hamil anaknya dewa?" Alan tiba tiba muncul dari arah pintu
"tidak... tidak ini bukan anaknya dewa" kilah sofia
Alan menodongkan pisau ke perut sofia sedangkan Sofia tidak bisa berbuat apapun karena kaki dan tangannya kini telah di borgol "katakan sofia ini anak siapa?"
"sebelum bersama dewa aku melakukannya beberapa kali dengan orang lain" sofia terpaksa berbohong karena sofia tau alan begitu membenci dewa
__ADS_1
"tapi sayangnya aku tidak peduli siapapun ayah anak ini hahaha" dewa tertawa kemenangan "lakukan" perintahnya
dan mereka pun melakukan tugasnya untuk mencuci otak sofia memasangkan alat ke kepala sofia hingga rasa sakit yang luar biasa sofia rasakan
"keparat kau ban*s***" umpat sofia sebelum pingsang
beberapa menit berlalu alan tetap setia menunggu hingga pencucian berhasil "berapa persen?"
"90 persen tuan" jawab salah satu anak buah alan
namun tiba-tiba seorang pria menghentikan aksi Alan "apa apaan kau ini Dylan"
"apa yang Dedy lakukan ini bisa membahayakan kandungannya" Dylan begitu marah melihat dedynya blum berhenti berbuat seenaknya
"apa peduliku" jawabnya santai "lagian seharusnya kau belajar seperti Dedy karena kau yang akan mewarisi semuanya"
"belajar menjadi manusia paling kotor seperti Dedy maaf Ded aku bukan dedy"
"kadang Dedy ragu apa kau anak Dedy atau bukan" ucap Alan
"lepaskan wanita itu ded jangan buat dia sebagai alat untuk membalas dendam dedy"
"jangan ikut campur urusanku Dylan" geram Alan
"aku tidak akan pernah ikut campur urusan Dedy tapi kali ini aku harus ikut campur" jawab Dylan
"kenapa kau mencintai wanita murahan ini?"
"Iyah aku mencintainya dan sekarang dia mengandung cucumu" jawabnya berbohong
maafkan aku nona, terpaksa aku mengakui bahwa anak yang kau kandung adalah anakku ini untuk kebaikanmu dan anakmu Dylan
__ADS_1
"cucu....."