Sicantik Dewi Kematian

Sicantik Dewi Kematian
positif


__ADS_3

..."sofia menghilang" ...


"apa maksudmu paman Mike?" Aliya Bingung dengan ucapan Mike


"Aliya sebenarnya kami tidak pergi dari sini kami Trus memantau kalian" blue mendekati Aliya "maafkan kami karena memantau kalian"


"ok itu tidak masalah tapi maksud paman Mike tadi apa?" Aliya mulai resah


"Aliya tenangkan diri mu" blue mencoba menenangkan Aliya yang sudah panik


"Aliya kami tadi mengikuti sofia hingga ke kampusnya namun tiba-tiba kami di bius kami tidak tau siapa itu" paman Mike mencoba menjelaskan pada Aliya


"Trus dimana adikku sofia?" Aliya benar benar cemas sekarang dia begitu menghawatirkan Sofia


"saat kami tanya katanya sofia tadi keluar masuk ke dalam mobil" Mike mulai menceritakan tentang semua kejadian tadi secara rinci


"inilah kenapa aku tidak suka sofia berhubungan dengan mafia yah begini jadinya"


dewa yang berangkat dari pagi pagi sekali akhirnya sampai di kediaman sofia saat dia masuk kedai yang dia lihat wajah wajah tegang semua orang "paman Mike" sapanya kepada Mike


Mike menoleh mendapati dewa yang sedang berjalan ke arahnya "dewa untung kau datang gawat"


plakkkk


sebuah tamparan mendarat di pipi dewa "puas kau dewa setelah kau mencampakkan sofia kau masih berani menampakkan batang hidung mu" Aliya menarik kerah baju dewa "dan gara gara kau aku tidak tau adikku ada dimana saat ini"


"siapa yang mencampakkan adikmu dan apa maksudnya kau tidak tau sofia dimana?" dewa bingung kenapa Aliya begitu marah kepada nya


Mike mendekati mereka mencoba menenangkan Aliya yang sudah terbakar emosi "sudah sudah tidak ada gunanya begini lebih baik kita cari sofia" Mike melepaskan genggaman tangan aliya "dewa sofia hilang"


"jangan berbohong Paman aku tau paman sejak kecil paman selalu membohongiku" dewa memang dekat dengan Mike karena dari kecil Mike selalu menjadi teman bermain untuk dewa


"paman tidak bohong nak" Mike merangkul bahu dewa dia bisa melihat kekhawatiran dewa meski dewa mencoba merahasiakannya

__ADS_1


"andai kau tidak hadir dalam kehidupan kami mungkin sekarang keluarga ku akan hidup bahagia"


"kita cari sofia" dewa segera beranjak dari sana namun Mike menahan tangan dewa


"percuma kami sudah mencarinya mobil yang membawa sofia terbakar"


"maksud paman Mike sofia ikut terbakar begitu?" dewa semakin geram siapa yang berani mengusik ketenangannya


"tidak dia tidak ada disana mobil itu kosong" sebenarnya tadi Mike yang mendapati mobil Yang membawa sofia terbakar segera pergi memadamkan api nya namun tidak ada satupun orang yang ada di sana


"Aliya lacak nomor ponsel Sofia bukannya kau ahli dalam hal ini kau kan IT A+"


Aliya yang mendengar ucapan Dewa termenung "dari mana dia tau hal itu"


"aku sudah tau semuanya Aliya cepat cari sofia" dewa yang melihat Aliya termenung sudah tau arah tujuannya pikirannya Kemana


"kalian berdua" Aliya memanggil kedua anak buahnya "pulang lah nanti aku akan transfer uang ke kalian" mereka yang mendengar perintah dari Aliya segera pulang


"pantas saja dulu mereka menghilang" Mike melihat blue dan blue pun mengangguk seolah dia tau apa yang di bicarakan oleh Mike


mereka berjalan menuju ke rumah mawar melalui jalan rahasia "dari mana kau tau tentang aku dewa?" tanya Aliya saat dia menyalakan obor untuk berjalan menyuruh lorong bawah tanah


"dari kekasihmu" jawab dewa singkat


Aliya menghentikan langkahnya mendengar jawaban dewa karena setahu dia Fano telah tiada "apa maksudnya dia tau dari Fano tapi kapan Fano beri tau dia"


"sudahlah Aliya kita pikirkan sofia dulu nanti aku jelaskan padamu" dewa merebut obor yang di pegang Aliya dan berjalan mendahuluinya


saat sampai di rumah mawar Aliya membawa mereka ke ruangan khusus, mereka terperangah melihat ruangan yang penuh dengan benda-benda canggih


Aliya segera melacak sinyal terakhir Sofia dan itu perkara mudah baginya "ini titiknya tapi sepertinya tidak terlalu jauh dari kampus sofia"


Mike mencoba melihat titik sofia "ini adalah titik yang sama dengan mobil itu dan disana tidak ada siapapun aku sudah menyisir daerah itu dan kosong"

__ADS_1


"oh good mereka sudah merancang rencana ini begitu matang" ucap dewa "Aliya boleh aku ke kamar sofia?"


"lurus belok kanan pintunya ada gambar tengkorak" Aliya memberi tau letak kamar tidur sofia


dewa segera pergi ke kamar sofia dan Jihan yang melihat itu segera menghampiri dewa "kak dewa kapan datang?"


"tadi ji dimana kamar kak sofi mu?" tanya dewa pada gadis kecil itu dan Jihan pun menunjukkan arah ke kamar sofia


"itu kamar kak sofi tapi kak dewa mau apa kak sofi belum pulang" tanya Jihan


"hmm itu urusan orang dewasa lebih baik Jihan main boneka saja sana"


Jihan pun menurut dia pergi dari situ dan dewa pun masuk ke dalam menelisik setiap sudut ruangan itu. dewa begitu kagum dengan kamar sofia


sebuah lemari kaca besar menyita perhatian dewa dewa ingin membukanya namun tangannya di tahan oleh Jihan


"jangan buka itu kakak bahaya" peringatan nya


"kenapa bahaya?" dewa merasa aneh hanya membuka mana mungkin bisa bahaya begitu lah pikirannya


"intinya tidak boleh" Jihan memberikan peringatan tegas kepada dewa "Jihan pergi dulu dan kakak jangan sentuh apapun yang ada di sini"


setelah memperingati dewa Jihan segera keluar dari kamar sofia


"dia begitu mirip dengan sofia apa dia sudah di didik begitu oleh sofia"


dewa terus melihat semua yang ada di kamar itu namun tiba-tiba ada sebuah kertas terjatuh dari tumpukan kertas di atas laci dewa segar berjongkok mengambil kertas itu "surat dari rumah sakit apa sofia sakit" dewa yang penasaran segera membuka surat itu


membaca surat itu dengan teliti dan sebuah senyum terukir di bibir "dia positif hamil…"


***Hay gaes aku update tiap hari satu bab yah jangan lupa like oke


salam sayang 😘😘***

__ADS_1


__ADS_2