
Sofia dan Dylan kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit untuk cek kandungan karena sudah daftar duluan jadi mereka tidak usah menunggu antrian
"mari berbaring nona" dokter Emma mempersilahkan sofia berbaring di atas tempat tidur
Emma melakukan pemeriksaan "dok bisa saya lihat anak saya?"
dokter emma hanya tersenyum dan mulai melakukan USG "lihat itu anak kalian" dokter emma menunjuk layar
"kok kecil banget sih dok" sofia menatap layar itu melihat anaknya yang masih kecil
"sayang kandungannya baru empat bulan yah wajar kalo masih kecil" Dylan mencoba memberi penjelasan pada Sofia
setelah melakukan beberapa cek dan mendapat wejangan dari dokter emma dylan membawa sofia ke suatu tempat
"hmm baiklah kita sudah sampai tapi tutup matamu dulu" Dylan menutup mata sofia menggunakan sapu tangan
"mau kemana sih bang pakek tutup mata segala" sofia ngedumel dari tadi kakinya sudah mulai lelah tapi tempat yang di tuju belum juga sampai
"sabar sayang ok sekarang boleh buka matamu" Dylan membuka kain yang menutupi mata sofia
Sofia begitu kagum dengan apa yang ada di depannya sebuah danau yang sudah di hias begitu indah dan mewah "ini semua untukku?"
"he'em kau suka" Dylan memeluk sofia dari belakang menatap lurus ke depan
"ini sangat indah Abang aku menyukainya sangat sangat menyukainya"
"you Merry me?" Dylan memberikan sebuah cincin namun sofia hanya diam tidak menjawab "kau tidak ingin menikah denganku"
"aku mau tapi..." Sofia sebenarnya bahagia namun dia tidak bisa membohongi hatinya
"tapi apa sofia kau tidak yakin denganku" Dylan memegang tangan Sofia menatap matanya
__ADS_1
"entahlah aku rasa ada sesuatu hal yang harus aku tau dulu tapi aku mau menikah dengan kamu. aku yakin kamu orang baik dan bisa menjaga aku"
"jadi kau mau menikah denganku"
"aku mau Abang" sofia tersenyum dan memeluk dylan hembusan angin membuat suasana semakin menjadi romantis
"bang bisa lepas pelukannya aku ingin makan" Dylan pun melepas pelukannya dan mulai makan romantis
seminggu setelah acara lamaran mereka memutuskan menikah dengan sederhana di rumah Dylan Alan pun ikut mengikuti acara pernikahan itu
"nak sekarang kau menjadi menantuku" Alan memeluk sofia
tapi aku lebih suka kau jadi rekanku untuk menghancurkan dewa tapi sayang anakku mencintaimu Alan
"Dylan sofia kemari nak ayok foto bersama untuk menjadi kenang kenangan sebentar lagi aku pulang" Alan pun mengambil beberapa foto mereka berdua
sementara saat ini Aliya sedang duduk santai di rumahnya satu bulan saat kepergian sofia Aliya tau bahwa Fano adalah tunangannya dahulu awalnya Aliya kecewa terhadap Fano namun Aliya juga bahagia karena orang yang di anggap sudah mati ternyata masih hidup
mereka telah menikah satu Minggu yang lalu "sayang aku harus ke kantor bersama tuan dewa nanti kalo mau jemput Jihan kabari aku" Aliya dan Jihan pindah setelah satu bulan kepergian sofia
Aliya duduk di sofa memandangi foto adiknya yang sudah dua bulan hilang entah kemana beberapa upaya sudah mereka lakukan namun hasilnya nihil sofia seperti di telan bumi
"Sofia adik kakak kemana kamu" Aliya begitu merindukan sofia namun tiba-tiba orang suruhannya mengirim pesan dan sebuah foto
mis kami menemukan dia tapi kami tidak yang ini adik miss atau bukan tapi wajahnya begitu mirip (isi pesan)
Aliya pun melihat foto itu dan benar itu adalah sofia, Aliyapun segera menelepon orang suruhannya
"halo kau di Mana?" tanyanya pada anak buahnya yang ada di sebrang telpon
"di negara xxz Miss" jawabnya
__ADS_1
"kau masih di acara itu?"
"Iyah Miss kami masih di sini apa yang harus kita lakukan"
"alih ke Video call" Aliya pun mengalihkan panggilan video call "cepat arahkan kameranya ke sofia" Aliya terkejut karena itu memang Sofia dan seorang pria
"siapa nama pria itu" tanyanya
"Dylan anggara Miss dia adalah seorang dokter dan juga pemilik beberapa rumah sakit di negara ini"
sofia adikku kenapa kau melupakan kakak apa yang sebenarnya terjadi tapi kakak senang sofi kau terlihat begitu bahagia Aliya
"kalian selidiki apa yang terjadi dengan sofia dan ingat jangan sampai mencurigakan"
"baik miss" jawabannya
sementara dewa saat ini sedang marah marah karena semua laporannya tidak sesuai dengan ekspektasi nya semenjak kepergian sofia dewa semakin dingin dan tidak punya belas kasih bahkan sama wanita sekalipun
"kalian semua perbaiki semua ini dalam lima belas menit jika kalian tidak bisa keluar dari kantor ini" bentaknya kepada para bawahannya mereka segera keluar dengan ketakutan bukan main jika mereka tidak bisa memperbaiki maka nyawa mereka akan melayang
dewa bersender di kursi memijat pelipisnya yang terasa berat "sofia kau dimana kemana lagi aku harus mencarimu"
tok tok tok
"siapa" tanyanya
"saya bos" jawab fano dari balik pintu
"masuk" jawabnya santai "ada apa Fano kau sudah menemukan keberadaan sofia?"
"belum bos tapi ini" Fano memberi sebuah amplop berwarna putih kepada dewa
__ADS_1
"apa ini" dewa segera membuka amplop itu dan betapa kagetnya dia melihat foto Sofia sedang tersenyum lebar menggunakan gaun pengantin dan seorang pria di sampingnya yang telah di blur wajahnya
"kau menikah......"