Sicantik Dewi Kematian

Sicantik Dewi Kematian
rumah mawar


__ADS_3

...di pinggiran kota terdapat rumah minimalis yang di kelilingi tumbuhan bunga mawar namun rumah itu seperti rumah tak berpenghuni pasalnya tidak ada seorang pun yang melihat sang pemilik rumah keluar masuk rumah itu mereka yang melewati rumah itu jelas ingin tau tentang rumah itu namun keinginannya ciut kala mendengar rumor bahwa rumah itu adalah rumah milik Dewi kematian dan apa lagi mereka sering kali mencium bau darah yang bercampur dengan harum bunga mawar.....


...seorang gadis sedang duduk di depan jendela besar yang menghadap ke halaman depan rumah. gadis itu tersenyum ketika melihat orang berjalan cepat kala melewati rumahnya "lihatlah itu adikku bukankah wajah mereka lucu" tanyanya kepada sang adik yang kini tidur di pangkuannya....


...sang adik segera menoleh dan melihat kearah yang di tunjuk kakaknya " tidak lucu kakak meleka ketakutan sepelti lewat kubulan" jawab sang adik dengan bahasa cadelnya. membuat sang kakak tergelak atas penuturan polos adik kecilnya itu "hahaha kau benar" ucap sang kakak lagi...


...kakak beradik itu adalah penghuni rumah yang di kelilingi bunga mawar itu sebenarnya mereka tinggal bertiga. mereka adalah anak dari keluarga nugroho pengusaha nomor 2 di negara itu. namun semenjak orang tuanya meninggal karena pembantaian 10tahun lalu membuat mereka pindah dairi rumah utama. mereka adalah Sofia Nugroho dan Aliya nugroho sedang adik kecilnya itu bernama Jihan Aurora. Jihan adalah anak yang di pungut oleh keduanya yang mereka temukan di pinggir sungai...


"kakak pulang" teriak Aliya kepada Adik kecilnya itu


jihan tersenyum mendengar teriakan sang kakak itu"hore kakak liya sudah pulang" gadis kecil itu berlari dan langsung memeluk kakak yang satunya

__ADS_1


"kenapa kau pulang begitu sore apa ada kendala" tanya Sofia


...Aliya mengendong adik kecilnya itu dan menghampiri Sofia "tidak hanya saja kedai terlalu ramai" Jawab Aliya. mereka mempunyai kedai yang tidak jauh dari rumahnya dan untuk sampai ke kedai mereka melewati jalan rahasia...


Aliya menurunkan adik kecilnya itu lalu berjongkok mensejahterakan tubuhnya dengan gadis imut itu"Jihan cantik pergilah ke kamar mu tadi kakak membeli mainan baru Kakak tadi menaruhnya di kamarmu"


...bibir Jihan mengembang kala mendengar mainan baru." benalkah kakak telima kacih" Jihan langsung berlari menuju kamarnya jelas dia akan bahagia karena jika kata mainan baru itu keluar dari mulut kakak sofianya maka yang dia dapat pistol busur pedagang belati dan lainnya...


Aliya duduk di samping Sofia dia memegang erat tangan Sofia "Sofia kakak ingin berbicara denganmu"


Sofia tetap tidak bergeming tatapan matanya lurus ke dapan"bicaralah"

__ADS_1


"Sofia apa kau tidak rindu kehidupan kita yang dulu"tanya Aliya


Sofian menoleh lalu menetap lagi ke depan "kakak kehidupan kita sudah berubah semenjak mereka merenggut nyawa orang tua kita" jawab nya pilu. karena mau bagaimana pun tegas dan kejamnya Sofia namun ketika dia mengingat pembantaian 10 tahun yang lalu hatinya seperti berdarah lagi


...Aliya mengusap lembut kepala adiknya itu "aku tau Sofia dan bukan hanya kau yang sakit atas kejadian itu kakak juga sakit Sofi namun sekarang kita memiliki Jihan apakah kau tidak ingin hidup seperti dulu lagi. kita jalani hidup penuh ketenangan tampa ada rasa dendam aku kamu dan Jihan" ujar Aliya penuh kelembutan...


"beras sudah menjadi bubur tidak mungkin menjadi beras lagi nanti malam aku ada urusan mungkin aku akan pulang pagi"


"apakah kau akan membunuh lagi? oh astaga berhentilah mengotori tanganmu dengan darah Sofia"


"sudahlah kak aku tidak mau meminta pendapatmu tentang diriku dan masalah ini kita sudah bahas jauh hari" Sofia beranjak pergi dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruang pribadinya

__ADS_1


"siapa lagi korban adikku malam ini" gumam Aliya


__ADS_2