Sicantik Dewi Kematian

Sicantik Dewi Kematian
merawat bersama


__ADS_3

karena tidak terlalu fokus ke jalan tanpa sengaja sofia menabrak seseorang hingga barang bawaan orang itu jatuh


"maaf tuan saya tidak Sengaja" sofia duduk Untuk mengambil barang barang yang jatuh "ini tuan sekali lagi maaf kan saya"


"ini juga kesalahan saya nona saya berjalan terburu-buru" ucap pria itu


"baiklah saya duluan" sofia pergi dari tempat itu "sungguh cantik" gumam pria itu yang tatapannya tidak pernah lepas dari kepergian sofia


Sofia keluar dari rumah sakit dengan wajah lusuh "bagaimana caranya aku ngomong sama kak Liya" tanya dalam hati


"ada apa sofia sepertinya ada sesuatu yang kau pikirkan" Mike melihat wajah cemas sofia


"sudahlah paman Aku capek mending kita pulang ini sudah sore" sofia masuk ke kursi penumpang


mobil itu melaju meninggalkan rumah sakit menuju kedai selama perjalanan sofia di Landa kegelisahan pikirannya penuh saat ini. beberapa menit berlalu mobil itu telah sampai di depan kedai namun sofia belum beranjak turun


"Sofia ini sudah sampai" tegur Mike yang melihat sofia melamun


"ah iya Paman mike" sofia turun dari mobil dengan perasaan bimbang pikirannya kalut saat ini

__ADS_1


Jihan yang melihat sofia segera berlari memeluk sofia "kakak aku kangen Sama kakak"


"ji kakak capek kakak ingin sendiri dulu'' sofia melepas pelukan Jihan dan segera berlari menuju kamar atas


...2 bulan berlalu...


setiap hari sofia terus memikirkan bagaimana caranya memberi tau Aliya dan dewa tentang kehamilan nya sedangkan dewa semenjak kepergian nya waktu itu dia tidak ada kabar apapun bahkan sofia sudah mengira bahwa dewa telah menikah dengan Fiona


sedangkan blue dan mike di suruh pulang oleh sofia dengan alasan sofia tidak ingin di awasi tapi mereka tetap menjaga sofia meski dari jarak jauh


saat ini sofia sedang berada di rumah mawar sejak dua bulan lalu sofia selalu murung "dewa kau mengingkari janji mu" ucap sofia lirih


Sofia menoleh mendapati kakak yang sedang berdiri di belakangnya "sudah lama di situ?"


"tidak baru juga sampai kakak boleh nggak menemani kamu" Aliya duduk di samping Sofia "kemari!"Alia menepuk pangkuannya memberi interaksi untuk Sofia tidur di pangkuan Aliya


"apa yang sedang kau pikirkan kakak lihat kau begitu murung akhir-akhir ini?" tanya Aliya


Sofia hanya diam tidak menanggapi kakaknya namun setetes air mata jatuh membasahi pipi sofia "kak maafkan Aku"

__ADS_1


Aliya yang melihat Sofia meneteskan air matanya mengusap lembut air mata itu menggunakan ibu jarinya "kenapa minta maaf hmm" Aliya menatap wajah Sofia yang tidur di pangkuannya


"kak Aku hamil" sofia sudah memutuskan untuk jujur kepada Aliya karena tidak ada gunanya lagi berbohong


Aliya yang mendengar ucapan sofia kaget bukan main namun dia tetap berusaha tersenyum "sudah berapa bulan?"


"dua bukan kak. apa kakak tidak marah?" Sofia beranjak dari tidurnya menatap wajah kakaknya


Aliya menghela nafas panjang "buat apa kakak marah lagi pula marah pun kakak percuma semua tidak akan mengubah apapun kau adik kakak dan janin yang kau kandung adalah keponakan kakak"


Sofia memeluk Aliya menangis haru "makasih kak mungkin ini adalah ganjaran atas perbuatan ku selama ini"


"apa kau sudah memberi tau dewa tentang hal ini" tanya Aliya dia sudah tau bahwa Sofia mengandung anak dewa karena selama ini tidak ada yang dekat dengan sofia


"tidak kak aku rasa tidak perlu mungkin dia sudah bahagia bersama Fiona" sofia menunduk lesuh


"hey jangan begini kita rawat dia bersama kita tidak perlu dewa untuk merawat keponakan ku ini" Aliya mengelus perut yang sofia yang masih rata itu


"jadi kita akan merawat dia bersama?" tanya sofia mengelus perutnya

__ADS_1


__ADS_2