Sicantik Dewi Kematian

Sicantik Dewi Kematian
bukan anakmu


__ADS_3

"Abang tolong jujur siapa aku bang kenapa aku merasa aku dengan tempat tadi dan apa arti dari bayangan bayangan itu?"


..."apa yang harus aku jawab fia aku takut kau akan pergi dariku.. Aku takut kamu pergi fia" lirihnya di dalam hati...


"Abang kenapa melamun sih bang aku tanya bang"


"aku tidak bisa menceritakannya fia aku takut kau akan pergi dariku setelah tau semuanya" dylan begitu takut jika dia menceritakan tentang semua maka sofia akan pergi darinya


" kenapa bang aku tidak akan pernah meninggalkan Abang tolong bang ceritakan"


"fia sayang lebih baik istirahat yah sayang jangan banyak pikiran dulu''


"oke biar aku cari sendiri apa yang terjadi dan siapa diriku" sofia segera berdiri dari tempat tidurnya mencabut infus yang terpasang di tangannya


"fia jangan seperti ini" dylan mencoba mencegah sofia keluar tapi sofia tetap memaksa untuk keluar


Sofia terus berlari ke parkiran hingga akhirnya tubuhnya di tabrak oleh seorang anak kecil "aduh" keluhnya


"hey adik kecil kenapa kau lari?" tanyanya kepada gadis kecil yang ada di hadapannya namun gadis kecil itu tidak menjawab dia melihat sofia dan matanya perlahan menitikkan air mata "kenapa kau menangis apa ada yang sakit?"

__ADS_1


"kakak'' serunya, rupanya gadis kecil itu adalah jihan


"kau mencari kakakmu biar ku cari tapi jangan nangis yah" sofia membelai lembut rambut Jihan mengusap air mata yang sudah membasahi pipinya


"kakak'' Jihan terus menyebut kakak membuat sofia iba melihatnya hingga sofia memeluk gadis kecil itu


Aliya yang ketinggalan jejak Jihan merasa khawatir namun tiba-tiba dia melihat Jihan sedang berpelukan dengan seseorang.


Aliya segera mendekati mereka berdua "maaf nona dia adikku" tegur nya


Sofia yang mendengar seseorang menyapanya dari belakang melepas pelukannya dan menoleh ke belakang dia tersenyum kepada Aliya "adikmu mencarimu"


sementara sofia begitu bingung kenapa mereka berdua seolah olah mengenali dirinya sedang dia tidak bisa mengingat apapun


Sofia mencoba mengingat ngingat tapi kepalanya terasa mau meledak "akhh..." rintihannya


"kau kenapa Sofi kepala mu sakit" tanya Aliya khawatir


"siapa ka..Lia...ann akhh.." sofia terus menjerit memegangi kepalanya

__ADS_1


"kau tidak mengenali kami sofi" tanya Aliya. Sofia hanya menggeleng pelan


"kak Liya lebih baik kita bawa kak sofi ke dokter sepertinya kak sofi begitu kesakitan" usul Jihan


Aliya memapah sofia kedalam rumah sakit namun tiba tiba terdengar suara tembakan dari belakang sofia segera menoleh dan alangkah terkejutnya dia melihat Dylan di tembak oleh orang yang tidak di kenal


"Abang....." Sofia segera berlari memeluk dylan yang terhuyung ke depan rasa sakit yang ada di kepalanya terasa hilang begitu saja


"maafkan Abang fia jika Abang belum bisa membahagiakan kamu. dia..." Dylan menunjuk ke arah Aliya dan Jihan "mereka saudaramu" perlahan dylan memejamkan matanya


Sofia menangis tersedu sedu "Abang jangan tinggalkan fia bang" sofia melihat orang yang menembak dylan mendekat dan ingin menembak lagi "hentikan... jika kau ingin membunuhnya sekalian bunuh aku juga"


pria itu menyeringai melihat sofia dengan tatapan tajamnya "mana mungkin aku membunuhmu sedang anak yang kau kandung adalah anakku"


sofia begitu kaget mendengar ucapan pria itu yang tak lain adalah dewa "apa katamu"


"anak yang kau kandung adalah anakku" dewa dengan arogannya melihat sofia yang ada di hadapannya yang sedang memangku dylan


"dengar tuan ini bukan anakmu ini adalah anakku dan Dylan. seandainya ini anakmu bagaimana mungkin anakku memiliki ayah yang tidak punya hati sepertimu" sofia begitu marah

__ADS_1


__ADS_2