
ruangan yang cukup dingin kini terasa panas. dua insan manusia itu kini telah di mabuk kan dengan hasrat mereka masing masing. hujan yang tiba-tiba turun membasahi bumi seolah menyaksikan penyatuan dua insan yang saling tidak mengenal itu, ******* keduanya memenuhi ruangan sunyi temaram. sudah beberapa kali mereka menyelami kenikmatan dunia itu namun itu tidak membuat dua insan itu merasa puas.
"Aku sudah tidak kuat akhhhhh" ******* keluar dari mulut mungil itu pasalnya ini sudah beberapa kalinya mengulangi kegiatan panas itu
"sebentar lagi'' ucapnya pria itu gerakan nya samakin cepat hingga semenit kemudian ''ahhhhkkkkkk'' desah mereka secara bersamaan
''aku lelah'' ucap Sofia lirih
''tidurlah'' ujarnya seraya tersenyum
pria itu menyelimuti Sofia. Dengan sangat sabar pria itu menunggu Sofia tertidur. menata dalam dalam wajah cantik bak Dewi itu setelah di rasa Sofia sudah tertidur dia tersenyum dan mengecup lembut kening Sofia dan ikut tidur dengan posisi memeluk sofia
"kau milikku'' ucapnya lirih.
sekitar pukul 4 dini hari sofia terbangun karena tenggorokan nya terasa kering perlahan dia membuka matanya dan hal pertama dia lihat adalah pria tampan yang kini sedang memeluknya
__ADS_1
"tampan'' pujinya lirih namun sedetik kemudian dia membelalakkan matanya "oh tidak bukan semalam aku bersama Andre dan aku lari hingga bertemu pria ini dan apa yang terjadi" tanyanya kepada dirinya sendiri. Sofia mencoba mengingat semua yang terjadi tapi kepalanya terasa pening
Triiinggg triiinggg tringgg
ponsel itu Trus berdering hingga membuat sang pemilik handphone terusik tidurnya sebenarnya Sofia mendengar namun dia tidak bisa bergerak karena tubuhnya di himpit oleh badan kekar pria tampan itu di tambah tubuh nya yang pegal pegal dan nyeri di bagian bawah sana
''halo ada apa'' tanyanya dingin kepada seseorang di sebrang sana
"ok baiklah aku akan segera kesana'' setelah berucap seperti itu pria itu mengambil pakaiannya dan pergi keluar apartemen itu
Sofia mencoba berjalan namun rasa sakit di area bawahnya itu membuat wanita itu kesusahan berjalan ''akhh kenapa sakit sekali''
dengan langkah tertatih tatih Sofia menuju kamarnya mandi berendam di dalam maktub yang sudah dia isi dengan air hangat ''cukup mengenakkan tapi aku harus segera pergi dari tempat ini" Sofia keluar dari kamar mandi namun dia tidak mendapati bajunya
''dimana bajuku masak iya aku harus pakai kemeja kedodoran ini'' ujarnya seraya mengambil salah satu baju di dalam lemari ''ah sudahlah yang penting aku harus segera pergi''
__ADS_1
sementara di dermaga saat ini terjadi baku hantam antara sekolompok mafia dengan mafia lain
''kau ingin bermain rupanya dengan ku tuan kau tidak tau apa kau tidak dengar peringatan dari kemarin" tegasnya dingin
dengan senyum mengejek pria itu mendekati pria yang sedang meringkuk itu ''sekarang kau mau apa anak buah mu sudah tewas semua dan kini tinggal dirimu''
...''' jangan ampun tuan saya hanya di suruh'' ucapnya meminta pengampunan namun sedetik kemudian...
...dor dor dor...
tiga Tima panas bersarang di jantung pria itu ''ck sudah aku katakan padamu jangan mencoba bermain main dengan ku" decak nya
''max cepat kau kirim jasanya ke pria tua Bangka itu"titahnya kepada sang bawahannya
pria itu adalah DEWANGGA ALEXANDER pemimpin mafia ternama di dunia dan direktur utama perusahaan ALEXANDER COMPANY perusahaan nomer satu di dunia dan dia putra sulung dari DAVID ALEXANDER yang di kenal dengan ke kejamnya dan itu menurun ke anaknya bahkan dewa lebih kejam dari David
__ADS_1