Sicantik Dewi Kematian

Sicantik Dewi Kematian
membatalkan pertunangan


__ADS_3

setelah menyelesaikan olahraga ranjang Dewa sofia mandi bersama sebenarnya dewa masih menginginkan kembali namun karena sofia sudah kesakitan akibat di gempur dari semalam akhirnya dewa meminta sofia aku untuk menuntaskannya di kamar mandi


"kau jahat dewa" kesal sofia. dewa mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang sofia ucapkan "maksudmu jahat gimana?" dewa menampilkan ekspresi seperti tidak punya dosa


"badanku pegal pegal semua dan area sensitifku bahkan sampai lecet karena ulahmu di tambah tadi tanganku sampai kebas" sofia mengerucut bibirnya merasa kesal


"maaf honey jangan marah yah" dewa menyatukan kedua tangannya di depan dadanya


Sofia ingin mengambil beberapa barang nya yang ada di kamarnya karena hari ini semuanya di bolehkah untuk pulang. Sofia mencoba berjalan namun rasa perih di daerah sana membuat sofia kesusahan untuk berjalan


"honey kenapa kau berjalan seperti bebek" ledek dewa


mata sofia menatap dewa dengan marah "ini semua salahmu! ingin rasanya aku potong terongmu itu"


dewa bergidik ngeri "jangan honey" dewa memegang bagian bawahnyaa. dewa segera menggendong Sofia ala bridal style ke kamar sofia mendudukkan dia di atas kasur


"duduk disini biar aku yang mengemasi barang-barang mu" dewa membereskan barang sofia sebenarnya sofia tidak banyak membawa baju dia hanya membawa 3 setelan saja


sementara Fano saat ini menuju kamar tuannya "mungkin sudah selesai jangan sampai kupingku ternodai lagi" Fano mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari dalam akhirnya Fano pun masuk namun tetap saja dia tidak menemukan apapun "kemana mereka hmm mungkinkah di kamar nona sofia" gumamnya lirih


Fano pun memutuskan untuk ke kamar sofia saat sampai di depan kamar fanopun mengetuk pintu itu "siapa?" tanyanya sofia


"saya nona Fano apa tuan dewa ada di dalam?" tanyanya dari balik pintu

__ADS_1


"masuklah fano" dewa mempersilahkan Fano masuk diapun masuk dengan kepala menunduk hormat"apakah mereka pindah kamar untuk olahraga ranjang?" tanya Fano kepada dirinya sendiri


samar samar dewa mendengar ucapan Fano "apa yang kau katakan barusan fano?" tanya dewa


Fano menggaruk kepalanya yang tidak gatal masak iya aku bertanya tentang olahraga ranjang mungkin begitulah pikirannya


"ah tidak tuan saya hanya memikirkan sesuatu" bohongnya


"hmm katakan ada apa?"


"kita harus bicara berdua tuan" Fano mengajak dewa berbicara berdua karena ini hal penting


"katakan saja" ucap dewa dingin sebenarnya dia tau apa yang di pikiran Fano karena seluruh anak buahnya tidak akan membuka mulutnya di hadapan siapapun


"hmm dimana dia sekarang?" tanya dewa


"ternyata Jack berkhianat tuan dia berpihak pada alan"


dewa menggertak giginya terlihat sekali dewa begitu marah "kurang ajar" dewa membanting vas bunga yang ada di atas meja


sementara sofia hanya duduk santai melihat ke arah dewa "siapa Alan? musuhmu?" tanyanya


dewa tidak menanggapi perkataan sofia dia sedang mencerna semua kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi "jika Jack berpihak pada alan maka Alan sudah tau siapa aku"gumamnya dalam hati

__ADS_1


"kau boleh pergi Fano" usir dewa.


dewa mengambil benda pipih di dalam saku celananya mencari nomor seseorang "halo James kirimkan Beberapa orang kesini hari ini juga" dewa menyuruh James untuk mengirimkan beberapa anak buahnya


"kau takut dewa sampai sampai kau menyuruh anak buah mu kesini untuk menjemput mu?" Sofia tersenyum meledek


"aku tidak takut dengan siapapun honey aku hanya ingin melindungi mu"


"melindungi maksudnya kau meminta orang orang itu untuk menjaga ku begitu?"


"aku hanya tidak ingin kau kenapa kenapa honey sebenarnya aku ingin membawamu tapi ada sesuatu yang harus aku selesaikan dulu"


"hmm aku tau acara pertunangan mu dengan Fiona" tebak sofia


"dari mana kau tahu" tanya dewa


"aku mendengar kau menelpon waktu itu"


sebenarnya saat itu sofia ingin mengecek kondisi dewa lagi karena pintu kamar tidak tertutup rapat sofia masuk tidak sengaja dia mendengar perbincangan dewa dengan seseorang di telpon


"Iyah aku harus membatalkan pertunangan itu aku tidak mau di jodohkan aku ingin bersama dengan pilihan ku sendiri" dewa menghampiri Sofia yang saat ini sedang duduk di kasur menatap ke arahnya "aku akan membawamu sofia! tapi aku harus menjelaskan Dulu pada bibi Cleo dan Fiona agar mereka mengerti bawah aku hanya milikmu"


...dewa mencium bibir sofia lembut namun lama kelamaan ciuman itu semakin brutal sofia mendorong tubuh dewa menjauh darinya "kenapa sofia?"...

__ADS_1


"nanti kau akan berbuat lebih lagi aku tidak mau" tolak sofia "jadi kau ingin membatalkan pertunangan mu dengan Fiona?"


__ADS_2